Iklan Atas Artikel

Keajaiban Dzikir dan Do'a Untuk Memudahkan Proses Persalinan


Saat hamil adalah kondisi tersulit yang dihadapi oleh seorang wanita. Alloh menyebutkan didalam al-Quran dengan istilah wahnan 'ala wahnin yang artinya -kurang lebih- "derita diatas derita." Puncak dari kesulitan dan rasa sakit yang diderita saat hamil adalah saat melahirkan. Sebuah kondisi yang menjadi perjuangan antara hidup dan mati demi melahirkan buah hati dengan selamat.

Tidak jarang kematian seorang ibu terjadi saat prosesi persalinan. Selain faktor takdir yang wajib kita terima dengan sabar tentu faktor eksternal yang muncul sebagai hukum sebab akibat juga turut menjadi pemicunya. Oleh karena itu berupaya dengan berbagai ikhtiar untuk memudahkan proses persalinan dan meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan wajib dilakukan. Salah satu cara untuk memudahkan proses persalinan yang bisa dilakukan adalah dengan dzikir dan doa.

Seperti yang telah diketahui Doa merupakan senjata umat Islam. Dzikir pun termasuk sarana yang paling utama untuk selalu mengingat Allah. Allah memberikan garansi jika kita selalu mengingat Allah, maka hati akan menjadi tenang. Secara umum, semua orang Islam mengakui hal ini. Namun untuk menerapkannya pada kondisi tertentu, belum banyak muslim yang menyandarkan diri melalui metode doa dan dzikir. Menjadikan doa sebagai solusi dalam menghadapi persoalan sejatinya telah dicontohkan oleh rosululloh. Dalam sebuah riwayat hadits disebutkan bahwa, Ketika Rasulullah menghadapi masalah maka beliau berdoa.

Jika kita perhatikan, beragam teknik persalinan yang membuat tanpa rasa sakit seluruhnya mengandalkan sudut pandang berpikir positif dan perasaan yang tenang.

Pada umumnya metode dzikir sama saja dengan relaksasi dan hypnobirthing, yaitu membuat suasana rileks dengan upaya menyuntikkan sugesti positif terhadap proses kehamilan dan kelahiran. Sehingga terjadi pergeseran paradigma dari peristiwa kehamilan dan kelahiran yang menyusahkan dan menyakitkan menjadi proses yang menyenangkan dan menggembirakan.

Doa dengan beragam permintaan, dengan bahasa apa pun harus kita sertakan dalam setiap sendi kehidupan, tak terkecuali dalam proses kelahiran anak yang menurut banyak wanita sangat menakutkan. Bukalah kembali bab doa yang sebaiknya dipanjatkan oleh wanita ketika hamil dan menjelang persalinan.

Selain doa yang terus dipanjatkan, terapi zikir bisa meminimalisir atau bahkan menghilangkan rasa sakit. Teknik ini bisa diterapkan sejak masih dalam kandungan mengalami kontraksi, yaitu menginjak usia 6 bulan. Beberapa tahapan di bawah ini bisa dijadikan sebagai ilustrasi, bagaimana metode dzikir bisa mengalihkan rasa sakit ketika proses kelahiran.

1. Perut sering ”kenceng" akibat kontraksi bayi menuju "mapan" ini terjadi ketika usia kandungan kira-kira 6 bulan ke atas. Setiap ”kenceng", alihkan perhatian dengan melakukan rileksasi dan dzikir, sehingga fokus sakit berpindah ke rasa nyamannya berdzikir.

2. Praktik relaksasi harus lebih sering dilakukan menjelang hari H persalinan.

3. Ketika saat-saat pembukaan tiba, timbul rasa nyeri yang menyebar semakin lama semakin intens datangnya (kontraksi). Ini merupakan tanda proses 'bukaan' lahir telah dimulai. Berhubung datangnya kontraksi bisa diprediksikan, maka ketika akan merasakan puncak sensasi kontraksi, lakukan relaksasi untuk merilekskan tubuh, batin, dan jiwa sehingga rasa sakit terkurangi atau malah teralihkan. Relaksasi bisa dilakukan oleh calon ibu sendiri maupun bisa dibantu oleh suami. Pusatkan perhatian ke daerah panggul dan jalan lahir dengan merilekskan 'daerah' ini berulangulang, niscaya proses 'bukaan' akan berjalan dengan lembut dan rasa sakit akan berkurang. Nantinya bayi dapat keluar dengan mudah, lancar, dan selamat.

4. Ketika pembukaan di bawah 7, biasanya bidan/dokter masih menyuruh calon ibu untuk berjalan-jalan di area ruang bersalin. Ketika kontraksi datang, beristirahatlah sejenak sambil tetap berdiri dengan disertai upaya relaksasi dzikir, sehingga tubuh dan perasaan tidak tegang. Rasa sakit akibat kontraksi pun akan beralih ke perasaan nikmatnya berdzikir.

5. Mendekati kelahiran, kontraksi yang datang akan lebih sering dengan 'kadar' sakit yang lebih kuat. Biasanya calon ibu sudah merasakan kepayahan untuk berjalan-jalan. Bimbing calon ibu untuk berbaring miring sehingga mempermudah proses bukaan selanjutnya.

Antara suami dan istri bisa saling menguatkan dengan selalu berzikir. Suami bisa mengajak istri untuk menghitung mundur angka 5, 4, 3, 2, 1 agar dapat menciptakan kondisi rileks. Suami bisa berkata: ”Ya Allah…. Ya Allah…, alhamdulillah sebentar lagi Iahir dengan mudah, lancar, selamat, sempurna dan terasa lega.” ”Nikmati zikir, Alhamdulillah... rasakan rasa syukur pada Allah sebentar lagi putra kita lahir ucapkan syukur pada-Nya, Alhamdulillah..."

Energi dzikir menyelimuti tubuh sehingga terasa rileks dan nyaman, rasakan pula energi positif dari Allah itu. Tetap lakukan dzikir dan fokuslah pada nikmatnya dzikir. Pusatkan Perhatian untuk merilekskan daerah panggul dan jalan lahir.

Setelah itu, calon ibu bisa memanjatkan zikir: ”Alhamdulillah ya Allah, terima kasih anugerah-Mu yang sebentar lagi akan lahir…" secara berulang-ulang, sambil diselingi dialog dengan sang calon bayi : ”Adik bantu bunda ya…." Dan seterusnya. Apa pun yang terasa di perut, itu merupakan bentuk respon putra kita maka syukuri karena ia sedang berbahagia karena ingin segera ketemu bundanya. Ucapkan Alhamdulillah..... terus ucapkan Alhamdulillah.. Proses ini sangat membantu untuk merilekskan area pinggul dan jalan lahir.

6. Tidak terasa, proses pembukaan jalan lahir telah genap 10 dan tibalah saatnya untuk melahirkan. Otomatis timbul keinginan untuk mengejan. Dengarkan aba-aba dari dokter/bidan yang membantu. Ketika tiba saatnya untuk diminta mengejan, lakukan seperti ketika mau buang air besar. Secara alamiah, bayi akan memposisikan dirinya sedemikian rupa sehingga memudahkan sang ibu untuk mengeluarkannya. Patuhi aba-aba dari dokter/bidan dan tetap berkonsentrasi terhadap zikir. Tarik nafas... tahan... sambil berzikir. Lakukan sesuai dengan aba-aba yang telah diberikan. Alhamdulillah, bayi pun keluar dengan mudah dan selamat tanpa rasa sakit dan nyeri yang berlebihan.

Metode bersalin dengan dzikir dan doa hakikatnya teknik paling mudah dan tanpa membutuhkan biaya tambahan. Selain karena ekonomis, metode dzikir dan doa saat proses persalinan adalah bentuk ikhtiar dan tawakal seorang hamba kepada sang Pencipta. Tentu saja selain bertujuan untuk memudahkan proses kelahiran doa dan dzikir yang diucapkan saat proses kelahiran juga bernilai ibadah yang besar.

Mengetahui banyaknya nilai positif dari teknik ini, tentu sangat patut dicoba bagi bumil untuk menerapkannya saat prosesi kelahiran untuk mencapai kelahiran yang aman dan mudah tanpa resiko dan biaya yang besar. Semoga Alloh senantiasa memudahkan setiap ibu yang hendak melahirkan dan menjaganya hingga selamat saat melahirkan.

Referensi: Buku Panduan Terlengkap Kehamilan bagi Muslimah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel