Iklan Atas Artikel

Cara Mudah Budidaya Ikan Gurami dengan Terpal agar Hasil Melimpah


Salah satu usaha budidaya yang mudah dijalankan adalah pembesaran ikan gurami. Siapa yang tidak kenal dengan ikan yang satu ini. Rasa dagingnya yang lezat, cocok untuk dijadikan lauk pauk di berbagai acara dan disukai banyak orang.

Melihat banyaknya penggemar ikan gurami dikalangan masyarakat kita, menjadikan kebutuhan akan ketersediaan ikan gurami meningkat. Kondisi ini tentu bisa menjadi peluang emas untuk dijadikan sebagai lahan usaha untuk meraup omzet lewat budidaya atau ternak ikan gurami.

Sudah menjadi rahasia umum jika butuh waktu lama untuk membesarkan gurami. Paling cepat, umumnya pemanenan gurami dilakukan setelah setahun dipelihara. Untuk mengatasinya, banyak peternak yang menebar benih gurami ukuran tampelan (garpit), dengan berat 200-250 gram per ekor untuk memangkas waktu pemeliharaan. Dengan benih ukuran tersebut, pemanenan juga lebih cepat. Tidak lagi perlu setahun, gurami sudah bisa dipanen dalam waktu empat bulan.

Apalagi kini gurami bisa dipelihara dalam di kolam terpal. Selain biaya lebih murah, pembesaran gurami di kolam terpal juga lebih mudah dipanen, masa pemeliharaan hanya butuh waktu empat bulan, suhu kolam lebih stabil, dan hasil panen tidak berbau lumpur.

Cara Pembuatan Kolam Terpal

Kolam yang digunakan berupa kolam terpal berukuran 4 x 6 x 1 m sebanyak 2 buah.

Untuk kolam berukuran 4 x 6 x 1 m dibutuhkan terpal berukuran 6 x 8 m.

Sebelum dipasang, terpal dicuci atau dilap menggunakan kain basah. Pemasangan terpal hingga menutupi seluruh bagian kolam yang telah digali.

Bagian terpal yang keluar kolam diberi pemberat, bisa dari batako atau bata merah, dan diberi penahan berupa kayu pasak. Fungsinya agar terpal tidak turun ketika disiram air.

Setelah kolam siap, isi kolam dengan air hingga penuh, lalu beri garam sebanyak 2 ons/m. Diamkan selama satu hari.

Setelah itu, taburkan pupuk kandang sebanyak 200/m2.

Penebaran Benih dan Pemeliharaan Untuk kolam berukuran 4 x 6 x 1 m, benih yang ditebar sebanyak 400 ekor. Pakan yang dibutuhkan berupa pelet pabrikan sebanyak 2% dari bobot benih per hari. Selain pakan pelet, berikan juga pakan hijauan sebanyak 5% dari total bobot benih per hari. Pakan hijauan yang diberikan bisa berupa daun talas, daun pepaya, dan daun singkong. Pakan diberikan dua kali sehari. Penyifonan (pembersihan dasar kolam) pada tahap pembesaran dilakukan satu bulan sekali sejak gurami dimasukkan ke kolam pembesaran.

Tips Seputar Pembesaran Gurami

Gunakan benih yang seinduk, seumur, seukuran, dan sehat. Benih yang digunakan harus dari indukan yang sama. Jika tidak, berisiko terjadi perbedaan bobot akibat kemampuan penyerapan nutrisi dalam pakan.

Terapkan manajemen yang baik. Misalnya, melakukan pemupukan dan penggaraman kolam secara rutin, satu minggu sebelum benih ditebar pada awal budi daya. Selain itu, melakukan pembersihan dan pengeringan kolam sebelum digunakan kembali.

Untuk mempercepat pertumbuhan gurami, usahakan suhu berkisar 25-28 C, kadar oksigen 2 ppm, dan pH air 6,5 - 8,5.

Kendala dan Solusi

Diantara kendala yang dihadapi peternak ikan gurami adalah Kendala guyuran hujan, Seringnya, guyuran hujan yang terlalu besar membuat kualitas air menjadi berubah. Akibatnya. benih bisa mati. Untuk Itu, sediakan atap diatas kolam untuk menangkal berlebihnya guyuran hujan yang masuk ke dalam kolam.

Kendala lainnya adalah Benih kuntet, Benih kuntet merugikan para peternak, karena pertumbuhannya akan lambat walaupun banyak makan. Untuk langkah Antisipasinya, benih dibeli dari Balai Benih Ikan yang sudah terpercaya atau dari pembudidaya terpercaya.

Asumsi Usaha

Satu periode usaha membutuhkan waktu selama 4 bulan Kolam yang digunakan adalah kolam terpal berukuran 4 x 6 x 1 m sebanyak 2 buah.

Untuk kolam berukuran 4 x 6 x 1 m dibutuhkan terpal berukuran 6 x 8 m.

Harga terpal diperkirakan Rp 7.000/m2 dan ongkos pengerjaan Rp 50.000/kolam.

Benih yang ditebar berukuran 200 gram/ekor sebanyak 400 ekor/kolam. Mortalitas atau angka kematian selama pemeliharaan 5%.

Bobot panen gurami yang dihasilkan 500-700 gram/ekor. Pakan pelet diberikan sebanyak 2% dari total bobot benih/ hari. Sementara itu, pakan hijauan diberikan 5% dari total bobot benih/hari.

Pupuk kandang diberikan 200 gram/m.

Pemeliharaan dilakukan sendiri, hanya ketika panen menggunakan jasa orang lain.

Harga benih diperkirakan Rp 16.000/kg. Sementara itu harga jual gurami konsumsi sebesar Rp 25.000/kg.

Biaya Investasi
  • Pengadaan kolam: 2 Unit Harga Rp 386.000, Total 772.000
  • Pompa air: 1 unit, harga satuan Rp. 1.200.000 Total: Rp. 1.200.000
  • Peralatan pendukung: Jumlah 2 unit, harga Rp 400.000, Total Rp. 800.000
Jumlah total: Rp. 2.772.000

Biaya Produksi

a. Biaya Tetap
  • Penyusutan kolam: Harga 1.544.000, Masa pakai 24 bulan, Perhitungan 4/24 x 772.000= 128.667
  • Penyusutan pompa air: Harga 1.200.000, Masa pakai: 24 bulan, Perhitungan: 4/24 x Rp 1.200.000 = 200.000
  • Penyusutan peralatan: Harga Rp. 800.000, Masa pakai 12 bulan, Perhitungan: 4/12 x Rp. 800.000 = 266.667
Jumlah total: Rp. 595.333

b. Biaya Variabel

  • Benih guramih 160 kg/16.000 total: 2.560.000
  • Pakan pelet (bulan 1) 36 kg/5.000, total 180.000
  • Pakan pelet (bulan 2) 72 kg/5.000, Total 360.000
  • Pakan pelet (bulan 3) 108 kg/5.000, Total 540.000
  • Pakan pelet (bulan 4) 144 kg/5.000, Total 720.000
  • Pakan hijauan (bulan 1) 66 kg/1.000, Total 66.000
  • Pakan hijauan (bulan 2) 132 kg/1.000, Total Rp 132.000
  • Pakan hijauan (bulan 3) 79,2 kg/1.000, Total Rp 79.200
  • Pakan hijauan (bulan 4) 105,6 kg/1.000, Total Rp 105.600
  • Pupuk kandang 10 kg x 1.000= 9.600
  • Listrik 4 bulan x 50.000 = 200.000
  • Obat-obatan 1 paket= 100.000
  • Tenaga panen 2 orang x 250.000= 500.000
Jumlah: Rp 5.552.400

Total biaya produksi:

= total biaya tetap + total biaya variabel
= 595.333 + 5.552.400
= Rp 6.147.733

Analisis Kelayakan Usaha

Pendapatan : Hasil produksi x harga gurami per kg
= 380 x Rp 25.000
= Rp 9.500.000

Keuntungan

= Pendapatan - Total biaya produksi
= Rp 9.500.000 - Rp 6.147.733
= Rp 3.352.267

Pay Back Periode (PBP)

= Total investasi : Keuntungan x 1 periode = Rp 2.782.000 : Rp 3.352.267 x 4 bulan
= 3,3 bulan

Revenue Cost (R/C) Ratio

= Pendapatan = Total biaya produksi = Rp 9.500.000 : Rp 6.147.733 = Rp 1,55

Artinya, setiap penambahan biaya sebesar Rp 1.000 akan memperoIeh penerimaan sebesar Rp 1.550.

Mengetahui analisa budidaya ikan gurami seperti penjelasan diatas, rasa-rasanya tidak ada salahnya untuk dicoba. Untuk tahap awal mungkin skalanya diperkecil untuk meminimalisir kerugian yang tidak diinginkan. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel