Iklan Atas Artikel

Melahirkan Tanpa Rasa Sakit dengan Hypnobirthing


Diantara harapan seorang ibu saat melahirkan adalah agar dirinya dan bayinya selamat. Sebuah kebahagiaan yang tak terhingga bagi seorang ibu saat melihat bayinya lahir dalam keadaan selamat.

Perasaan harap dan cemas berkecamuk saat menghadapi persalinan. Kondisi ini yang terkadang mempengaruhi mental sang ibu yang berakibat pada proses persalinan menjadi terhambat dan tak jarang terjadi hal buruk baik terhadap sang ibu maupun buah hatinya.

Salah satu teknik melahirkan yang sedang berkembang saat ini adalah Hypnobirthing. Apa itu Hypnobirthing? Hypnobirthing adalah teknik melahirkan secara alami, yang meliputi relaksasi mendalam, pola pernapasan secara lambat, dan petunjuk cara melepaskan endoriin dari dalam tubuh. Dengan demikian Hypnobirthing memungkinkan calon ibu untuk menikmati proses kelahiran alami yang aman, lembut, cepat dan tanpa proses pembedahan.

Selain berguna untuk mengurangi rasa sakit dan memperlancar proses persalinan, ternyata penggunaan hypnobirthing selama kehamilan dapat mencegah gangguan emosional, baik sebelum ataupun sesudah persalinan. Dengan hypnobirthing, sang calon ibu bisa masuk ke alam pikiran bawah sadar dan berbicara dengan sang bayi yang masih dalam kandungan. Hypnobirthing membantu seorang wanita untuk mengkoordinasikan fungsi mind, body, and soul (pikiran, tubuh, dan jiwa) secara harmonis sehingga mendapatkan perasaan bahagia dalam proses persalinan maupun saat masa kehamilan dan pasca melahirkan.

Lanny Kuswandi, seorang ahli hipnotis (hipnoterapis) dari Pro-V Clinic Cempaka Putih, Jakarta menyatakan bahwa hypnobirthing adalah upaya sugesti diri agar bisa menghadapi persalinan secara lebih rileksasi.

Persalinan ini merupakan hasil kerja sama (team work) dari ayah-ibu-janin, sehingga hypnobirting memang melibatkan semua pihak. Lalu, siapa saja yang bisa melakukan teknik ini? Pada dasarnya semua orang mampu melakukannya. Dengan mengikuti pelatihan singkat dari pakar hipnoterapis, calon ibu dan calon ayah bisa mengikuti dan menerapkannya. Hal ini bisa juga dilakukan dengan mempelajari CD atau buku-buku yang mengulas tentang masalah ini. Namun orang yang lebih utama untuk menerapkan teknik ini adalah wanita hamil itu sendiri, sehingga ketika ada keluhan fisik/ emosi selama kehamilan atau ketika menghadapi proses kelahiran, ia bisa menerapkan teknik tersebut sendiri. Adapun suami bisa berperan juga sebagai pendamping istri untuk melakukan hipnoterapi, sehingga terdapat jalinan kerja sama antara calon ibu, ayah, dan bayi yang akan dilahirkan.

Selain bermanfaat bagi wanita hamil, hypnobirthing juga bermanfaat untuk janin dan suami. Untuk janin, hypnobirthing akan membuat kedekatan emosi dan ikatan batin yang lebih kuat, karena antara sang ibu dan bayi telah terjalin komunikasi bawah sadar. Janin akan merasa damai dan merasakan sensasi ketenangan, serta pertumbuhan hormon melalui plasenta menjadi lebih seimbang. Suami akan merasa lebih tenang dalam mendampingi proses kelahiran, emosi kehidupan suami-istri lebih seimbang karena biasanya dalam beberapa kasus terdapat wanita hamil yang mudah marah pada suaminya. Semua ini dapat diseimbangkan dengan hypnobirthing.

Unsur utama yang ingin dicapai dari proses hipnotis dalam hypnobirthing adalah relaksasi, visualisasi (gambaran), dan ahrmasi (penegasan). Tujuannya adalah untuk menanamkan keyakinan pada calon ibu bahwa proses persalinan adalah proses alami yang mudah dan tak perlu ditakuti, sehingga membuat persalinan jadi lebih mudah.

Dr. Lanny menyarankan, sebaiknya hypnobirthing dimulai ketika janin berusia 12 minggu. Karena pada saat itulah janin sudah memiliki tiga unsur utama untuk menjalani proses komunikasi antara orang tua dan anak yaitu body, mind, and soul. Namun, kalaupun baru akan memulai hypnobirthing beberapa minggu sebelum persalinan, juga tak mengapa.

Langkah awal dalam hypnobirthing adalah relaksasi. Pada tahap ini, wanita hamil diajak berelaksasi dengan berbaring dan merelaksasi otot mulai dari puncak kepala hingga telapak kaki. Kemudian, calon ibu diarahkan untuk melatih nafas perut. Tujuannya selain untuk mencapai ketenangan, juga memaksimalkan kemampuan mengejan saat melahirkan nanti. Latihan ini sebaiknya dilakukan secara kontinu atau terus dilatih sendiri di rumah.

Pada pertemuan kedua, calon ibu diberikan hipnosis dengan pendulum. Namun, sebelumnya sang calon ibu diberikan visualisasi berupa rekaman perkembangan janin hingga proses persalinan. Visualisasi ini akan membuat calon ibu lebih siap dan mendapat gambaran positif tentang persalinan.

Pada tahap hipnosis, pertama-tama calon ibu diminta mengambil posisi relaks yang paling nyaman. Lalu, ia diajak untuk mendengarkan musik lembut dan menghirup aromaterapi, seraya melakukan tahapan hipnosis dengan pendulum.

Ketika dalam kondisi relaks, secara fisiologis pikiran calon ibu masuk ke gelombang alfa yang frekuensinya 7-14 hertz atau lebih dalam lagi ke gelombang theta yang frekuensinya 4-7 hertz. Pada gelombang ini manusia menghasilkan zat endorphin alami yang berguna untuk menghilangkan rasa sakit. Selain itu sistem metabolisme tubuh menjadi jauh lebih baik dan tubuh bebas dari ketegangan. Sedangkan secara psikologis, segala pengaruh negatif bisa dihilangkan dengan sugesti positif, sehingga segala keyakinan keliru tentang persalinan bisa diganti dengan keyakinan yang lebih positif. Kondisi ini menjadikan emosi lebih stabil, perasaan takut, panik, dan gelisah bisa dilenyapkan sehingga terjalin harmonisasi antara pikiran, tubuh, dan jiwa. Kemudian akan dimasukkan sugesti positif sehingga sang calon ibu akan menjadi lebih tenang, dengan diberi pemahaman melahirkan adalah proses yang membahagiakan (misalnya dengan mengatakan: ”Saya dan janin di dalam kandungan akan tumbuh sehat. Dan saat persalinan akan menghadapinya dengan tenang.") Cara ini bisa diulang sendiri oleh calon ibu saat di rumah. Suami pun boleh dilibatkan karena nantinya akan berperan sebagai pendamping saat persalinan berlangsung.

Nah, pada pertemuan ketiga barulah sang ayah dilibatkan pada terapi yang dilakukan. Pada tahap ini, calon ayah diajak mempelajari massage punggung untuk relaksasi istrinya, juga melakukan kontak dengan janin melalui sentuhan memutar dari punggung ke perut.

Dengan melakukan terapi hypnobirthing sejumlah keuntungan dapat dirasakan calon ibu dan janin yang dikandungnya. Yaitu, antara lain.

a) Mengurangi nyeri

Semakin terlatih dan semakin tenang calon ibu daIam menghadapi persalinan, maka secara alami akan semakin meningkatkan produksi hormon endorphine. Zat ini berfungsi seperti morfin dalam tubuh yaitu mengurangi rasa nyeri.

b) Anak lebih tenang

Pada sebuah penelitian disebutkan bahwa anak yang lahir dari wanita yang melakukan hypnobirthing cenderung memiliki IQ (Intelegensia Quotient), SQ (Spiritual Quotient), dan EQ (Emotional Quotient) yang tinggi. Latihan hypnobirthing juga berfungsi sebagai pengenalan dan upaya memasukkan unsur kedamaian pada anak semenjak dini.

c) Mengurangi risiko Iahir prematur

Salah satu penyebab janin lahir prematur adalah pertumbuhan janin yang kurang optimal semasa dalam kandungan. Dengan hypnobirthing, risiko kelahiran prematur dapat ditekan. Calon ibu bisa menjadi lebih tenang, sehingga sirkulasi darah ke seluruh tubuh juga berjalan lancar. Kelancaran suplai darah ini tentu memengaruhi secara langsung terhadap asupan nutrisi dari ibu ke janin. Sehingga, pertumbuhan janin pun berjalan lancar seiring dengan usia kehamilan.

d) Proses lebih cepat

Hypnobirthing memberi sugesti agar calon ibu lebih relaks dalam menjalani persalinan. Relaksasi ini bisa mengendurkan otot-otot dasar panggul, sehingga proses janin meluncur keluar tak terhambat. Rasa nyeri yang berkurang dan kemampuan olah nafas perut menjadikan calon ibu memiliki energy yang cukup untuk mengejan dan melakukan persalinan dengan lebih cepat. Konon, persalinan dengan hypnobirthing rata-rata memerlukan waktu hingga 2,5 jam.

e) Meningkatkan Produksi ASI

Hypnobirthing bisa memberikan efek relaksasi pada calon ibu setiap saat. Juga, bisa meningkatkan bonding (ikatan batin) antara ibu dan anak saat proses menyusui. Relaksasi ini juga meningkatkan sirkulasi darah di seluruh tubuh, sehingga mampu meningkatkan produksi ASI.

Mengetahui banyaknya manfaat metode Hypnobirthing dalam proses kelahiran, Maka tidak ada salahnya bagi bumil untuk menerapkan metode ini untuk membantu memudahkan proses kelahiran. Tentu saja dengan tetap berkonsultasi dengan bidan maupun dokter kandungan selama masa kehamilan hingga kelahiran.

Referensi: Buku Panduan Terlengkap Kehamilan bagi Muslimah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel