Iklan Atas Artikel

Kelainan-kelainan Sistem Peredaran Darah dan Jantung, Penyebab, Gejala dan Cara Penanganannya

Kelainan-kelainan Sistem Peredaran Darah dan Jantung, Penyebab, Gejala dan Cara Penanganannya

Apa saja kelainan - kelaianan pada sistem Peredaran Darah dan Jantung?

Seperti penjelasan pada artikel sebelumnya Fungsi sistem peredaran darah dan jantung bahwa jantung merupakan organ penting dalam sistem peredaran darah yang memiliki peran penting dalam mengatur darah dalam tubuh manusia. Oleh sebab itu menjaga kesehatan jantung sangat penting dilakukan agar fungsinya berjalan dengan baik.

Salah satu aspek terpenting untuk diperhatikan adalah mengetahui beberapa kelainan-kelainan pada sistem peredaran darah dan jantung. Berikut ini beberapa kelainan, geajala, penyebab, resiko dan cara pencegahannya secara alamiah.

1. Jantung Berdebar (Atrial Fibrillation)

Fibrilasi Atrium (FA) merupakan bentuk gangguan Irama jantung, yang sering disebut aritmia (ketidakteraturan denyut jantung).

Hal yang berbahaya ini menyebabkan ruang atas jantung (atrium) bergetar dan tidak berdenyut sebagaimana mestinya, sehingga darah tidak terpompa sepenuhnya, pada gilirannya dapat menyebabkan pengumpulan dan penggumpalan darah.

Gumpalan ini dapat terbawa sampai ke otak, menyumbat pembuluh arteri, dan mengganggu pasokan darah ke otak. Situasi ini seringkali menjadi awal dari serangan stroke yang gawat dan mematikan. FA meningkatkan kemungkinan terjadinya serangan stroke iskemik (stroke akibat penyumbatan pembuluh darah) sampai dengan 500% yang berpotensi melumpuhkan bahkan mematikan.

Gejala-gejala :

Gejala yang ditimbulkan dari Fibrilasi Atrium adalah :

Detak jantung lebih cepat dan tidak teratur Sesak nafas
Nyeri dada

Penyebab Fibrilasi Atrium :

Terdapat faktor-faktor risiko yang mempengaruhi FA Faktor-faktor resiko ini adalah :

  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Umur yang bertambah
  • Serangan jantung koroner
  • Fungsi otot jantung abnormal
  • Masalah pada klep jantung
  • Kelenjar tiroid yang terlalu aktif
  • Jumlah oksigen yang rendah dalam darah
  • Peradangan dari lapisan yang mengelilingi jantung
  • Masalah paru-paru kronis: asma, emphysema (peradangan paru), bronchitis kronis, dan sebagainya
  • Konsumsi alkohol
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Operasi jantung dan paru
  • Kelainan struktur jantung sejak lahir

2. Hipertensi

Hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah kondisi umum di mana cairan darah dalam tubuh menekan dinding arteri dengan cukup kuat hingga akhirnya menyebabkan masalah kesehatan, seperti penyakit jantung. Tekanan darah ditentukan dengan jumlah darah yang dipompa jantung dan jumlah resistensi terhadap aliran darah pada arteri. Semakin banyak darah dipompa jantung dan arteri menyempit, tekanan darah akan semakin meningkat.

Seseorang bisa mengalami hipertensi selama beberapa tahun tanpa sebelumnya mengalami gejala. Namun demikian, dalam tehnik diagnose Thibbun Nabawi (Kedokteran Islam), tanda bahwa seseorang memiliki kecenderungan darah tinggi atau tidak dapat diketahui dengan jelas. Hal ini akan memudahkan proses pengobatannya secara preventif dan menyeluruh.

Tekanan darah yang tidak dikontrol dapat meningkatkan risiko kesehatan yang lebih serius seperti serangan jantung, stroke, bahkan sampai tingkat yang mengancam nyawa.

Gejala hipertensi :

Gejala hipertensi pada seseorang dapat tidak umum tahap awal, bahkan pada banyak kondisi gejala baru jika sudah tahap yang mengkhawatirkan, seperti :
  • Sakit kepala
  • Perdarahan dari hidung
  • Pusing
  • Wajah kemeraha
  • Mimisan
  • Kelelahan
  • Dan sebagainya
Penyebab Hipertensi dan Faktor Risiko:

Untuk mengetahui penyebab tekanan darah tinggi, menjadi dua:

a. Hipertensi primer (esensial)

Untuk kebanyakan orang dewasa, tidak terdapat identifikasi penyebab dari tekanan darah tinggi. Tipe tekanan darah tinggi ini, disebut hipertensi “essential” atau hipertensi primer, cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun.

b. Hipertensi sekunder

Beberapa orang mengalami hipertensi karena kondisi/gangguan yang merupakan penyebab utama (underlying conditon). Tipe tekanan darah tinggi ini, disebut tekanan darah tinggi sekunder, cenderung muncul tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah lebih tinggi dari pada hipertensi primer. Berbagai kondisi dan pengobatan dapat menyebabkan hipertensi sekunder. termasuk di antaranya:
  • Tumor “adrenal gland"
  • Pengobatan tertentu, seperti pil KB, obat-obat pilek, dekongestan, pereda nyeri dan beberapa resep obat
  • Kelainan tertentu pada pembuluh darah yang didapat sejak dilahirkan
  • Obat-obatan illegal, seperti kokain dan "amphetamines” (obat yang merangsang system syaraf pusat)
  • Masalah Ginjal
Faktor resiko :

Tekanan darah tinggi memiliki beberapa faktor risiko, antara lain :
  • Usia, resiko tekanan darah tinggi meningkat dengar bertambahnya usia
  • Latar belakang keluarga dan ras/suku
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Tidak aktif secara fisik. Denyut jantung orang-orang yang tidak aktif cenderung lebih tinggi. Sehingga semakin keras jantung Anda harus bekerja dengan setiap kontraksi dan semakin kuat gaya pada arteri Anda. Kekurangan aktivitas fisik juga meningkatkan risiko kelebihan berat badan.
  • Merokok
  • Terlalu banyak mengandung garam (sodium). Hal ini dapat menyebabkan tubuh menahan cairan yang meningkatkan tekanan darah.
  • Terlalu sedikit mengkonsumsi potasium. Potasium membantu menyeimbangkan jumlah dari sodium di dalam darah. Potasium terdapat pada ubi, tomat, daun bit, kacang panjang, wortel, pisang, jeruk, dan sebagainya.
  • Terlalu sedikit vitamin D di dalam darah. Vitamin D dapat mempengaruhi enzim yang diproduksi oleh ginjal yang mempengaruhi tekanan darah. Vitamin D banyak terdapat pada ikan, telur, jamur, dan sebagainya.
  • Terlalu banyak minum alkohol
  • Stres
  • Kondisi kronik tertentu, seperti: kolestrol tinggi, diabetes, penyakit ginjal, dan sleep apnea (sulit bernafas saat tidur).
  • Kehamilan
  • Walaupun tekanan darah tinggi paling umum terjadi pada orang dewasa, anak-anak juga memiliki risiko memiliki tekanan darah tinggi. Biasanya disebabkan oleh masalah pada jantung, hati dan kebiasaan gaya hidup yang buruk (seperti diet yang tidak sehat dan kurangnya olahraga) berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi.
3. Stroke

Stroke adalah serangan otak yang timbulnya mendadak akibat tersumbat atau pecahnya pembuluh darah otak. Dengan kata lain penyakit stroke ini merupakan penyakit pembuluh darah otak (serebrovaskuler) yang ditandai dengan kematian pada beberapa jaringan di otak. Hal ini disebabkan adanya penyumbatan, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah menuju otak sehingga pasokan darah dan oksigen ke otak berkurang. Keadaan ini menimbulkan serangkaian reaksi biokimia yang akan merusakkan atau mematikan seI-sel saraf otak.

Jumlah penderita stroke di |ndonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Pada akhir tahun 2012 lalu, tercatat sekitar 500.000 kasus penderita stroke dengan angka 12.500 orang meninggal. Sementara sisanya mengalami cacat, baik ringan maupun berat.

Penyebab Stroke :

Ada dua faktor yang menyebabkan

1. Faktor risiko medis

Faktor resiko medis yang menyebabkan atau memperparah stroke antara lain hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi), kolesterol, arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah), gangguan jantung, diabetes, riwayat stroke dalam keluarga (faktor keturnan) dan migren (sakit kepala sebelah). Menurut data statistik 80% pemicu stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis.

2. Faktor risiko perilaku

Faktor resiko perilaku disebakan oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. Diantaranya: kebiasaan merokok, mengkonsumsi minuman bersoda dan beralkohol, gemar mengkonsumsi makanan cepat saji (fast food dan junk food), juga makana mengandung lemak tinggi. Faktor resiko perilaku lainnya adalah kurangnya aktifitas gerak / olah raga dan obesitas. Salah satu pemicunya juga adalah ketidakstabilan spiritual, emosi dan mental seseorang.

Pada tingkat awal, masyarakat, keluarga dan setiap orang harus memperoleh informasi yang jelas dan meyakinkan bahwa stroke adalah serangan otak yang secara sederhana mempunyai lima gejala utama yang harus dimengerti dan sangat difahami. Hal ini penting agar semua orang mempunyai kewaspadaan yang tinggi terhadap bahaya serangan stroke.

Gejala utama serangan stroke

- Rasa bebal atau mati mendadak atau kehilangan rasa dan lemas pada muka, tangan atau kaki, terutama pada satu bagian tubuh saja

- Rasa bingung yang mendadak, sulit bicara atau sulit mengerti

- Satu mata atau kedua mata mendadak kabur

- Mendadak sukar berjalan, terhuyung dan kehilangan keseimbangan

- Mendadak merasa pusing dan sakit kepala tanpa duketahui sebab musababnya.

Selain itu harus dijelaskan pula kemungkinan munculnya gejala ikutan lain yang bisa timbul dan atau harus diwaspadai, yaitu :

- Rasa mual, panas dan sangat sering muntah-muntah

- Rasa pingsan mendadak, atau merasa hilang kesadaran secara mendadak

4. Jantung Bengkak

Jantung Bengkak Penyakit jantung bengkak terjadi dimana organ jantung mengalami pembengkakan yang disebabkan dari kurangnya asupan darah dan oksigen menuju jantung sehingga menyebabkan kerusakan katup jantung, tekanan darah tinggi, dan otot jantung menjadi lemah.

Penyebab

Ada beberapa penyebab jantung bengkak:

  • Obesitas
  • Jarang berolah raga
  • Kelainan jantung sejak lahir
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Otot jantung lemah
  • Kerusakan pada katup jantung

Gejala :

  • Gejala seperti flu
  • Nafas pendek
  • Rasa tidak nyaman pada dada
  • Gangguan pencernaan
  • Rasa tidak enak pada bagian atas tubuh (punggung. leher, lengan bahu, pinggul, siku, rahang, tenggorokan hingga daun telinga)


5. Angina Pectoris

Angina Pectoris disebut juga Angin Duduk adalah penyakit iantung iskemia didefinisikan sebagai berkurangnya pasokan oksigen dan menurunnya aliran darah ke dalam miokardium (lapisan otot jantung yang bertugas memompa jantung). Gangguan tersebut bisa karena suplai oksigen yang turun akibat adanya aterosklerosis koroner atau s-asme arteria koroner, atau kebutuhan oksigen yang meningkat. Sebagai manifestasi keadaan tersebut akan timbul Angina pektoris yang pada akhirnya dapat berkembang menjadi infark miokard (kematian miokardium).

Angina pektoris dibagi menjadi 3 jenis yaitu Angina klasik (stabil), Angina varian, dan Angina tidak stabil.

Angina klasik biasanya terjadi saat penderita melakukan aktivitas fisik. Sedangkan Angina varian biasa terjadi saat istirahat dan biasa terjadi di pagi hari. Angina tidak stabil tidak dapat diprediksi waktu kejadiannya, dapat terjadi saat istirahat dan bisa terjadi saat melakukan kegiatan fisik.

Angina biasanya dirasakan sebagai :

  • tekanan
  • keberaan
  • pengetatan
  • pemerasan, atau nyeri diseluruh dada, terutama dibelakang tulang dada. Nyeri ini seringkali menyebar ke leher rahang, lengan-Iengan, punggung, atau bahkan gigi-gigi.


Pasien-pasien mungkin juga menderita:

indigestion (salah cerna), heartburn (nyeri di hulu hati), kelemahan, berkeringat, mual, kejang, dan sesak napas.

Angina biasanya terjadi waktu latihan, stres emosi yang Darah. atau setelah makan yang berat. Selama periode-periode ini, otot jantung menuntut lebih banyak oksigen darah daripada arteri-arteri yang menyempit dapat berikan.

Angina secara khas berlangsung dari 1 sampai 15 menit dan dibebaskan dengan istirahat atau dengan konsumsi Deep Squa dosis tinggi 3 kapsul @ 800mg, ulangi setiap 3-4 jam. Deep Squa akan mengendurkan pembuluh-pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah, sehingga otot jantung akan mendapat oksigen yang cukup dari Deep Squa, dan membebaskan angina/tekanan.

6. Jantung Koroner

Jantung koroner merupakan suatu kondisi jantung yang tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya, karena otot jantung mengalami kerusakan akibat kekurangan oksigen.

Penyebab :

penyebab utama PJK adalah penyempitan pembuluh darah akibat menumpuknya lemak (HDL) yang dikenal sebagai aterosklerosis secara terus menerus

Gejala jantung koroner :

  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Serangan Jantung


Diagnosis secara Medis:

Dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan pasien, kemudian melakukan pemeriksaan fisik dan tes darah rutin. Beberapa pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi adanya penyakit jantung koroner, antara lain:

Elektrokardiografi (EKG), dengan pemeriksaan EKG dapat diketahui kemungkinan adanya kelainan pada jantung dengan tingkat ketepatan 40%.

Echocardiografi, dengan menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar jantung. Selama proses ini, dokter dapat menentukan apakah semua bagian dari dinding jantung berkontribusi biasa dalam aktivitas memompa jantung. Bagian yang bergerak lemah mungkin telah rusak selama serangan jantung atau menerima terlalu sedikit oksigen. Ini mungkin menandakan arteri koroner atau berbagai kondisi lain.

Kateterisasi Koroner, untuk melihat aliran darah melalui jantung, dokter menyuntikkan cairan khusus ke dalam pembuluh darah. Hal ini dikenal sebagai angiogram. Cairan disuntikkan ke dalam arteri jantung melalui pipa panjang, tipis, fleksibel (kateter) yang dilewati melalui arteri, biasanya di kaki, ke arteri chanting. Pewarna menandai bintik-bintik penyempitan dan penyumbatan pada gambar sinar-X.

Jika pasien yang diperiksa memiliki penyumbatan yang membutuhkan perawatan, balon dapat didorong melalui kateter dan ditiup untuk meningkatkan aliran darah da|am jantung.

Pencegahan yang dapat dilakukan :

  • Berhenti merokok
  • Menurunkan tekanan darah
  • Mengurangi berat badan
  • Menghindari makanan berlemak dan memperbanyak konsumsi makanan berserat
  • Melakukan olah raga
  • Konsumsi Deep Squa dosis 2x1 kapsul @ 800mg untuk menjaga kelenturan pembuluh darah dan memperlanjar ialanya darah dan oksigen ke seluruh tubuh.

Dampak yang ditimbulkan oleh Penyakit Jantung Koroner Penyakit ini bisa menimbulkan nyeri dada (angina) yang timbul setelah bekerja berat atau ketegangan emosi, ketika meningkatnya kebutuhan jantung akan oksigen yang tidak dapat dipenuhi akibat penyempitan arteri koroner.

PERAWATAN ALAMIAH PADA SISTEM PEREDARAN DARAH

Untuk melakukan pencegahan dan perawatan agar terhindar dari berbagai kelainan-kelaianan diatas anda bisa melakukan beberapa langkah dibawah ini:

  • Menjaga stabilitas spiritual, mental, dan emosi 
  • Rutin berbekam
  • Mandi sauna
  • Olah raga teratur
  • istirahat yang berkualitas
  • Tidak mengkonsumsi alkohol Mengkonsumsi makanan yang halal dan thoyyib Mengkonsumsi makanan sehat, terutama yang tidak mengandung lemak jahat/LDL
  • Banyak mengkonsumsi sayur dan buah Mengurangi mengkonsumsi garam
  • Memantau berat badan
  • Mengkonsumsi beberapa herba HNI untuk kesehatan jantung dan darah. diantaranya: Deep Squen, Habbatussauda Softgel, GAMAT Kapsul. Extra Virgin Olive Oil, Kopi 7 Elemen, Sari Kurma. Extra Fruit. Billberry, Mengkudu, Madu Asli, Extrafood dan sebagainya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel