Iklan Atas Artikel

Estimasi Biaya Budidaya Mengkudu dan Analisa Keuntungannya


Mengingat khasiat buah mengkudu yang begitu banyak terutama sebagai tanaman obat. Maka kebutuhan akan buah mengkudu juga semakin meningkat. Saat ini buah mengkudu tidak hanya diolah dengan cara tradisional namun juga sudah menggunakan teknologi mutakhir yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan obat terutama herbalis. Untuk memenuhi kebutuhan pasar terhadap buah mengkudu maka perlu adanya pembudidayaan yang berkelanjutan. Sesuai rumus ekonomi semakin besar permintaan pasar maka semakin tinggi harga barang. Jika mengacu pada kondisi ini maka budidaya buah mengkudu sangat menjanjikan sebagai sumber usaha saat ini.

Nah bagi anda yang tertarik dengan peluang usaha budidaya buah mengkudu inilah estimasi pembiayaan dan analisa keuntungannya.

Pohon mengkudu, Selain tumbuh liar secara alami, juga dapat dibudidayakan. Tumbuhan ini hidup di berbagai jenis tanah. Paling baik hidup di tanah porous (keras) dan subur. Sebaiknya, mengkudu ditanam di dataran rendah sampai pada ketinggian 400 m di atas permukaan laut, seperti di daerah Bogor dan Sukabumi. Lahan untuk kebun mengkudu sebaiknya berudara bersih, bebas polusi, serta tidak berada di kawasan industri dan jauh dari lalu lintas kendaraan bermotor. Maksudnya agar hasil panen buah mengkudu tidak tercemar logam berat. Karena, biasanya pemakaian buah mengkudu untuk produksi berdasarkan persyaratan kebersihan. Sementara itu, ternyata buah mcngkudu dari beberapa daerah tertentu di Jawa telah tercemar logam berat berkadar tinggi, seperti timbal (Pb), air raksa (Hg), arsen (As), tembaga (Cu), dan seng (Zn).

Mengenal Ciri-ciri Mengkudu

Untuk bekal tambahan informasi seputar buah mengkudu ada baiknya anda kenali terlebih dahulu ciri-ciri dan karakter buah mengkudu secara spesifik.

a. Pohon

Pohon mengkudu tidak begitu besar, tingginya antara 4-6 m. Batang bengkok-bengkok, berdahan kaku, kasar, dan memiliki akar tunggang yang tertancap dalam. Kulit batang cokelat keabu-abuan atau cokelat kekurangan, bedekah dangkal, tidak berbulu, anak cabangnya bersegi empat. Tajuknya selalu hijau sepanjang tahun. Kayu mengkudu mudah sekali dibelah setelah dikeringkan. Bisa digunakan sebagai kayu bakar dan tiang. Di Malaysia, kayu mengkudu digunakan untuk penopang tanaman lada.

b. Berdaun Tebal Mengilap

Daun mengkudu terletak berhadap-hadapan. Ukuran daun besar-besar, tebal, dan tunggal. Bentuknya orong-lanse berukuran 15- 50 x 5-17 cm. Tepi daun rata, ujung lancip sampai lancip pendek. Pangkal daun berbentuk pasak. Urat daun menyirip. Warna hijau mengilap, tidak berbulu. Pangkal daun pendek, berukuran O,5-2,5 cm. Ukuran daun penumpu bervariasi, berbentuk segi tiga lebar. Daun mengkudu dapat dimakan sebagai sayuran. Nilai gizinya tinggi karena banyak mengandung vitamin A.

c. Bunga Mengkudu Harum

Perbungaan mengkudu bertipe bonggol bulat, bergagang 1-4 cm. Bunga tumbuh di ketiak daun penumpu yang berhadapan dengan daun yang tumbuh normal. Bunganya berkelamin dua. Mahkota bunga putih, berbentuk corong, panjangnya bisa mencapai 1,5 cm. Benangsari tertancap di mulut mahkota. Kepala putik berputing dua. Bunga itu mekar dari kelopak berbentuk seperti tandan. Bunganya putih, harum.

d. Buah Batu

Kelopak bunga tumbuh menjadi buah bulat lonjong sebesar telur ayam bahkan ada yang berdiameter 7,5-10 cm. Permukaan buah seperti terbagi dalam sel-sel poligonal (bersegi banyak) yang berbintik-bintik dan berkutil. Mula-mula buah berwarna hijau, menjelang masak menjadi putih kekuningan. Setelah matang, warnanya putih transparan dan lunak. Daging buah tersusun dari buah-buah batu berbentuk piramid, berwana cokelat merah.

Setelah lunak, daging buah mengkudu banyak mengandung air yang aromanya seperti keju busuk. Bau itu timbul karena percampuran antara asam kaprik dan asam kaproat (senyawaan lipid atau lemak yang gugusan molekulnya mudah menguap, menjadi bersifat seperti minyak atsiri) yang berbau tengik dan asam kaprilat yang rasanya tidak enak. Diduga kedua senyawa ini bersifat aktif sebagai antibiotik.

e. Daya Tumbuh Biji Tinggi

Biji mengkudu berwarna hitam, memiliki albumen yang keras, dan ruang udara yang tampak jelas. Biji itu tetap memiliki daya tumbuh yang tinggi, walaupun telah disimpan selama 6 bulan. Perkecambahannya 3-9 minggu setelah biji disemaikan. Pertumbuhan tanaman setelah biji tumbuh sangat cepat. Dalam waktu 6 bulan, tinggi tanaman dapat mencapai 1,2-1,5 m. Pembungaan dan pembuahan dimulai pada tahun ketiga dan berlangsung terus-menerus sepanjang tahun. Umur maksimum tanaman lebih dari 25 tahun.

Cara Budidaya Mengkudu

Mengkudu dapat diperbanyak dengan biji. Sebelum ditanam sebaiknya biji disemaikan terlebih dahulu di bedeng-bedeng persemaian. Setelah berkecambah, semainya dipindah ke tanah yang telah diolah. Jarak tanam sebaiknya 1,2 x 1,2 m. Lubang tanam berukuran 40 x 40 x 40 cm. 

Penyiangan gulma dilakukan dua kali. Penyiangan pertama dilakukan setelah 1 bulan tanaman dipindah dari tempat persemaian. Penyiangan kedua setelah tanaman berumur 3-4 bulan. Selanjutnya tidak perlu lagi dilakukan penyiangan. Setelah pohon mengkudu dewasa atau berumur 4-5 tahun, pohonnya dijarangkan. Jarak tanamnya menjadi 5 x 5 x 5 m.

Belum ada laporan tentang budi daya mengkudu secara intensif yang menggunakan pupuk buatan. Biasanya, jika lahan mulai berkurang kesuburannya, orang hanya memupuknya menggunakan pupuk organik, seperti kompos atau pupuk kandang. Misalnya, untuk satu pohon tanaman mengkudu berumur 3 tahun dipupuk dengan pupuk kandang sebanyak 20-25 kg setiap satu tahun sekali, terutama menjelang musim huian.

Pertumbuhan mengkudu sangat cepat. Pada usia 1,5-2 tahun sudah blsa dilakukan panen buah yang pertama. Pada usia ini kuantitas buahnya belum begitu banyak. Namun demikian, buahnya terus berproduksi sepanjang tahun dan tidak mengenal musim. Pohon mengkudu yang sudah berumur di atas 3 tahun bisa menghasilkan buah 15-25 kg buah per pohon per bulan.

penanaman mengkudu dapat ditumpang-sarikan dengan tanaman lain, seperti :erelia dan tanaman tahunan seperti kopi: Jika ditumpang-sarikan dengan kopi, mengkudu bisa menjadi tanaman pelindung kopi. Sebagai pelindung kopi, mengkudu ditanam berderet-deret di dalam kebun kopi. Karena pohonnya yang lebih tinggi, mengkudu bisa melindungi kopi dari sengatan sinar matahari secara langsung, curahan air hujan yang deras, dan tiupan angin kencang.

Untuk menunjang industri batik, pada penghujung abad ke-19, mengkudu banyak ditanam orang di sepanjang pantai utara Jawa dan pulaupulau yang berdekatan. Mengkudu dikebunkan untuk dipanen pepagannya (kulit akar) sebagai sumber zat pewarna. Ketika tanaman berumur 3-5 tahun, akarnya digali, dibersihkan dengan air, dan dikupas kulitnya sebagai pepagan. Pada waktu itu, setiap hektar kebun mengkudu bisa menghasilkan 500-1.000 pepagan akar.

Pepagan mengkudu merupakan bahan pokok pewarna morindona (morindin) yang disebut merah “turki”. Zat warna itu adalah bentuk hidrolis (merah) dari glikosida morindin. Zat itu merupakan antrakuinon paling berlimpah di dalam pepagan akar. Konsentrasinya bisa mencapai 0,25-0,50% dari bobot basah pepagan mengkudu berumur 3-5 tahun. Zat warna itu dalam industri batik dipakai untuk mewarnai kain agar berwarna merah cerah. Warna kain dari pepagan mengkudu tidak luntur ketika dicuci.

Analisis atau Proyeksi Usaha Budi Daya mengkudu (Per 100 m2)

Analisis usah ini diasumsikm berdasarkan lahan milik sendiri, bukan menyewa dari orang lain atau lembaga lain dan pemeliharaan dilakukan selama 20 minggu dalam setahun.

a. Biaya Tetap

bibit 20 pohon @ 2.500= 50.000
upah tanam 2.000/pohon= 40000
pupuk organik 200 kg @ 200= 40000 
jumlah 130000

b. Biaya Produksi

Biaya pemeliharaan selama 2 tahun (40 minggu) @ Rp15.000 = 600.000
Pupuk organik yang diberikan Selama 2 tahun (40 x 5 kg x Rp200) = 40.000
Biaya lain-lain = 100.000
jumlah : 740.000

c. Total Jumlah Biaya a + b Rp = 870.000

Nilai Pendapatan Dari 20 pohon, diprediksikan setiap kali panen menghasilkan 5 kg buah mmgkudu per pohon. Setiap kali panen dari seluruh pohon diperoleh 20 x 5 kg = 100 kg. Dalam sebulan mengkudu bisa dipanen 6 kali (setiap 5 hari sekali). Harga jual mengkudu segar Rp1.000/kg. Hasil pendapatan setahun = 100 kg x 6 x 12 bulan x Rp1.000 = Rp 7.200.000.

e. Keuntungan

Keuntungan adalah pendapatan dikurangi total biaya Rp. 7.200.000-Rp. 870.000 = Rp. 6.330.000.

Catatan: Besar keuntungan diperoleh pada akhir tahun kedua untuk selanjutnya pohon mengkudu masih terus berkembang.

Baca juga:


Nah itulah estimasi dan biaya budidaya mengkudu dalam skala kecil. Jika anda punya modal lebih besar tentu akan lebih besar pula peluang untuk meraup keuntungannya. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel