Iklan Atas Artikel

Menjelang Persalinan Lakukan 3 Persiapan Berikut Ini


Tidak dipungkiri bahwa waktu-waktu yang menegangkan bagi wanita hamil adalah detik-detik menjelang persalinan. Meskipun sudah disadari bahwa melahirkan= kebahagiaan, namun bayang-bayang hal buruk yang akan dihadapi terus terngiyang dalam alam bawah sadar calon ibu.

Karena fikiran inilah yang mengakibatkan kebanyakan wanita labil dan bahkan menyebabkan stres menjelang masa persalinan. Sehingga akan memperburuk kondisi fisik maupun psikis. Padahal semestinya waktu-waktu menjelang persalinan seorang calon ibu dalam kondisi sehat dan nyaman. Berikut ini beberapa persiapan menjelang persalinan yang wajib dilakukan.

Persiapan fisik

Menanti waktu persalinan yang tinggal menghitung hari, calon ibu bisa mengisi waktu-waktunya dengan persiapan fisik. Tetap lakukan senam hamil, sehingga membuat calon ibu terbiasa dengan gerakan-gerakan yang akan mempermudah proses kelahiran. Gerakan yang selalu dilatih akan membuat tubuh mudah beradaptasi, sehingga secara bawah sadar telah siap menyongsong masa kelahiran. Beberapa olah raga ringan blsa tetap dijalankan untuk melengkapi senam hamil, misalnya berjalan pagi secara rutin, selain tetap menjaiankan rutinitas harian semisal masak, menyapu dan aktifitas ringan lainnya.

Persiapan mental

Wanita yang sedang hamil tua biasanya mengalami kecemasan ketika menghadapi prosesi kelahiran. Hal ini dialami oleh semua calon ibu, baik yang pernah melahirkan atau yang belum pernah melahirkan. Calon ibu seringkali beranggapan bahwa proses melahirkan merupakan proses yang sangat menyakitkan. Paradigma ini telah mengakar dan 'tertancap' di alam bawah sadar mereka, sehingga membuat mereka ketakutan dalam menghadapi proses kelahiran. Pengetahuan tentang proses kelahiran serta apa yang akan dirasakan dan dialami oleh wanita hamil sangat diperlukan untuk mengatasi kecemasan tersebut. Pengetahuan ini akan mempersiapkan mental calon ibu untuk menjalani hari kelahiran.

Proses kelahiran ditandai dengan proses kontraksi rahim Yang menyakitkan. Calon ibu bisa mengolah emosi diri untuk mengurangi rasa sakit ini, misalnya dengan membangun paradigma bahwa kelahiran merupakan suatu hal yang positif dan alamiah, walaupun mengalami rasa sakit namun tidak perlu dilebih-lebihkan. Misalnya dengan membentuk paradigma baru bahwa kontraksi yang menyakitkan merupakan proses yang harus dilalui agar anak kita segera keluar dan ingin bertemu dengan ayah dan ibunya di dunia; membayangkan karunia Allah berupa anak akan semakin dekat waktunya; bayangan akan ‘iming-iming' dari Allah berupa pahala yang setara dengan jihad; bayangan jika proses itu harus dilalui dan sekarang telah mendekati 'hasil akhirnya' berupa bayi yang akan segera bisa dipeluk; mengembalikan ke impian semula bahwa bayi inilah yang telah lama diharapkan kehadirannya. Dengan bayangan yang indah, maka para calon ibu bisa mengganti paradigma lama menjadi paradigma baru, yaitu kelahiran merupakan suatu peristiwa yang agung dan menyenangkan.

Persiapan spiritual

Proses kelahiran memang menakjubkan sekaligus menyakitkan. Tiada daya dan upaya selain hanya pertolongan Allah maka sandarkan harapan terhadap pertolongan Allah. Karena demikian banyak kasus luar biasa yang di luar nalar manusia, dengan mudah terselesaikan karena uluran tangan Allah. Baca : Keajaiban Dzikir dan Doa Memudahkan Persalinan

Wanita yang sedang mengalami kecemasan ketika menyongsong fase ini, harus selalu mendekatkan diri kepada Allah. Berdoalah agar selalu dimudahkan dalam beragam urusan, termasuk dalam proses kelahiran itu sendiri (jangan lupa untuk memanjatkan doa menjelang kelahiran anak). Minta maaf dan mohonlah doa dari orang tua, niscaya proses kelahiran akan dimudahkan dan dilancarkan. Bukankah salah satu doa yang makbul adalah doa orang tua atas anak-anaknya?

Dengan melakukan tiga persiapan diatas, calon ibu sudah siap menghadapi puncak dari perjuangannya, jihad fii sabilillah dan menyongsong kehadiran sang buah hati yang telah dinantikannya.

Tips Mengurangi Risiko Episiotomi

Episiotomi adalah suatu prosedur dengan memberikan sayatan pada farji (vagina) ketika seorang ibu akan melahirkan bayinya untuk mempermudah pengeluaran bayi tanpa sobekan yang tak beraturan. Hal inilah yang banyak dicemaskan oleh ibu hamil menjelang persalinannya. Sebenarnya hal ini bisa dikurangi risikonya dengan cara melatih elastisitas perineum, sehingga tidak perlu 'disayat' oleh tenaga medis yang membantu ibu ketika melahirkan bayinya. Ibu bisa memijat daerah perineum (antara farji dengan anus) dengan cara :
  • Berilah pelumas pada jari.
  • Letakkan ibu jari pada vagina.
  • Tekan dengan lembut dan kuat perineum ke arah rectum (anus) dan ke arah samping.
  • Lakukan hal ini dengan baik dan teratur.
Demikian uraian singkat mengenai persiapan yang harus dilakukan menjelang persalinan. Semoga penjelasan pada artikel ini menjawab persoalan para calon ibu menghadapi masa kelahiran. Sehingga tidak perlu cemas dan was-was terhadap proses kelahiran. Karena memang sesungguhnya disitulah letak kebahagiaan seorang ibu saat menantikan kehadiran buah hatinya.

Referensi: Buku Panduan Terlengkap Kehamilan bagi Muslimah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel