Iklan Atas Artikel

Mengenal Khasiat serta Bahaya Efek Samping Daun Kratom untuk Kesehatan

Khasiat dau kratom dan efek sampingnya

Indonesia merupakan negara eksportir kratom terbesar ke pasar mancanegara. Kratom tanaman asli nusantara ini mampu tembus pasar dunia. Tanaman yang terbukti bisa jadi ramuan herbal penenang. Namun legalitasnya kini menjadi sorotan, karena efek kratom dianggap bikin kecanduan mirip narkotika.

Sekilas tak ada yang istimewa maupun aneh dari tanaman kratom. Daunnya hijau muda berkelir merah. Tinggi pohonnya mencapai dua meter. Kratom masih keluarga kopi, termasuk tanaman tropis endemik yang cuma bisa ditemukan di Aceh, Kalimantan, Malaysia, Filipina, Thailand, serta Papua Nugini.

Belum ada catatan sejarah yang akurat menunjukkan kapan kratom mulai dikonsumsi. Tapi dari segi manfaatnya sudah banyak dikenal orang sejak dulu. Daunnya bisa langsung dikunyah. Atau jika mau, ditumbuk hingga halus dan diseduh air panas mirip teh. Rasanya satu-satunya hal yang buruk dari kratom adalah rasa pahit bukan kepalang.

Kratom, pendek kata, adalah daun ajaib. Ia konon punya efek menenangkan sekaligus pengurang rasa sakit. Bahkan khasiatnya dikenal sebagai obat herbal buat kelelahan, insomnia dan anti-inflamasi. Konon pula, kratom bisa membantu mengurangi kecanduan narkoba.

Lima tahun terakhir, terlepas dari manfaatnya yang kesohor, kratom jadi perdebatan nyaris tak berkesudahan. Walau bagaimanapun, pohon kratom adalah sandaran hidup bagi puluhan ribu petani di beberapa provinsi Pulau Kalimantan. Hal ini sangat dirasakan oleh para petani pada waktu harga karet&sawit turun, para petani itu berbondong-bondong berganti menanam kratom. Harga sekilo kratom lumayan mahal, satu kilonya mencapai Rp 420 ribu. Wajar saja, karena permintaan pasar yang tinggi terutama di negara Amerika Serikat, salah satu pangsa pasar terbesar kratom.

Berdasarkan data yang diperoleh Asosiasi Kratom Amerika Serikat, sedikitnya ada lima juta pengguna kratom saat ini. Sementara data dari Botanical Education Alliance mengungkap ada 10.000 vendor kratom di AS pada 2016. Nilai pasarnya mencapai US$1 miliar. Angka itu disinyalir bakal terus bertambah jika tak ada aral melintang.

Meskipun sudah menjadi komoditas ekspor, masih banyak orang yang belum mengetahui tentang kratom; meskipun kratom telah banyak digunakan di beberapa negara. Pohon kratom yang nama latinnya Mitragyna speciosa (dari keluarga Rubiaceae), dikenal juga di Indonesia dengan nama daun purik atau ketum, dan telah lama digunakan sebagai obat herbal penghilang rasa sakit. Penggunaanya juga dalam berbagai ramuan, bisa berupa kapsul, tablet, bubuk, dan cairan.

Dari info yang kami peroleh dibalik segudang manfaat yang terkandung di dalamnya ternyata kratom berpotensi menimbulkan beberapa efek berbahaya bagi tubuh, dikarenakan adanya kandungan beberapa zat kimiawi, berikut ini kami lampirkan beberapa bahaya penyalahgunaan kratom

1. Ketergantungan

Salah satu efek negatif kratom adalah membuat Ketergantungan. Hal ini dapat terjadi jika daun kratom digunakan secara teratur untuk jangka waktu tertentu. Efeknya jika konsumsi kratom dihentikan setelah terjadi ketergantungan, maka dapat memicu gejala withdrawal atau lebih dikenal sebagai sakau, di antaranya adalah nyeri otot dan tulang, tremor, mual, kelelahan, pilek, perubahan suasana hati, halusinasi, delusi, insomnia, bahkan depresi.

2. Interaksi negatif saat dicampur dengan obat lainnya

Oleh karena bentuk dari olahan kratom yang beragam seperti bentuk kapsul, tablet, bubuk, atau cairan, maka kratom dapat dengan mudah dikombinasikan dengan obat/campuran lainnya. DEA menyebutkan bahwa mencampur kratom dengan zat psikoaktif lainnya dapat sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan interaksi negatif satu sama lain, di antaranya adalah kejang-kejang.

3. Kemungkinan overdosis


Produk kratom banyak dijual tanpa disertai keterangan batas dosis yang dianjurkan, sehingga meningkatkan risiko terjadinya overdosis kratom. Ada beberapa gejala overdosis penggunaan kratom di antaranya adalah kelesuan, tremor, mual, delusional, dan halusinasi. Dampak lainnya adalah apabila penggunaan dalam dosis tinggi dan untuk jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan hati dan gagal ginjal.

Apakah daun kratom legal untuk digunakan?

Mengingat kandungan kimiawi yang mirip narkotika maka di Indonesia, kratom telah dimasukkan ke dalam daftar New Psychoactive Substances (NPS) oleh Laboratorium Badan Narkotika Nasional (BNN). Walaupun sampai saat ini kratom belum dicantumkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 13 tahun 2014.

Kratom diyakini mampu memberikan efek seperti opiat dan kokain. Sekalipun keberadaannya telah dimasukkan ke dalam NSP, peredaran kratom belum diatur oleh undang-undang, sehingga legalitasnya pun masih dipertanyakan. Alhasil, hingga saat ini, pro kontra akan kelayakan kratom masih mengemuka, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Lalu, apakah kratom masih aman digunakan sebagai obat?

Jika kita perhatikan penyebab timbulnya kontroversi kratom adalah karena efek samping yang dapat ditimbulkannya. Penggunaan kratom secara terus menerus dapat menyebabkan kecanduan, anoreksia, dan insomnia. Bahkan dalam dosis rendah pun, kratom dapat menyebabkan efek samping seperti halusinasi dan anoreksia.

Baca juga: Inilah Tumbuhan Herbal yang Siap Atasi Masalah Kewanitaan anda Dengan Tuntas

Peneliti telah mengkonfirmasi sifat adiktif dari kratom dan menemukan bahwa penggunaan kratom secara berlebih dapat menyebabkan masalah dengan kemampuan belajar, memori, dan kemampuan kognitif lainnya. Selain itu, kratom juga dapat menyebabkan efek samping seperti mual, berkeringat, tremor, ketidakmampuan tidur atau insomnia, dan halusinasi.

Terlepas dari kontroversi diatas, hingga saat ini belum ada aturan mengenai kratom khususnya mengenai peredaran, dampak, dan penggunaannya, maka Anda perlu mengawasi anggota keluarga Anda mengingat kratom masih dijual secara bebas, terlebih manfaat kratom juga masih dipertanyakan secara medis.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel