Iklan Atas Artikel

Mengenal Keajaiban Hijamah Sebagai Pengobatan Nabi


Mengenal Keajaiban Hijamah Sebagai Pengobatan Nabi

Sebagai agama universal Islam telah memberikan pedoman-pedoman kesehatan bagi ummatnya. Standardisasi pengobatan menurut islam adalah apa yang telah dicontohkan oleh Nabi Shallallohu 'alai wasallam dan dipadukan dengan ilmu kesehatan yang ada. Salah satu praktek pengobatan yang dicontohkan dan dianjurkan untuk ummatnya adalah bekam atau hijamah. Apa dan bagaimana cara pengobatan menggunakan bekam? Pada artikel ini akan coba dijelaskan mengenai definisi bekam dan kegunaannya. Namun sebelumnya mari kita perhatikan terlebih dahulu keutamaan bekam (hijamah) menurut hadits Nabi.

Hadits Tentang Bekam

Untuk pembinaan kesehatan rohani dan jasmani Rosululloh mengajarkan berbagai teknik pengobatan atau theraphy sebagaimana terdapat dalam hadis Shahih Al bukhari dari Said lbnu Jabir dari lbnu Abbas dari Nabi SAW, bahwa beliu bersabda: "Kesembuhan itu ada 3 hal, yaitu dalam pisau hijamah dan meminumkan madu dan pengobatan dengan besi panas, dan aku melarang ummatku melakukan pengobatan dengan besi panas"

Sesungguhnya Rasulullah SAW pada waktu beliau dimirajkan tidak melewati seorang malaikatpun kecuali mereka berkata: “Lakukanlah olehmu Hijamah" (HR. At Tirmidzi)

Dalam Ash-Shohihain dari Humaid Ath Thawil dari Anas bahwasanya Abu Thibbah melakukan bekam pada Nabi lalu beliau memerintahkan untuk memberikan 2 (dua) sha' makanan kepadanya.

Dari Ibnu Abbas RA, "bahwasanya Nabi SAW minta berbekam dan Beliau memberikan upah kepada orang yang menghijamah Nabi itu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Anas RA. bahwasanya Nabi SAW bersabda: ‘Sebaik-baiaknya sesuatu yang kamu pergunakan menjadi obat adalah Al hijamah' (HR. Bukhari dan Muslim).

Pada hadits Iain termuat: ”Lakukanlah olehmu Hijamah pada rongga kuduk, karena akan menyembuhkan 72 penyakit. (HR. Ab Thabrani)

Dari sini jelas, bahwasanya pengobatan ini begitu penting disamping menyehatkan juga benilai amalan sunnah. Dangan demikuan tentu alangkah mulianya jika kita sebagai ummat nabi juga ikut mewarisi dan mengamalkan serta mengembangkan terapi sunnah ini.

Definisi Bekam (Hijamah)

Kalimat “Hijamah” berasal dari istilah Bahasa Arab yang berarti -pelepasan darah kotor" dan bukan "Al Fashd" (pembuang darah) atau dalam bahasa lnggris disebut dengan "Cupping". dan dalam bahasa melayu dikenal dengan istilah "Bekam". Di lndonesia kita kenal dengan istilah Kop atau Canduk.

Hijamah merupakan teknik pengobatan Sunnah Rasulullah SAW yang telah dipraktekkan oleh manusia sejak zaman dahulu. Kini pengobatan ini dimodernkan dan mengikuti kaidah-kaidah ilmiah. dengan menggunakan alat yang praktis dan efektif serta tanpa efek samping.

Hijamah adalah suatu proses membuang darah kotor (toksid racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Toksid/toksin adalah endapan racun/zat kimia yang tidak dapat diuraikan oleh tubuh. Toksin ada pada hampir setiap orang. Toksin berasal dari pencemaran udara maupun dari makanan yang mengandung zat pewarna, pengembang, penyedap rasa. pemanis, pestisida sayuran, dll.

Kulit adalah organ yang torluu dalam tubuh manusia, lat banyak toksid/racun berkumpul disana. Dengan berbekam membersihkan darah yang mengalir dalam tubuh manusia. salah satu DETOKSIFIKASI (proses pengeluaran toksin) sangat mujarab serta tanpa efek samping. Alhijamah berkesan untuk melegakan atau menghapuskan memulihkan fungsi tubuh/badan serta memberi harapan penderita untuk terus berikhtiar mendapat kesembuhan.

Hijamah dapat menghilangkan rasa sakit pada bagian tenggorokan jika dilakukan pada bagian kuduk. Juga menghilangkan sakit pada bagian kepala serperti muka, telinga dan hidung jika penyakit itu disebabkan oleh terjadi penyumbatan pada darah atau rusaknya jaringan darah.

Abu Ubaid menyebutkan dalam kitabnya  Gharibul Hadits melalui sanad Abdurrahman bin Abi Laila : 'Bahwa RasululIah Saw, melakukan bekam pada kepalanya dengan tanduk ketika disihir orang".

Hijamah juga sangat bermanfaat untuk mengobati orang yang keracunan makanan, bisa dan sejenisnya. lebih-lebih jika negeri itu adalah negeri panas dan terjadi pada musim panas. Kekuatan racun itu mengalir ke seluruh tubuh melalui darah sehingga tubuh berkeringat, racun sudah menjalar ke jantung, maka yang keracunan itu tidak dapat tertolong lagi.

Nabi Muhammad SAW memilih berhijamah pada kuduk (tengkuk)nya karena tempat itulah yang paling dekat kepada jantung, walaupun materi racun itu tidak keluar keseluruhannya. Namun hal itu sudah cukup meringankan penderitaan orang yang keracunan itu.

Titik hijamah di bawah dagu dapat menyembuhkan sakit gigi, sakit pada bagian wajah, kerongkongan dan pada urat leher, serta membersihkan kepala dan kedua telapak tangan. Hijamah di belakang tapak kaki (bagian atas tapak kaki) dapat menggantikan venesection sephena. yaitu urat besar pada mata kaki, menghilangkan kutiI-kutil (borok) yang tumbuh di kedua paha, betis serta tulang kering. Juga dapat menghentikan keluarnya darah haid (terputusnya menstruasi) dan gatal-gatal buah testis (kantung kemaluan laki-laki). Hijamah di bawah dada diatas perut dapat menyembuhkan bisul-bisul, kurap/kudis, panu yang ada di paha, kaki yang sering kebas/linu, encok, penyakit. wasir (hermorhoid), penyakit kegajahan (kaki bengkak) atau elephantiasis. dan gatal-gatal pada punggung.

Zaman Mesir kuno alhijamah menjadi amalan bagi berbagai penyakit, seperti sawan (epilepsy). Stroke, hingga ke penyakit yang ringan seperti masalah kulit dan letih lesu. Perawatan ini tidak perlu diragukan Iagi karena berdasarkan hadits-hadits yang banyak menerangkan kebaikan bagi orang yang mengamalkan alhijamah. Nabi Muhammad SAW merupakan insan yang pertama dihijamah para malaikat dengan perintah Allah SWT sebelum Isra dan Mi’raj. Penjelasan dalam hadits Riwayat Ibnu Majah menerusi Katsir bin Salim.

Selama Aku Berjalan pada malam isra mi'raj bertemu malaikat, mereka selalu berkata perintahkan umatmu berbekam.

Pada zaman Rasulullah SAW alat yang digunakan kaca berupa cawan atau mangkok tinggi. Pada zaman cina kuno mereka menyebut AI Hijaman sebagai "PERAWATAN TANDUK" karna menggunakan tanduk untuk menggantikan kaca. Dalam bahasa Melayu sering disebut dan sangat populer dengan sebutan Bekam.

Pada kurun abad ke 18 orang-orang di Eropa menggunakan LINTAH sebagai alat untuk melakukan Al Hijamah. Pada satu masa, 4O juta lintah di impor ke negara perancis untuk tujuan itu. Lintah-lintah itu akan dilaparkan tanpa di beri makan jadi bila di sangkutkan pada tubuh manusia dia akan terus menghisap darah-darah tadi dengan begitu efektif sekali. Setelah kenyang dia tidak berupaya Iagi untuk bergerak dan terus jatuh lantas mengakhiri prosesi hijamahnya. Ada juga yang menggunakan gelas atau buluh, tetapi hal itu memerlukan api untuk menguapkan dan untuk mendapatkan keadaan vacum.

Hari ini peralatan yang di gunakan sesuai dengan perubahan zaman berteknologi tinggi dan diakui oleh para dokter di rumah sakit. Teknik-teknik menjaga kebersihan alat, tempat dan penderita serta perawat mesti di penuhi.

Pentingnya Hijamah Bagi Tubuh Manusia

Tubuh yang sehat dan pikiran yang cerdas adalah faktor penting dalam hidup seorang individu demi melaksanakan tanggung jawab kehidupan mereka. Tapi jika terlalu banyak kotoran dalam badan, akan menyebabkan Statis Darah (pembekuan darah) sehingga sistem darah tidak berjalan dengan lancar. Keadaan ini sedikit demi sedikit akan mengganggu kesehatan fisik maupun mental. Akibatnya akan muncul rasa malas. murung, kerap mengeluh kurang sehat, mudah bosan, dan selalu terasa tertekan. Hal ini akan lebih parah lagi dimana seseorang akan terganggu emosinya. jika banyak terdapat angin dalam darah yang susah dikeluarkan, sehingga perlu mendapat perawatan kejiwaan.

Dengan demikian Status Darah harus dikeluarkan. Malangnya sistem pengobatan konvensional tidak dapat bertindak demikian. Jadi kita harus mencari pengobatan yang dapat bertindak mengeluarkan toksid-toksid tersebut dengan cepat, agar tubuh kita tidak lemah dan mudah diserang berbagai penyakit. Salah satu sistem pengobatan yang paling berkesan ialah dengan berhijamah dan disinergikan dengan mengkonsumsi herba dari Herba Penawar Alwahida Indonesia (HPAI).

Rasulullah menganjurkan umatnya berhijamah antara tanggal 15 dan 21 setiap bulan qomariyah, sekurang-kurangnya satu kali seumur hidup. Rasululah SAW memuji orang yang berhijamah, karena: “Dia membuang darah yang kotor, meringankan tubuh serta menajamkan penglihatan”.

Artikel terkait: Mengenal 4 Teknik Bekam Sinergi

Allah SWT mengkhususkan bulan Ramadhan untuk mensucikan Rohani manusia dengan berpuasa. Jadi wajarlah kita berhijamah untuk mensucikan jasmani sebagai persiapan menyambut bulan Ramadhan. Agar kita dapat mengimbangi tenaga kehidupan kita sebagai seorang muslim yang mentaati perintah Allah dan RasulNya. Dengan demikian orang yang berhijamah insya Allah akan mendapatkan syafa'at Rasulullah disamping memperoleh manfaat kesehatan lahir dan bathin.

Tujuan dan Manfaat AI-Hijamah

Dari uraian diatas dapat kita simpulkan mengenai manfaat dan tujuan bekam menjadi 5 point.
  • Mengamalkan sunah Rosul dalam hal pengobatan 
  • Peningkatan Daya Tahan Tubuh (Promotif
  • Pencegahan Penyakit (Preventif
  • Penyembuhan Penyakit (Kuratif
  • Perawatan Pasa Sakit (Rehabilitatif)

Demikian uraian mengenal pengobatan Nabi yang bernama hijamah. Semoga dengan ini kita bangga dengan konsep pengobatan Nabi yang sangat luar biasa. Serta mengembangkannya dan mengenalkannya pada masyarakat luas terutama ummat islam. Selain alasan efektifitas dengan menggunakan hijamah berarti kita telah menghidupkan salah satu sunnah Nabi. Artinya dengan hijamah kita memperoleh dua manfaat sekaligus kesembuhan dan pahala, in syaa Alloh. (Disalin dari buku KHT Dasar)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel