Iklan Atas Artikel

Syarat Menjadi Terapis Bekam Profesional


Bagi anda yang ingin menjadikan pekerjaan menghijamah (bekamer) sebagai suatu profesi, yang dapat membantu proses penyembuhan berbagai penyakit dan juga sebagai proses amalan bagi pencegahan berbagai penyakit khusus untuk masyarakat umum dan juga untuk anggota keluarga sendiri, harus mengetahui perkara-perkara pokok/azas sebelum melakukan perawatan hijamah sebagai menunaikan tuntutan fardhu kifayah. Adapun prinsip dasar perawatan berbekam yang harus anda ketahui adalah sebagai berikut:

1. Perlu Belajar dan mengetahui berbagai macam penyakit kronik dan ringan. Hal ini diperlukan untuk memaksimalkan hasil diagnosa dan efektivitas berbekam

2. Perlu mengetahui fungsi obatan dari sumber alamiah dan juga obatan modern yang mengandung dadah (drug) terkontrol dan terjadwal. Hal ini bertujuan untuk mensinergikan bekam dengan herbal

3. Harus mengetahui dan mahir melihat / mendiagnosa penyakit dari tanda tanda fisik penyakit dan kaedah Naturopathy, lridoiogi, Diagnosis Telapak Tangan, pengobatan tradisional dan lain lain.

Artikel terkait: Hakikat Sehat dan Sakit dalam Pandangan Islam

4. Harus bijak menstabilkan dan mengawal emosi, mental dan memahami kondisi jiwa pasien (penderita). Karena tugas seorang terapis tidak hanya mengobati penyakit fisik namun juga membangun psikis dan optimisme pasien maupun keluarga pasien.

5. Mampu memainkan peranan berkomunikasi dengan anggota kelurga penderita dengan melibatkan musyawarah seluruh anggota keluarga dalam proses bekam. Baik sebelum maupun sesudah bekam.

6. Mau berkorban dan tidak mengenal lelah dalam merawat penderita sampai mendapatkan hasil yang diharapkan. Dikarenakan pengobatan dengan bekam butuh waktu dan proses. Yakinlah bahwa pengorbanan ini bagian dari ibadah

7. Ketelitian dalam memeriksa penyakit dan diagnosa yang tepat mengenai penyakit sebelum penderita dihijamah amat diperlukan agar tidak berlaku perkara yang tidak diinginkan.

8. Kasus pendarahan yang terlalu banyak dan tanpa henti atau luka yang dalam hingga menjadi cedera. Sekiranya terjadi maka menjadi kesalahan si perawat, yang bisa didakwa oleh si penderita dan anggota keluarganya.

9. Praktik hijamah harus melalui pelatihan formal dan praktikal yang mencukupi dari waktu ke waktu dengan bimbingan dari mereka yang telah berpengalaman.

10. Janganlah sekali-kali menghijamah orang lain jika diri sendiri belum pernah dihijamah. Setidaknya pengalaman anda bisa menjadi testimoni dan meyakinkan kepada pasien akan keistimewaan hijamah.

11. Bagi pemula jangan sekali-kali melakukan hijamah tanpa pengawasan dari yang sudah ahli. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan

12. Sebelum melakukan bekam upayakan untuk pemeriksaan awal yaitu pengukuran tahap glukosa dalam darah dan kencing, tahap tekanan darah, serta denyut nadi penderita. Juga setelah dihijamah.

13. Obat-obatan yang telah dan sedang dikonsumsi oleh penderita kronik juga perlu dijelaskan supaya tidak timbul masalah sewaktu dihijamah.

14. Harus menjaga kebersihan peralatan dan tempat serta rutin melakukan sterilisasi/disenfeksi terhadap perlengkapan bekam sesuai standar yang sudah ditentukan.

Standar Perlengkapan Bekam

Ketika anda hendak menekuni profesi bekam maka anda harus paham dengan standarisasi peralatan dan perlengkapan bekam yang sudah ditentukan. Hal ini bertujuan untuk menjaga profesionalitas anda sebagai terapis dan juga untuk menunjang kemudahan dan kesembuhan bagi pasien. Berikut ini alat yang dibutuhkan untuk berbekam:
  • Cupping Set (Gelas Vakum) dan Pompa tangan.
  • Lanching Device dan Lanchet/Jarum-jarum kecil (atau pisau bedah kecil untuk kulit yang tebal)
  • Stethoscope dan Tensimeter untuk mengukur tekanal darah.
  • Glucometer untuk mengukur kadar gula darah.
  • Termometer untuk mengukur suhu badan.
  • Sarung tangan (rubber gloves).
  • Masker pelindung mulut dan hidung.
  • Gunting dan Pisau Cukur.
  • Tissu kertas yang bersih atau kapas (steril cotton) dan kain kasa.
  • Formalin (pengawet kain kasa)
  • Cairan Antiseptik (Minyak Herba Sinergi (MHS), Minyak Zaitun, dan Alcohol dan larutan klorin)
  • Plastik untuk tempat sampah.
  • Wadah / ember untuk mencuci peralatan kotor.
  • Sabun cuci.
  • Alat UV sterilization (alat sterilisasi dengan Ultra Violet) (jika memungkinkan) 

Baca juga: Persiapan sebelum dan sesudah Bekam

Jika kriteria terapis bekam diatas sudah anda miliki, maka anda sudah bisa menjadi seorang bekamer. Namun masih banyak lagi pengetahuan dasar seputar bekam yang harus anda kuasai, seperti mengetahui waktu yang tepat untuk berbekam dan titik-titik bekam sesuai sunnah.

Dikarenakan bekam adalah pengobatan Nabi yang mulia, maka ia termasuk sunnah yang bernilai ibadah jika kita melakukannya. Dan sudah semestinya kita bangga dan melestarikannya dalam masyarakat. Saatnya kita kembalikan kejayaan islam dalam dunia farmasi dengan lahirnya paraktisi dan herbalis muslim yang handal dan profesional.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel