Iklan Atas Artikel

Sabar Menghadapi Cobaan Hidup, Membuatmu Mulia


"Wahai orang-orang yang beriman, Kami pasti menguji kalian dengan berbagai cobaan yang berupa rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Wahai Muhammad, berikan kabar gembira pada mereka yaitu mereka yang ikhlas dalam menghadapi ujian." (QS. Al-baqarah : 155)

Allah menciptakan kehidupan dan kematian sebagai ujian, Rahmat Allah Swt meliputi pengalaman manusia akan kesedihan atau apapun yang tidak diinginkan, yang akan berlangsung sepanjang hidupnya. Mengapa perasaan sedih disebut rahmat Allah?

Sebab ketika kesedihan mulai muncul, selalu diakhiri dengan dampak positif dan berbagai manfaat bagi seseorang yang terkena musibah. Hal ini memang bisa berbeda-beda sesuai taufik yang Allah beri dan kesadaran diri sendiri dalam memetik pelajaran.

Tatkala musibah sedang menerpa, maka jangan terburu-buru untuk berpikir buruk, berprasangka tidak baik pada Allah Swt dan pada siapapun. Setiap kesedihan yang menimpa kita, pasti diikuti dengan hikmah yang indah.

Jiwa manusia dapat menjadi suci, setelah ditempa. Ibnu Jauzi mengungkapkan Orang yang ingin mendapatkan keselamatan dan kesejahteraan abadi tanpa ujian dan cobaan, berarti belum mengenal ajaran Islam dan tidak mengenal pasrah diri kepada Allah.

Seorang mukmin diberi ujian sebagai tempaan baginya, bukan siksaan. Terkadang cobaan itu ada dalam kesusahan. Allah berfirman:


“Dan kami telah menguji mereka dengan berbagai macam kesenangan dan bencana yang buruk-buruk, agar mereka mau bertaubat, kembali kepada kebenaran.”(QS Al-'Araf :168)

Jangan merasa aman dengan kesenangan, karena bisa saja menimbulkan kemudharatan. Jangan merasa kesulitan, karena bia jadi akan mendatangkan kesenangan.


“Barang kali kamu membenci sesuatu (perintah agama), padahal perintah itu sangat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (akibat buruk dari mengabaikan perintah Alloh)." (QS. Al Baqarah: 216)

Orang-orang mengalami kebinasaaan karena tidak memiliki ketabahan. Seorang mukmin yang kuat dan tegar menghadapi beban berat.

Hatinya tidak akan berubah dan lisannya tidak akan mengutuk, orang yang berakal selalu menunjukan ketegaran dalam menghadang musibah. Karena yakin dengan janji Allah ini,


“Semua yang kalian miliki pasti musnah, sedangkan yang dimiliki Alloh akan kekal. Sesunggunya Kami akan memberikan balasan (pahala) kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang jauh lebih baik (besar) dari apa yang mereka kerjakan (pengorbanan mereka)." (QS An-Nahl : 96)


“Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka dalam menghadapi segala macam ujian keimanan dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan mereka mendermakan sebagian dari rizki yang kami karuniakan kepada mereka." (QS Al Qashas : 54).

Allah tidak pernah menahan sesuatu bagi orang yang tertimpa musibah karena Allah akan memberi sesuatu yang lain.

Allah hanya menguji untuk memberikan keselamatan. Allah hanya memberikan cobaan untuk membersihkan diri. Cobaan justru akan mengangkat derajat orang-orang salih dan meningkatkan pahala mereka.

Saad bin Abu Waqash mengungkapkan, Wahai Rasulullah! Siapakah yang paling berat cobaannya?” Beliau menjawab: ”Para nabi, kemudian orang-orang shalih kemudian yang sesudah mereka secara berurut menurut tingkat keshalihannya. Seseorang akan diberi ujian sesuai dengan kadar agamanya, Bila ia kuat, akan ditambah cobaan baginya. Kalau ia lemah dalam agamanya, akan diringankan cobaan baginya. Seorang mukmin akan tetap diberi cobaan, sampai ia berjalan dimuka bumi tanpa dosa sedikitpun.” (Riwayat Bukhari).

Orang yang benar-benar tertimpa musibah adalah mereka yang terhalang dari mendapatkan pahala.

Kalau bukan karena kesusahan, manusia tidak bisa mengharapkan saat-saat senang. Menepis segala kesedihan adalah dengan ridha terhadap takdir dan dengan shalat di malam yang panjang.

Segala kesulitan, pasti akan hilang. Tidak perlu putus asa hanya karena musibah yang datang bertubi-tubi.

Bersujud kepada Allah, pasti kesulitan akan sirna selekasnya. Setiap orang yang penuh dengan ketabahan, pasti akan mendapatkan jalan keluar. (Majalah SAUMA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel