Iklan Atas Artikel

Keren, Sosialiasikan Covid-19, Bupati Sumenep Lakukan Pendekatan dengan Karya Ilmiah


Nyongmart.com - Ditengah pendemik corona virus Desiase (Covid-19), Bupati Sumenep Dr. KH. Ahmad Busyro Karim, M.Si., memiliki cara atau metode pendekatan tersendiri dalam melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran dan penanganan Covid-19, khususnya di Kabupaten Sumenep. Salahsatu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis sebuah buku karya ilmiah yang bertajuk “Fiqih Covid-19” yang dikemas dalam bahasa Arab.

Buku fiqih tentang Covid-19 yang telah disusun selama 5 (lima) hari oleh KH. Ahmad Busyro Karim, bersama 5 orang Ustad Ponpes Al Karimiyah Beraji, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, yang telah di Launching oleh Bupati Sumenep yang didampingi oleh Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi, SH dan Sekretaris Daerah Sumenep Ir. Edy Rasiyadi, M.Si., dan dihadiri oleh Kepala Kemenag Sumenep, serta pimpinan OPD Sumenep pada hari Selasa tanggal 19 Mei 2020, di rumah dinas Bupati Sumenep. Rabu, (20/05/2020).

Dr. KH. Ahmad Busyro Karim, M.Si., Bupati Sumenep, pada saat Launching buku Fiqih Covid-19, menyampaikan bahwa buku Fiqih Covid-19 merupakan buku ke 9 (sembilan) yang telah disusun.

“Rasanya saya bisa nyusun buku ini ada nilai lebih jika dibandingkan dengan tulisan sebelumnya yang menggunakan bahasa Indonesia. Buku yang ke 9 ini rasanya memang berbeda, karena menggunakan bahasa Arab,” jelas KH. A. Busyro Karim Bupati Sumenep.

Lebih lanjut KH. A. Busyro Karim dalam pemaparannya menyampaikan hahwa, ada 3 kitab yang berhubungan dengan Tho’un atau wabah, termasuk fatwah – fatwah dari lembaga internasional, seperti Mesir dan Arab Saudi, dan kitab-kitab lain yang keterangannya terpencar dari beberapa bab yang ada.

“Dari sana sudah ada fatwahnya mengenai covid nineten,” terangnya.

Selanjutnya KH. A. Busyro Karim, menyampaikan bahwa, dalam mukaddimah disebutlan maksud dan tujuannya, yaitu untuk sosialisasi Covid nineten. Sedangkan yang menjadi latar belakang buku tersebut disusun, karena kami ingin menyamakan persepsi dari banyaknya Pondok Pesantren, Masjid dan Mushollah yang ada di Kabupaten Sumenep.

“Dalam mukadimahnya disebutkan, bahwasanya di Kabupaten Sumenep ini ada 387 Pondok Pesantren, ada 1.560 Masjid, dan 3.317 Mushollah. Jika kesemuanya sama persepsinya dan langkahnya juga sama, maka akan sangat membantu proses pencegahan Covid-19, khususnya di Sumenep. Sehingga dengan latar belakang itu, banyak cara pendekatan kita untuk melakukan sosialisasi, dan dan nanti benar-benar bisa difahami oleh semuanya, seperti bagaimana sholat jum’at, cara medis yang bekerja setiap hari, cara penguburan, dan lain sebagainya,” ulasnya.

Sedangkan dlm pembahasannya,
Setelah definisi itu, bagaimana thoun di zaman Rasulullah, dsn di zaman para sahabat, setelah itu bgmn kita sholat jum’at ditengah2 covid, Termasuk sholatnya para medis yang pakai APD.

Dicontohkan Rasulullah pernah berjamak dlm keadaan b

Selanjutnya disampaikan bahwa, Sedangkan dalam pembahasannya, definisi mengenai apa itu tha’un, wabah, virus, dan bagaimana tha’un di zaman Rasulullah, di zaman para sahabat, serta bagaimana sholat jum’at, termasuk sholatnya para medis yang pakai APD, seperti yang dicontohkan Rasulullah Saw.

“Terbitnya buku Fiqih Covid-19, merupakan bagian dari sosialisasi cara pencegahan Covid-19, dan saya siap buku ini untuk dibedah dimanapun,” ucapnya.

Source: radarbangsa.co.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel