Iklan Atas Artikel

Filososfi Santri, Antara Idealisme dan Realita

Kata santri merupakan istilah yang hanya bisa dijumpai di Indonesia. Santri adalah sebutan untuk seseorang yang sedang menuntut ilmu agama di pondok pesantren. Secara terperinci akan dibedakan penyebutan antara santri laki-laki dan perempuan, kalau laki-laki disebut santri sedangkan kalau perempuan santriwati.

Hingga kini belum ada data pasti mengenai berapa jumlah santri di Indonesia. Mengingat banyaknya jumlah pondok pesantren yang tersebar di seluruh penjuru nusantara hingga ke pelosok - pelosok desa.

Islami.co

Animo masyarakat terhadap pesantren kian hari makin besar. Hal ini bisa dilihat dengan semakin merebaknya pesantren - pesantren baru dengan berbagai corak dan ciri khasnya masing-masing. Selain itu dukungan dari pemerintah juga cukup besar terhadap perkembangan pesantren di Indonesia.

Hari Santri Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 22 Oktober adalah moment bagi para santri untuk merenungi kembali akan besarnya peran dan tanggung jawabnya serta tingginya nilai seorang santri dan mulianya filosofi santri yang tersemat dalam satu kata S.A.N.T.R.I.

Menurut Ustadz Hamim Thohari seorang dai dan 'alim yang memberikan perhatian besar terhadap dunia pesantren. Mengungkapkan tiga filosofi santri yang patut untuk kita renungkan. Santri adalah adalah akronim dari kata SAN dan TRI. SAN sendiri merupakan penggalan dari kata ihSAN (bahasa arab) yang berarti baik, sementara TRI adalah bilangan angka dalam bahasa jawa yang berarti tiga. Jika digabung SANTRI berarti "Tiga kebaikan".

Apa yang dimaksud tiga kebaikan? Mirip dengan definisi iman, seorang santri adalah pelopor kebaikan dalam tiga aspek, ihsan fil janan, ihsan fil lisan dan ihsan fil arkan. Penjabarannya sebagai berikut

1. Ihsan fil janan

Jika diartikan secara harfiyah maka artinya baik dalam hatinya, becik ing ati. Seorang santri selayaknya orang yang hatinya baik. Baik dalam arti suci dari segala kesyirikan, suci dari sifat riya, takabur, hasad dan segala penyakit hati lainnya. Maka seorang Santri kudu becik ing ati. Hati yang menjadi sumber segala kebaikan. Jika hati baik maka baik pula seluruh perbuatan.

2. Ihsan fil lisan

Ihsan fil lisan artinya baik lisannya. Seorang santri mesti baik lisannya, becik ing lathi. Dengan tidak berbicara kecuali yang bermanfaat. Setiap ucapannya memberi pencerahan dan kesejukan. Ucapannya adalah nasehat. Lisannya terjaga dari kata-kata rendahan dan murahan. Ucapannya menguatkan dan penuh optimisme.

3. Ihsan fil arkan

Jika di terjemahkan secara harfiyah artinya baik dalam perbuatan, Becik ing pekerti. Seorang santri tidak cukup baik hati dan lisannya. Namun membuktikannya dalam perbuatan. Kebaikan santri tercermin dalam perilakunya. Jiwanya yang suci dan lisannya yang bersih mengantarkan perilakunya menjadi baik. Keberadaanya selalu menebarkan manfaat bagi sekitarnya. Santri bak lentera yang selalu menerangi ditengah kegelapan.

Baca artikel terkait: 5 Fakta Film The Santri yang Wajib anda Ketahui

Berangkat dari filosofi diatas. Santri adalah sosok mulia yang ada di dunia ini. Kelak santri akan menjadi pewaris para Nabi. Di pundak santri masa depan ummat diletakkan. Peran santri tidak sebatas menjadi guru ngaji, namun santri bisa menjadi penentu kebijakan dalam tatanan masyarakat. Santri mampu membuka peradaban. Agen perubahan. Santri akan menjadi referensi dalam setiap persoalan ummat. Dan santri adalah jawaban atas segala persoalan pendidikan. Hidup santri, Allohu Akbar!!!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel