Iklan Atas Artikel

5 Titik Bekam Sesuai Sunnah Nabi yang Efektif Membersihkan Darah Kotor


Bismillah. Dengan menyebut nama Alloh yang Maha Pengasih dan Penyayang. Pada kesempatan ini akan kami jelaskan mengenai titik bekam sesuai sunnah. Selain itu akan dijelaskan juga bagian tubuh yang dilarang untuk dibekam.

HIJAMAH sebagai konsep Thibbun Nabawi (Kedokteran Nabi) dan merupakan sunnah bagi seorang muslim. Selayaknya dijadikan sebagai solusi atas segala masalah kesehatan. Bahkan saat ini orang-orang China dan Eropa, mewakili pengobatan Timur dan Barat telah mengakui dan mengamalkan teknik pengobatan Hijamah. Oleh karena itu wajib bagi setiap pengamal Hijamah memiliki cara kerjanya sesuai dengan SOP ini agar Sunnah Thibbun Nabawi khusus nya Hijamah ini tetap terjaga dan tidak menjadi cacat di hadapan seluruh dunia.

Sebagai produk pengobatan islami, bekam telah mendapatkan rekomendasi dari para pakar kesehatan. Dengan merujuk kepada sunnah - sunnah Nabi, para ahli telah menemukan secara detail konsep bekam yang selaras dengan konsep kesehatan modern.

Titik Bekam Sesuai Sunnah

Untuk mencapai kesembuhan secara tepat, perlu dilakukan bekam pada bagian atau titik yang tepat. Titik bekam terbaik adalah titik bekam sunnah. Yaitu titik Hijamah yang sangat dianjurkan dan biasa dilakukan oleh Rasulallah SAW saat bekam, sebagaimana dalam riwayat hadits sebagai berikut:

1.Ummu Mugits (Puncak kepala)

Diantara titik bekam yang efektif mencapai kesehatan adalah puncak kepala (ummu mughits) hal ini sebagaimana tertuang dalam keterangan hadits: "Sesungguhnya Nabi SAW telah hijamah (bekam) di bagian kepala dalam keadaan Ihram karena beliau sakit kepala”. (HR. Bukhari)

2. Akhda'ain

Apa itu akhda'ain? Akhda'ain adalah kedua urat leher. Berbekam pada bagian urat leher merupakan sunnah Nabi. Disebutkan oleh Anas r.a. ia berkata "Sesungguhnya Rasulallah SAW hijamah pada akhda'ain (kedua urat leher) dan kahil (bahu)." (HR. Tirmidzi, Ahmad, Abu Daud)
Menurut Ibnu Qayyim bekam pada bagian ini bermanfaat untuk menyembuhkan sakit gigi, mata , hidung telinga dan sakit tenggorokan (lihat kitab zaadul ma'ad)

3. Al Kahi

Diantara titik bekam sesuai sunnah adalah al-kahi (Titik Punuk) Titik punuk menjadi salah satu titik yang standar atau biasa dipraktekkan saat melakukan bekam. Ketentuan titik ini berdasarkan sebuah hadits yang artinya: “sesungguhnya Rasulullah SAW hijamah pada 3 tempat: satu diatas 'kahil' dan dua pada 'akhda'ain' “ (HR. at-Tirmidzi dan al-Hakim)

4. Al-Khadain

Titik bekam lainnya adalah al-khadain atau Titik bahu. Merujuk pada hadits nabi yang berbunyi: "Rasulullah telah hijamah di 'akhda'ain' dan diantara dua bahunya." (HR. Ahmad)

5. 'Ala Warik

Yang terakhir titik bekam sesuai sunnah adalah Titik pinggang atau 'ala warik, disebutkan dalam hadist “Nabi SAW telah hijamah pada pinggangnya karena sakit yang dideritanya." (HR.Abu Daud)

Bagian Tubuh yang Tidak Boleh Dibekam

Setelah mengetahui titik bekam sesuai sunnah, selanjutnya kita pelajari bagian tubuh yang dilarang untuk dibekam. Bahwa tidak semua anggota tubuh boleh dan bisa dibekam. Alasan pelarangannya adalah karena resiko yang akan terjadi jika dilakukan pada bagian itu. Ada 6 bagian tubuh yang tidak boleh dibekam, yaitu:

  • Bagian perut dan pinggang wanita yang sedang hamil.
  • Tepat di bagian varises.
  • Lubang tubuh alami seperti : bagian kelamin, mata, telinga, anus, hidung, mulut, putting susu.
  • Bagian leher depan (kerongkongan).
  • Pada daerah lipatan-lipatan tubuh seperti ketiak dan selangkangan.
  • Tepat di bagian tumor dan luka. 

Orang Yang Tidak Boleh di-Hijamah

Beberapa hal yang harus diperhatikan setiap para penghijamah adalah mengetahui kondisi orang yang tidak boleh dibekam. Bukan hanya bagian tertentu yang tidak boleh dibekam, ternyata ada juga kondisi orang yang tidak boleh dibekam. Baik dilarang secara mutlak maupun kondisional. Berikut ini orang yang tidak boleh dibekam.

Baca juga: Waktu Yang Tepat untuk Bekam

  • Penderita diabetes militus (kencing manis) kronis. Kecuali peng-hijamah yang benar-benar ahli dan berpengalaman dalam menangani kasus ini.
  • Pasien yang fisiknya sangat lemah
  • Pada kuIit-kulit yang berkudis dan berpenyakit atau infeksi kulit yang merata.
  • Orang tua yang sudah lemah
  • Anak-anak penderita dehidrasi (kekurangan cairan)
  • Penderita penyakit kanker darah (kondisi pasien dalam keadaan lemah)
  • Orang yang terlalu lapar
  • Wanita yang sedang haid
  • Orang yang sakit gemetaran di wajah dan kakinya
  • Penderita penyakit hepatitis A dan B apalagi sedang dalam kondisi akut (kronis)
  • Pasien yang sedang melakukan cuci darah (gagal ginjal). Kecuali peng-hijamah yang berpengalaman.
  • Orang yang menderita kedinginan sementara suhu badannya sedang tinggi.
  • Orang yang menderita tekanan darah rendah Tidak dianjurkan meletakan gelas diatas urat sendi yang robek bagi pasien yang mengalami robek urat persendian.

Baca juga: Cara Mendiagnosa Penyakit Melalui Telapak Tangan

Itulah urain mengenai titik bekam sesuai sunnah dan sangat dianjurkan untuk dipraktekkan. Memahami titik bekam dan bagian yang terlarang untuk dibekam bagi seorang terapis sangat penting. Hal ini akan membantu kelancaran dalam proses terapi bekam yang dilakukan pada pasien untuk mencapai kesembuhan dengan efektif.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel