Iklan Atas Artikel

Tips Mencegah Risiko Baby Blues Pasca Melahirkan


Berhasil melahirkan buah hati dengan normal dan selamat menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seorang ibu. Namun tidak semua wanita yang telah melahirkan serta merta menjadi bahagia, bahkan ada sebagian kondisi wanita pasca melahirkan justru mengalami berbagai masalah baru semisal baby blues.

Apa itu babby blues? Babby Blues adalah sebuah kondisi perubahan psikis pasca melahirkan, yakni munculnya perasaan cemas, khawatir, ketakutan dan berbagai macam perasaan yang menggoncangkan kejiwaannya pasca melahirkan. Dampak dari kondisi ini bukan hanya dirasakan oleh ibunya saja namun akan berdampak pada bayinya juga.

Penyebab Baby Blues

Wanita yang telah mengandung selama 9 bulan dan melahirkan dengan proses yang menyakitkan dan melelahkan, harus menyesuaikan dengan peran barunya sebagai ibu. Bayi mungil yang dulunya tidak ada. sekarang hidupnya tergantung penuh padanya dan hadir di tengah-tengah keluarga. Seorang istri yang dulunya hanya mengurusi suami dan keperluan pribadinya, sekarang harus 'tersedot' perhatiannya ke bayi mungil tersebut. Belum lagi, perhatian orang dekat yang dulunya tersentral ke wanita yang sedang hamil, sekarang beralih ke bayi mungilnya. Peran baru yang menuntut perhatian, pengorbanan, baik fisik dan mental, jika tanpa dukungan orang sekitar bisa menyebabkan perasaan tidak berdaya, marah, serta putus asa, yang timbul secara tiba-tiba.

Menyandang peran barunya sebagai ibu menyebabkan sebagian wanita merasa tidak berdaya, murung, sedih yang berlarut-Iarut, marah, dan putus asa. Dengan perasaan ini terkadang menimbulkan perasaan negatif (tidak senang, bahkan anti pati) terhadap bayinya, keinginan untuk meninggalkan keluarga, bahkan terkadang ada niatan untuk bunuh diri. Perasaan negatif inilah yang disebut dengan depresi pasca melahirkan.

Depresi pasca melahirkan bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia, jenis pekerjaan, tingkat sosial ekonomi, dan jenjang pendidikan. Semua wanita yang baru melahirkan bisa terserang gangguan ini. Depresi ini bisa berlangsung sebentar (singkat), namun ada yang mengalaminya hingga bertahun-tahun. Jika ada ibu yang mengalami kasus semacam ini, maka peran suami dan anggota keluarga lain sangat dibutuhkan. Tindakan lanjutan pun perlu dipertimbangkan, yaitu menemui dokter atau psikolog.

Para ahli menyebutkan gangguan ini muncul disebabkan karena peran baru sebagai wanita yang membutuhkan daya adaptasi yang tidak mudah, depresi selama masa kehamilan, proses kelahiran yang sulit, tidak ada dukungan dari orang terdekat, kehidupan perkawinan yang penuh tekanan dan sulit. Kondisi inilah yang menjadi pemicu gangguan babby blues pasca persalinan. Dengan mengetahui penyebabnya, maka penanganannya pun semakin mudah.

Dengan dukungan dari orang terdekat, adanya tempat untuk berbagi, pemahaman yang positif terhadap proses kehamilan dan kelahiran, serta pembagian tugas akan meringankan beban Ibu dalam menyandang peran barunya. Proses adaptasi akan peran baru pun akan terIampaui dengan baik.

Namun jika ternyata gangguan tersebut tampak serius hingga menyebabkan rasa murung yang berlebihan, antipati terhadap anak, adanya upaya meninggalkan rumah, atau bahkan ada upaya untuk melakukan tindakan bunuh diri, maka bantuan psikiater profesional sangat diperlukan.

Tips Mengurangi Risiko Baby Blues :

▪ Persiapkan mental terhadap peran baru sebagai Ibu. Bayangkan sejumlah 'kerepotan' mengurus bayi Jauh hari sebelum bayi lahir.
▪ Berbagi peran dan tanggung jawab dengan suami.
▪ Jauh hari, delegasikan sejumlah tugas kepada orang lain (misalnya keberadaan pembantu untuk membantu pekerjaan rumah tangga).
▪ Komunikasi yang terbuka dengan suami dan orang dekat lainnya.
▪ Minta support (dukungan) moril kepada keluarga dekat.
▪ Perlu pendampingan dari keluarga dekat, hingga beberapa hari setelah melahirkan.
▪ Perbanyak asupan omega 3.
▪ Istirahat yang cukup. 
▪ Sesekali bisa melakukan refreshing (jalan-jalan, silaturahmi, menekuni hobi) di sela-sela mengurus bayi.
Dengan memahami ciri-ciri, penyebab gangguan baby blues dan tips penanganannya diharapkan setiap ibu yang baru melahirkan segera pulih baik secara fisik maupun psikis, serta terhindar dari masalah-masalah kejiwaan yang bisa membahayakan keselamatan diri dan bayinya. Semoga penjelasan pada artikel ini bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel