Iklan Atas Artikel

Inilah Tips Memilih dan Menyimpan Sayuran agar Tetap Segar


Sayuran yang masih segar memiliki kandungan nutrisi lebih baik daripada sayuran yang sudah layu maupun kering. Selain aroma dan rasanya juga berbeda. Karena sayuran yang kita beli dipasar sudah melewati proses yang panjang dan beraneka macam perlakuan. Sehingga penampilan cita rasa, aroma, nutrisi dan kualitas sayuran bisa berubah bergantung pada perlakuan tersebut.

Sebenarnya hampir semua jenis bahan makanan mudah rusak selama perjalanan. Bahkan ada pula yang lekas menjadi busuk sebelum sempat mencapai tujuan. Oleh karena itu, para ibu rumah tangga dan pembeli bahan makanan lainnya harus pandai-pandai memilih dan membedakan sayuran yang baik dan yang kurang baik. Sayuraan jenis apapun jika masih dalam keadaan segar akan terasa lezat, penuh nutrisi. dan menyehatkan.

Keunggulan sayuran adalah meskipun telah dipetik, dikemas, diangkut, dan dipasarkan, ia masih terus hidup. Tidak menjadi soal pada bagian mana yang dipetik, tetap sayuran tersebut terus bernapas. Seledri dan kentang sebagai contoh. Dalam penyimpanan, keduanya masih bernapas. Hal itu berarti bahwa keduanya mengambil zat asam (02) dan mengeluarkan gas asam arang (C02), sama halnya seperti makhluk hidup yang lain.

Selama disimpan, pada sayuran segar terjadi perubahan kimiawi yang akan mengubah penampilan, cita rasa, dan kualitasnya. Perubahan itu disebabkan oleh pengaruh enzim. Karena sayuran mengandung zat gula yang rendah dan mengandung lebih banyak zat tepung, maka perubahan berjalan lambat. Makin tua sayuran dipetik, makin tinggi pula kandungan zat tepungnya, dan perubahannya pun semakin lambat.

Salah satu cara menjaga sayuran tetap segar dalam waktu agak lama adalah dengan menekan kegiatan enzim. Hal itu dilakukan dengan cara mendinginkan sayuran pada suhu yang tepat.

Sayuran yang masih segar sekalipun baru dipetik tidak luput dari serangan mikroba, bakteri, parasit, atau jamur. Serangan itu berakibat rusaknya jaringan sayuran hingga menjadi hancur, berlendir, kehilangan warna, dan tidak enak dimakan. Untungnya sayuran tetap dalam keadaan hidup. Dengan demikian, jika sayuran sehat dan segar maka pada batas tertentu sayuran dapat bertahan dari serangan-serangan itu dalam waktu lebih lama.

Setiap sobekan, memar, atau kerusakan lain yang menimpa jaringan sayuran akan memberi jalan bagi mikroba untuk masuk. Oleh karena itu, penanganan sayuran dengan sangat hati-hati sejak sayuran dipetik sampai kepada konsumen, hingga saat akan dimasak sangat vital. Suhu yang tinggi akan merangsang berkembangbiaknya mikroba. Sebaliknya, suhu yang rendah akan menghambat pertumbuhan mereka. Kelembapan yang tinggi juga akan mencegah kelayuan dan kekeringan pada sayuran.

Jika sayuran ditangani dengan hati-hati dan baik, maka bukan saja vitalitas dan aromanya terlindungi, akan tetapi juga keutuhan zat-zat makanan atau gizi yang terkandung di dalamnya terjaga. 

Tips Memilih Sayuran

Mengutip tulisan R.M Sumoprastowo CDA dalam bukunya Memilih dan Menyimpan Sayur-Mayur, beliau menyebutkan beberapa hal yang harus dipahami dalam memilih sayuran yang akan dibeli

1. Pilih sayuran yang masih segar, asli penampilan dan warna, dan bertekstur segar. Hubungan antara warna dan vitamin benar-benar ada. Sayuran yang berdaun gelap mengandung lebih banyak vitamin A daripada sayuran yang berdaun lebih pucat. Contoh lain, wortel yang segar dan berwarna merah gelap, lebih banyak mengandung nutrisi, vitamin A dan C, folasin, dan vitamin B daripada wortel yang telah layu dan pucat.

2. Pilih sayuran yang masih utuh, tidak terlihat sobek, luka, memar, bercak-bercak busuk, lendir, atau warna yang pudar.

3. Pilih sayuran yang berukuran kecil dan muda untuk memperoleh tekstur yang empuk. Ada sejenis sayuran bila tua mengayu, lebih keras, dan berlapis lignin. Sayuran semacam itu tidak akan empuk bila dimasak, meskipun lama. Contoh, bagian dalam wortel adalah tempat lignin yang tidak akan empuk bila dimasak. Demikian juga tangkai asparagus dan kangkung.

4. Jangan membeli sayuran yang ditumpuk-tumpuk pada udara panas. Sayuran seperti itu boleh jadi harganya lebih murah, tetap tidak akan bertahan lama.

Cara Menyimpan Sayuran

Lemari es merupakan tempat menyimpan sayuran yang paling tepat, karena hampir semua sayuran segar akan tahan lama disimpan di dalam suhu yang rendah dan dalam kelembapan yang tinggi. Asparagus, seledri, polong-polongan, dan bayam cocok jika disimpan pada suhu 0°C dengan kelembapan 90%. Banyak lemari es yang suhunya telah memadai, tetapi udaranya terlalu kering. Oleh karena itu, jika sayuran disimpan di dalam lemari es yang demikian akan menjadi rapuh karena mengering. Tempat yang baik untuk menyimpan sayuran adalah pada laci paling bawah lemari es. Jangan menyimpan pada rak paling atas lemari es karena akan terkena putaran udara yang kering.

Kelembapan yang tinggi dapat dibuat dengan menempatkan bak air di dalam lemari es. Juga dapat diciptakan kelembapan yang berasal dari sayuran itu sendiri dengan cara menyimpan sayuran di dalam kantong plastik yang diikat rapat-rapat. Perlu diperhatikan bahwa air yang menempel pada sayuran akan mempermudah pertumbuhan mikroba yang akan merusak kualitas sayuran. Oleh karena itu, perlu hati-hati akan kelembapan buatan itu. Hendaknya sayuran tidak menjadi basah karenanya.

Ada beberapa jenis sayuran yang tidak cocok bila disimpan di dalam lemari es. Di antaranya adalah tomat dan kentang. Jenis sayuran itu akan lebih cocok bila disimpan di tempat yang sejuk, tidak sedingin di lemari es. Keduanya cukup ditempatkan di dalam laci atau rak di dapur yang sejuk

Jika membeli sayuran segar, utuh, dan baik, setiba di rumah jangan tergesa-gesa mencuci dan memotong-motong, kecuali bila akan segera dimasak Jangan sekali-kali merendam atau membasahi sayuran jika masih akan disimpan sebelum dimasak, sebab kebasahan akan mengundang pertumbuhan mikroba perusak sayuran. Juga, sayuran yang telah dipotong-potong, akan kehilangan sebagian kandungan vitamin dan mineralnya bila dicuci atau direndam. jadi, mencuci dan merendam sayuran lakukan sebelum sayuran dipotong-potong atau diiris-iris.

Kadang-kadang pada sayuran yang dikemas di dalam plastik yang telah mengalami perlakuan yang baik, masih juga bisa ditemui baberapa cacat atau kerusakan yang terselip. Sayuran semacam itu jika disimpan maka akan tidak tahan lama.

Itulah tips sederhana memilih sayuran yang segar dengan kandungan nutrisi masih terjaga dan cara penyimpanan yang benar untuk melindungi kandungan nutrisinya sampai batas waktu tertentu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel