Iklan Atas Artikel

Ini Yang Aku Lakukan Ketika Salah Transfer Beda Bank


Beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 18 bulan September 2019 aku melakukan kesalahan transfer. Kejadian ini pertama kali menimpaku. Meskipun nominalnya tidak seberapa, namun kejadian ini cukup membuatku menyesali diri sendiri dan sedih. Namun apa daya nasi sudah menjadi bubur.

Kenapa bisa salah transfer?

Mungkin lain orang lain ceritanya. Sedangkan kasus salah transfer yang aku alami kronologisnya begini:

Siang itu aku mendapat telpon dari ibuku yang intinya ibu sedang membutuhkan uang. Dan kebutuhannya cukup mendesak. Namun disaat bersamaan ada chat dari guru anakku yang mengabarkan kalau anak sudah menunggu dijemput. Maka tidak menunggu lama-lama. Segera saja setelah talpon ditutup aku buka aplikasi mobile banking yang ada di Smartphone.

Sudah menjadi kebiasaanku jika transfer menggunakan mobile banking. Langsung aku masukan no rekening tujuan. Karena merasa sudah biasa transfer dan keadaan terburu-buru untuk menjemput anak. Ternyata nomor rekening yang saya input salah. Dan tanpa dicek nama pemiliknya langsung saja klik tombol ok. Wuus yang terkirim, tapi salah no tujuan.

Dari mana tahu salah kirim?

Setelah beberapa saat ditransfer saya konfirmasi ke ibu apakah uangnya sudah masuk? Kata ibu belum. Oo mungkin ada sedikit gangguan ya sudah tunggu aja, sampai sekitar satu jam berikutnya belum juga masuk maka saya ingin memastikan langsung ke kantor cabang bank terdekat. Betapa kagetnya ketika dicek bareng pak satpam ternyata salah kirim. Kok bisa? Iya nama pemilik rekening berbeda dengan nomor rekening ibu. Astaghfirullah.

Karena waktu itu sudah sore sekitar jam empat kantor bank sudah tidak melayani, maka aku tunda sampai keesokan harinya.

Keesokan harinya aku langsung pergi menuju kantor bank yang sesuai dengan bank tujuan. O iya salah transfer yang saya alami ini salah transfer dengan bank yang berbeda. Antara bank milikku dan bank yang saya transfer.

Pertama kali yang saya temui adalah pak stpam, seperti biasa pak satpam akan menanyakan atau menawarkan bantuan dengan pertanyaan yang khas, ada yang bisa dibantu? Sayapun menjelaskan maksud dan tujuan saya. Setelah itu pak satpam mengarahkan aku ke bagian CS.

Sambil menyodorkan nomor antri saya mulai menyampaikan masalah yang sedang saya hadapi. Saya menjelaskan bahwa saya salah transfer dari bank yang berbeda. Mendengar penjelasanku CS menjelaskan panjang lebar tentang prosedur salah transfer terutama beda bank.

Pada intinya jika terjadi salah transfer dengan bank yang berbeda maka urusan kita adalah dengan pihak bank yang kita menabung disitu. Maka sayapun diarahkan ke bank yang saya menjadi nasabahnya yaitu bank X

Sesampainya di bank X, saya menjelaskan sesuai keterangan yang saya dapatkan dari bank Y, bahwa kesalahan transfer beda bank menjadi tanggung jawab bank pengirim.

Mendapatkan penjelasan saya bagian CS pun bersegera meminta data-data saya seperti KTP dan Kartu rekening. Serta mengisi form yang berisi keterangan masalahnya. Setelah sekian lama proses pengaduan saya dilakukan. Laporan dinyatakan telah terkirim ke kantor pusat bank tujuan, bank Y (yang salah transfer) dan CS mengatakan untuk ditunggu prosesnya beberapa hari kedepan

Perlu teman-teman ketahui bahwa penyelesaian kasus salah transfer adalah tanggung jawab pihak bank. Dalam arti segala sesuatu yang menyelesaikannya antar pihak bank tersebut bank X dan bank Y. Sementara nasabah bersifat pasif cukup menunggu hasilnya.

Waktu pun berlalu namun belum juga ada jawaban, maka akupun kembali lagi ke bank X bank saya, untuk mengetahui perkembangannya. Tanpa membutuhkan waktu lama pihak CS langsung membuka dokument laporan saya beberapa hari sebelumnya.

Merasa belum juga ada perkembangan positif pihak bank kembali mengajukan laporan atas masalah saya kali ini ada dokumen tambahan yaitu saya diminta untuk menyertkan surat yang berisi kronologi kejadian salah transfer. Mungkin surat ini bertujuan untuk menguatkan bukti pengaduan. Selesai itu CS menyampaikan bahwa surat pengaduan sudah dikirim ke pihak bank tertransfer bank Y. Saya diminta untuk menunggu sebulan kemudian untuk melihat hasilnya.

Akupun pulang ke rumah dengan membawa sebongkah harapan agar uangku bisa kembali jika tidak seluruhnya minimal separuhnya.

Apakah uangnya kembali?

Menurut teman-teman kira-kira berhasil tidak? Sebenarnya sedari awal saya sudah ikhlaskan uang yang salah transfer itu. Dalam arti saya tidak begitu berharap uangnya bisa kembali. Adapun usaha yang saya lakukan untuk sekedar memenuhi kewajiban ikhtiar dan hasilnya terserah Alloh.

Waktupun berlalu. Sudah dua bulan lebih lamanya. Namun ternyata belum juga ada kabar. Maka saya putuskan untuk tidak menghubungi lagi pihak bank bersangkutan. Walhasil sampai saat ini belum ada tanda-tanda uangnya kembali.

Kesimpulan

Jika sobat mengalami salah transfer -semoga tidak pernah - maka langkah yang bisa sobat lakukan adalah hubungi pihak bank anda karena nanti pihak bank anda yang aktif memproses laporan kesalahan transfer dengan pihak bank tertransfer.

Siapkan dokumen pribadi yaitu KTP dan rekening bank sebab ini nanti yang akan diminta oleh pihak bank sebagai dokumen pelengkap.

Laporkan kronologis kejadian dengan sebenar-benarnya. Sampaikan secara detail.

Ikuti arahan yang disampaikan oleh pihak bank, jika diminta mengisi form isian lakukan sesuai dengan kolom isian yang ada.

Selanjutnya berdoa semoga nasib baik berpihak pada anda namun jika tidak berhasil juga ikhlaskan saja. Siapa tahu bisa bernilai sadaqah buat anda.

Peringatan

Kesalahan transfer bisa terjadi pada siapa saja. Namun bersikap hati-hati dan teliti sebelum transfer memang penting untuk diperhatikan. Seperti cek ulang nomor tujuan dan Nama pemilik rekening tujuan jika sudah sesuai silahkan lanjutkan transaksi transfernya. Tidak tergesa-gesa dan lakukan pada waktu yang tidak terlalu sibuk.

Ini adalah ceritaku bagaimana dengan ceritamu? Semoga tulisan ini bermanfaat bagi anda yang mengalami kasus serupa yaitu salah transfer beda bank.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel