Iklan Atas Artikel

Manfaat Puasa Bagi Penderita GERD


Oleh : Amirudin SSadj

Sebagaimana yang sudah saya perkirakan sejak 4 tahun lalu pada saat saya mulai paham penyebabnya, GERD sekarang ini menjadi penyakit yang semakin mewabah di masyarakat. Hampir disetiap kesempatan saat kegiatan sehari hari dimasyarakat maka saya menemukan ODG (Orang Dengan GERD), baik penderita baru maupun lama. Banyak dari para ODG tersebut yang belum paham penyakitnya, terombang ambing dalam ketidakpastian dan keputusasaan karena sudah puluhan kali ke medis dan minum banyak sekali obat, namun belum ada tanda tanda membaik, apalagi sembuh.

Bagi penderita GERD, salah satu terapi pengobatan yang sangat penting, wajib dilakukan dan tidak boleh dilupakan adalah PUASA. Kali ini saya hanya sharing manfaat puasa dari sudut pandang kesehatan.

Didalam tubuh kita, setiap saatnya berlangsung proses metabolisme, sebuah proses kimiawi yang berlangsung terus menerus yang merupakan mekanisme paling vital bagi kelangsungan hidup kita.

Apa yang kita makan akan menjadi bahan pembentuk milyaran sel yg mengisi berbagai organ penting di dalam tubuh. Berlangsungnya proses metabolisme ini tentunya akan menimbulkan banyak sampah yang bersifat toksik bagi tubuh, terutama apabila makanan yang dimakan adalah makanan yang sulit dicerna atau tidak mengandung zat yang bermanfaat bagi tubuh. Kelak sampah metabolisme yang menumpuk tersebut akan menjadi radikal bebas ditubuh, meracuni darah sehingga membuat tubuh melemah dan gampang sakit karena memiliki kelebihan keasaman (asidosis).

Maka fungsi puasa bukan hanya sekedar mengistirahatkan pencernaan, tapi lebih dari itu yaitu untuk membantu tubuh lebih cepat membuang sampah proses metabolisme (detoksifikasi). Puasa akan sangat membantu tubuh membersihkan berbagai zat-zat toksik didalam tubuh. Proses regenerasi sel juga akan lebih cepat terjadi jika kita rutin melakukan puasa.

Dalam banyak penelitian yang dilakukan para ahli, didapati juga bahwa ternyata  tanaman maupun hewan pun secara intuitif (alami) melakukan puasa untuk memperpanjang kelangsungan hidup mereka.

Namun berbeda dengan tanaman dan hewan yang menggunakan puasa untuk menjaga keberlangsungan hidup mereka, bagi manusia aspek puasa bukan hanya terkait kesehatan tubuh, namun lebih holistik sangat terkait dengan kesehatan mental dan spiritual.

Puasa akan membuat tubuh menghemat pemakaian energi. Kenapa? Sebab energi akan lebih banyak dialokasikan pada fungsi pembuangan untuk melakukan pembersihan di dalam tubuh. Puasa menyempurnakan proses pembersihan atau purifikasi tubuh dari berbagai efek yang bersifat racun, sekaligus meningkatkan aliran energi ditubuh, termasuk energi spiritual.

Maka saat puasa adalah waktu yang tepat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Saat puasa dianjurkan untuk lebih banyak menenangkan diri, banyak banyaklah berdoa dan berdzikir, atau membaca Al Qur’an untuk berkomunikasi  dengan Allah. Energi spiritual kita sedang meningkat, jiwa terasa lebih tenang, lebih mudah mengasup perasaan khusuk dalam beribadah. Suasana batin yang tenang ini akan memunculkan perasaan damai, lembut, dan fikiran yang gampang gembira.

Hindari semua hal yang akan menimbulkan rasa dengki, amarah dan stress di pikiran. Semua rasa negatif tadi akan menguras energi tubuh dan akan meracuni tubuh, pikiran dan jiwa. Rilekslah dalam menjalani hidup, fokuskan pada melakukan kebaikan dan kebermanfaatan. Maka energi spiritual saat puasa akan terasa melimpah di dalam diri.

Dulu saat masih sakit GERD, saya pernah detoks sebanyak 3 kali dengan melakukan juice fasting (hanya makan buah buahan selama 7 hari). Saya juga rutin menjalani puasa senin kamis, pernah juga selama 3-4 bulan melakukan puasa Daud. Menurut saya, salah satu ikhtiar yang mempercepat kesembuhan saya dari penyakit GERD ini (setelah Taufiq dr Allah) adalah puasa. Oleh sebab itu saya sangat menyarankan teman teman yang menderita sakit gerd / atau penyakit berat lainnya untuk rutin melakukan puasa.

Diawal melakukan puasa pasti akan terjadi reaksi yang tidak nyaman ditubuh. Dalam istilah pengobatan kedokteran modern dikenal dengan gejala kemunduran (withdrawal symtomps), namun dalam konsep pengobatan alami justru sebaliknya disebut gejala penyembuhan (healing symtomps) atau krisis penyembuhan (healing crises). Gejala tersebut memang mirip penyakit, sehingga banyak yang takut dan menganggap sebagai penyakit, seperti flu, diare, pusing, nyeri otot, demam, konstipasi, warna urin menjadi keruh, dll. Bahkan sampai pada gejala psikologis seperti sulit tidur, mood yg gampang berubah, gampang bete, mudah tersinggung, cemas dll.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel