Iklan Atas Artikel

Ini yang Wajib Anda Tahu Sebelum Memulai Ternak Puyuh


Banyak orang yang masih sering bertanya-tanya, bagaimanakah sebaiknya memelihara puyuh itu? Sebenarnya pertanyaan itu tak perlu dilontarkan. Sebab dari hasil penelitian, ternyata pemeliharaan puyuh tidak terlalu sulit. Bahkan boleh dikatakan hampir sama dengan pemeliharaan ayam. Bahkan lebih mudah dari pemeliharaan ayam itu sendiri.

Selain banyak peternak yang sukses, namun tak menutup mata juga kenyataan adanya para peternak yang tidak sukses. Bahkan boleh dikatakan ada juga peternak puyuh yang gagal-total.

Rata-rata dari peternak puyuh yang gagal itu, setelah dipelajari dan dikaji. Mereka hanyalah peternak-peternak ikut-ikutan saja. Melihat orang lain dapat beternak dengan baik dan mempunyai penghasilan yang baik pula, maka mereka lalu ikut-ikutan. Sedangkan mereka sendiri tak menyadari bahwa sebelum beternak, mereka belum mengetahui dengan benar teknik budidaya puyuh yang menguntungkan dan bagaimana beternak puyuh dengan baik. Juga kebanyakan kegagalan mereka itu, disebabkan kurang seriusnya mengelola peternakannya. Atau katakanlah peternakan yang dilakukan dengan sambilan dan tanpa mengurus dengan teliti. Selain itu minimnya pengetahuan tentang seluk beluk puyuh dan karakternya.

Bahkan ada juga peternak asal ternak saja itu yang tidak dapat membedakan mana puyuh jantan dan mana puyuh betinanya. Hingga mereka itu hanya main hantam kromo di dalam menernakkannya. Boleh jadi malahan yang banyak diusahakan adalah jenis jantannya. Hingga dengan demikian maka selain akan memboroskan makanan juga tak akan memberi hasil.

Nah untuk kepentingan tersebutlah, maka sebaiknya sebelum beternak puyuh, kita sedikit banyak harus mengetahui terlebih dahulu tentang puyuh. Juga tentang segala masalah-masalahnya. Serta harus juga sering mengikuti perkembangan tentang puyuh dan yang penting harus memiliki buku pedomannya.

Mengenal Macam macam jenis Puyuh

Adapun jenis-jenis puyuh yang ada di Indonesia ada 3 jenis :

1. Arborophila Javonica atau kalau di tanah air ini sering dikenal dengan nama puyuh Gonggong. Ciri-cirinya adalah : Badannya bulat dan panjangnya hanya kurang lebih 25 cm. Paruhnya berwarna hitam, kepalanya merah gelap, kakinya berwarna merah muda, badannya berwarna kelabu dan agak lurik kecoklat-coklatan. Ekornya melengkung kebawah, telurnya hanya 2-3 butir. Kemudian suaranya seperti gong kecil.

2. Rollulus Roulroul atau yang kita kenal dengan Puyuh Mahkota. Ciri-cirinya adalah: Puyuh yang jantan untuk jenis ini mempunyai bulu yang berwarna hijau, sedangkan punggungnya agak kebiru-biruan. Kemudian bulu sayapnya berwarna coklat gelap dan dikepalanya terdapat bulu yang berbentuk kipas. Kemudian kalau betinanya, berwarna bulu coklat Muda. Diatas kepalanya tidak mempunyai bulu yang berbentuk kipas.

3. Coturnix Chinensis dan jenis ini kalau kita menyebutnya dengan nama Burung Puyuh Batu. Ciri cirinya adalah : Panjang badannya hanya kurang lebih 15 Cm. Yang jantan pada perutnya berwarna coklat, kemudian pada punggungnya terdapat warna campuran antara abu abu, coklat, dan garis-garis hitam. Lalu kalau yang betina mempunyai tanda-tanda warna coklat muda dengan garis-garis blorok kehitam-hitaman. telurnya sekitar 4-6 butir.

Namun dari ketiga jenis puyuh diatas tidak bisa dibudidayakan untuk penghasilan, kenapa? Karena telur yang dihasilkan sangat sedikit. Maka puyuh yang bisa dibudidayakan adalah jenis puyuh hasil

Mengapa Ternak Puyuh?

Bila ayam dan itik memang telah banyak diternakkan orang. Juga pemerintah sendiri telah menunjang dan memberikan perhatian yang khusus buat peternakan ayam. Maka kini puyuhpun, kalau ingin mendapatkan perhatian dari pemerintah dan juga mau dijadikan bisnis yang baik, memerlukan pula perhatian yang khusus. Apa lagi puyuh tidak seperti ayam yang memerlukan perhatian khusus dalam hal penyakit. Ditambah dengan daya tahan puyuh yang lebih kuat bila dibandingkn dengan daya tahan ayam. Maka sudah seharusnya bila peternakan puyuh harus lebih berhasil bila dibandingkan dengan ayam.

Apa yang bisa kita ambil manfaatnya dari puyuh itu?

1. Telurnya

Orang beternak puyuh, pasti yang diharapkan paling utama adalah telurnya. Sebab telur inilah yang menjadi penghasil utama dari peternakan puyuh. Apalagi sekarang pasaran telur puyuh sedang berkembang-kembangnya, atau katakanlah telur puyuh sedang menjadi mode. Selain orang mempergunakan untuk obat-obatan tradisionil juga banyak masakan modern yang mulai mempergunakan telur puyuh. Seperti saja, bakso telur puyuh, sambel goreng telur puyuh, sop telur puyuh dll. Selain itu menu masakan dengan bahan utama telur puyuh juga sering kita jumpai dalam acara resepsi pernikahan.

2. Dagingnya

Selain telur, ternyata daging puyuh juga bernilai jual tinggi. Daging burung puyuh adalah menu yang gurih dan tak kalah enaknya bila dibandingkan dengan unggas-unggas lainnya. Cara pemasakannya pun tidak susah. Biasanya hanya cukup dikelupas kulitnya hingga semua bulu-bulunya ikut terkelupas dan diberi bumbu untuk digoreng.

Daging burung puyuh ini, biasanya diambilkan dari burung-burung puyuh yang berkelamin jantan atau puyuh betina afkir alias sudah tidak produktif lagi. Sebab bila yang jantan atau afkiran ini banyak diternakkan, hanya akan menghabiskan makanan saja dan tentu saja itu berarti memperbesar biaya pemeliharaan. Apakah menguntungkan? memelihara jantan boleh dikatakan tidak ada hasilnya sama sekali. Kecuali hanya untuk pejantan saja. Inipun hanya memerlukan sedikit.

3. Kotorannya.

Kotoran puyuh ini tidak keras baunya. Hingga dengan demikian maka setiap harinya bisa diambil dan disimpan untuk dikumpulkan. Dari kumpulan kotoran itulah nantinya bisa dibuat rabuk yang baik untuk tanaman sayuran atau bunga-bungaan.

4. Sebagai Tabungan.

Selain telur, daging dan kotorannya, maka puyuh inipun bisa digolongkan sebagai tabungan dari pemeliharaannya. Sebab bila kita telah menetaskan dan mempunyai beberapa ribu ekor puyuh yang remaja dan siap bertelur. Biasanya bibit-bibit babon ini sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang ingin memulai beternak puyuh.

Hingga dengan demikian maka kita akan dapat menjualnya, dan jangan lupa harganyapun cukup mahal. Kalau menurut pasaran saat ini, seekor calon babon yang telah berumur 3 minggu bisa laku dengan harga Rp 15.000 ,-/ ekor. Bukankah ini merupakan tabungan yang sangat baik? Sewaktu-waktu kita perlu uang, maka peternakan inipun dapat dijadikan jaminan kepada bank untuk mendapatkan pinjaman.

Di atas telah kita katakan bahwa beternak puyuh mudah bila dibandingkan dengan beternak ayam, Maka untuk memberi penjelasan dan gambaran akan pendapat itu, baiklah kita bandingkan secara globalnya tentang beternak puyuh dan beternak ayam.

Keunggulan Ternak Puyuh Dibandingkan Ternak Ayam

A. Ternak Puyuh

1. Kebutuhan modal untuk peternakan puyuh tidak mutlak harus besar, bahkan dengan modal kecilpun kita telah bisa mulai beternak puyuh.

2. Lokasi atau tempat beternak tidak memerlukan tempat yang luas, ukuran 1 M2 saja kita telah bisa beternak sekitar 50 ekor. Bukan hanya itu saja, bahkan kandang itu bisa juga dibuat bertingkat 2 atau bahkan 3 tingkat.

3. Kotoran atau tahi puyuh ini tidak memberi bau yang amat menyolok, hingga dengan demikian maka akan lebih kecil adanya kemungkinan untuk diprotes oleh para tetangga.

4. Tubuh burung puyuh lebih kuat dan tahan terhadap penyakit, juga ternak puyuh ini dapat dilakukan dimana saja. Walaupun keadaannya agak ramai sedikit. Dimana saja dapat bertelur. Juga makanan yang diperlukan oleh puyuh, jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan kebutuhan makanan ayam.

B. Ternak Ayam

1. Kebutuhan modal untuk berternak ayam jauh lebih besar kalau dibandingkan dengan beternak puyuh. Hingga dengan demikian maka orang kalau ingin beternak ayam, harus mempunyai modal yang cukup besar.

2. Lokasi atau tempat untuk beternak ayam ini memerlukan tempat yang luas. Walaupun memang sama kandang dapat dibuat susun.

3. Kotoran atau tahi ayam mengeluarkan bau yang tak sedap, dan bau itu sangat menyolok. Hingga dengan demikian maka kalau kita beternak ayam di halaman rumah yang berdekatan dengan tetangga, akanlah banyak kemungkinannya untuk diprotes oleh tetangga.

Baca juga:



Tubuh dan kondisi ayam walaupun lebih besar kalau dibandingkan dengan burung puyuh, akan tetapi sebenarnya lebih lemah dan lebih mudah diserang penyakit bila dibandigkan dengan burung puyuh yang kecil itu.

Untuk kebutuhan makanan ayam pun jauh lebih besar bila dibandingkan dengan puyuh.

Selain itu telur ayam kulitnya tipis, dan mudah pecah bila dibandingkan dengan prosentase kepecahan telur puyuh; Semakin banyak telur yang pecah, akan semakin merugikan buat para pemeliharanya.

Bagaimana apakah anda sudah faham sampai disini? Jika anda sudah faham dengan penjelasan ini, maka kini saatnya putuskan untuk usaha ternak puyuh.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel