Iklan Atas Artikel

5 Fakta Film The Santri Yang Menuai Pro Kontra

Fakta film the santri yang menuai pro kontra

Dunia entertainment kembali dihebohkan dengan akan ditayangkannya film "The Santri" bulan oktober mendatang. Pasalnya, film yang di sutradarai oleh Livi Zheng menuai kritikan dari sejumlah elemen masyarakat muslim. Fillm besutan PBNU dan kader-kader muda NU dinilai sangat jauh dari nilai-nilai keislaman dan tradisi pesantren kultural ala ahlus sunnah wal jama'ah.

Dengan mengusung pesan toleransi dan islam rahmatan lil'alamin, the santri justru dianggap kebablasan dan menyalahi prinsip-prinsip aqidah ahlu sunnah wal jama'ah.

Beberapa adegan dalam film yang di bintangi oleh beberapa anak muda ini terindikasi membawa paham liberalisme yang sangat kental, hal ini akan membahayakan pemikiran generasi muda islam saat ini.

Beberapa tokoh Islam juga turut serta angkat bicara menyikapi di produksinya film "The Santri" ini, salah satunya seorang ulama karismatik asal Cirebon Buya Yahya. Beliau mengingatkan kepada kita akan bahayanya paham liberalisme yang termuat dalam film The Santri.

Berikut ini fakta film The Santri yang wajib anda tahu

1. Sutradara Livi Zheng

Livi zheng adalah seorang sutradara kenamaan yang telah sukses memproduksi beberapa film di Amerika serikat. Wanita kelahiran Blitar ini adalah sutradar film the santri. Fakta lainnya beliau bukan seorang muslimah, apalagi santri. Maka secara emosional jika beliau mengklaim film the santri menggambarkan kehidupan sehari-hari para santri maka akan sangat jauh dari realita.

2. Pak Said Agil Siraj

Fakta lainnya film ini adalah hasil kerjasama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah pimpinan Said Agil Siraj (SAS) Selama ini sosok SAS sering menuai kontroversi dari kaum muslimin, baik individual maupun organisasi. SAS dikenal memiliki kedekatan dengan tokoh-tokoh Liberal nusantara. Selain itu beberapa pernyataannya juga sering mengundang kontroversi di tengah-tengah kaum muslimin.

3. Adegan Ikhthilat

Salah satu adegan film the santri yang menjadi sorotan publik adalah ikhtilat. Yakni adegan berbaurnya santri laki-laki dan perempuan. Hal ini tentu sangat jauh berbeda dari realita yang ada di pondok - pondok pesantren. Dimana kenyataan kehidupan santriwan dan santriwati terpisah baik saat belajar maupun di asrama. Dengan peraturan yang sangat ketat. Jadi sangat tidak mungkin mereka saling bertemu.

4. Adegan Pacaran

Fakta lainnya dari film The Santri adalah saat adegan pacaran yang diperankan oleh aktor utamanya. Adegan ini tentu saja menuai protes. Bagaimana mungkin film yang diakui sebagai film religi justru menampilkan adegan maksiat yaitu pacaran. Dengan alasan apapun adegan pacaran tidak memberikan nilai pendidikan sedikitpun terhadap generasi muda. Justru dikhawatirkan dengan adanya adegan ini akan muncul anggapan akan bolehnya pacaran dalam islam.

Baca artikel menarik lainnya: Inilah perabotan rumah yang menjadi sarang kuman

5. Nasi Tumpeng

Selain empat fakta diatas salah satu adegan yang ditampilkan dalam film The Santri adalah saat dua santriwati membawa nasi tumpeng yang diserahkan kepada seorang pendeta dalam sebuah gereja. Entah apa tujuan dari adegan ini. Alih-alih ingin menampilkan islam yang toleran namun kebablasan dan sangat tidak substansial sama sekali. Bahkan terkesan mengarah kepada liberalisme agama yang jelas bertentangan dengan ajaran islam.

▪ Baca juga: Jadikan Anak Laki-lakimu Seorang Lelaki Sejati

PESAN

Setelah mengetahui fakta diatas, bagi anda yang beragama islam ada baiknya mencegah dan melarang anak-anak anda menonton film tersebut sebagai langkah prefentif dan kehati-hatian dari pengaruh buruk film tersebut. Dengan terlebih dahulu disampaikan muatan-muatan film yang mentimpang dan tidak sesuai dengan nilai - nilai islam. Akhirnya hanya kepada Alloh kita memohon perlindungan dari segala tipu muslihat yang akan meronrong keselamatan aqidah kita.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel