Iklan Atas Artikel

Shalat Istisqa dan Taubatnya Si Pendosa Mendatangkan Turun Hujan


Sepenggal kisah dari peristiwa kemarau panjang yang terjadi di zaman Nabi Musa.

Kemarau panjang bisa membawa bencana kemanusiaan yang dahsyat. Kebutuhan manusia terhadap air tidak bisa terpenuhi dan tidak bisa tergantikan dengan yang lain. Namun manusia tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya doa kepada sang pencipta alam semesta.

Kemarau panjang adalah fenomena alam yang sudah ada semenjak dahulu kala. Bencana ini mendera ummat manusia dari masa ke masa. Tak terkecuali umat manusia abad ini.

Peristiwa kemarau panjang jika dipandang dari kaca mata agama, bukan sekedar fenomena alam biasa, melainkan ada sebab akibat dari ulah tangan manusia. Salah satunya adalah dosa.

Perhatikan kisah fenomena kemarau panjang yang pernah terjadi pada kaum Bani israil di masa Nabi Musa.

Dahulu kala bencana kemarau panjang telah mendera kaum bani israil. Korbanpun berjatuhan. Kesulitan hidup tanpa air begitu sangat menyiksa mereka. Kondisi ini mendorong mereka mencari pertolongan. Shalat istisqa menjadi pilihannya. Nabi Musa beserta kaumnya Bani Israil bersiap-siap melakukan shalat istisqa.

Setelah shalat istisqa tertunaikan namun hujan tidak kunjung turun. Nabi Musa mengadu kepada Alloh : "ya Alloh kenapa hujan tidak turun padahal kami sudah berdoa dan shalat istisqa?" Alloh berkata: "Ketahuilah selamanya tidak akan turun hujan, dikarenakan ada diantara kalian orang yang berbuat dosa selama 40 tahun, dan karena dosa tersebut hujan tidak turun."

Nabi Musa berkata: Lalu apa yang harus kami lakukan?

Alloh berkata: Usirlah orang tersebut dari negeri kalian

Nabi Musa berkata: Wahai bani israil, Siapa diantara kalian yang telah melakukan dosa selama 40 tahun, pergilah karena sebab dosa tersebut hujan selamanya tidak akan turun.

Namun tidak ada seorang pun dari mereka yang mau pergi. Namun dalam diam orang yang berbuat dosa tersebut mengakui kesalahannya seraya berkata dalam hati: Yaa Rabb, hari ini saya mengakui kesalahanku, namun jika aku pergi dari sini maka semua orang akan tahu dosaku dan aku malu, namun jika aku tetap disini hujan tidak akan turun dan mereka akan mati kehausan, maka dari itu hari ini aku bertaubat kepada-Mu dan memohon ampun kepada-Mu, terimalah taubatku serta tutupilah dosa-dosaku.

Maka seketika itu hujan turun sangat lebat. Nabi Musa berkata: Yaa Rabb segala puji bagimu, hujan telah turun padahal tidak ada yang pergi dari negeri kami.

Alloh berkata: hujan ini sebagai hadiah bagi kalian karena rasa bahagiaku atas taubatnya salah seorang dari kalian yang sudah berbuat dosa selama 40 tahun. 

Nabi Musa berkata: Yaa Rabb tunjukan kepadaku orang tersebut untuk menyampaikan rasa terimakasih ku. 

Alloh berkata: Wahai Musa orang tersebut sudah Aku ampuni dosanya dan aku sudah menutupi kesalahannya, dan hari ini dia sudah taubat pantaskah aku umbar kesalahannya kepada kalian?

Baca juga: Tata Cara Shalat Orang yang Tak Mampu Berdiri

Pelajaran yang bisa kita petik

Bahwa dosa bisa mengundang datangnya bencana yang akan menimpa siapa saja bukan hanya kepada pelaku dosa tersebut. Alloh maha pengampun sebesar apapun dosa hambanya Alloh ampuni jika ia bersungguh sungguh untuk bertaubat. Alloh maha penyayang kepada semua hambanya. Taubat mendatangkan rahmat dan kasih sayang Alloh dengan berupa pertolongan dan dihindarkan dari mara bahaya maupun bencana. Salah satu cara meminta turun hujan adalah dengan shalat istisqa dan disertai taubat nashuha.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel