Iklan Atas Artikel

Mau Sehat? Berhenti Konsumsi 7 Makanan Ini Sekarang Juga!


Tidak semua makanan layak untuk dikonsumsi. Dikarenakan adanya kandungan bahan-bahan berbahaya bagi tubuh. Seperti pewarna buatan dan bahan pengawet. Jika dikonsumsi dalam intensitas sering akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Berikut ini adalah 7 jenis makanan yang sebaiknya dihindari atau dikurangi konsumsinya.

1. Pizza

Siapa yang tidak tahu makanan yang satu ini. Makanan khas asal italia ini juga digemari masyarakat indonesia dari berbagai kalangan anak-anak, orang dewasa bahkan orang tua. Namun tahukah anda bahwa konsumsi pizza dalam jangka waktu lama atau terlau sering tidak baik untuk tubuh dikarenakan adanya bahan-bahan yang terkandung didalamnya membahayakan untuk kesehatan, seperti tepung terigu yang mengakibatkan lemak jahat, keju yang bisa menyebabkan resiko meningkatnya kolestrol, kandungan sodium yang meningkatkan tekanan darah tinggi, bikin ketagihan, rasanya yang enak akan mengakibatkan efek ketagihan dan ini tidak baik, kandungan gula yang tinggi pada pizza bisa berakibat pada penyakit diabetes level/ tipe 2.

2. Roti tawar

Diantara makanan yang sebaiknya dihindari adalah roti tawar, kenapa? Sedikitnya kandungan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh, karena sumber nutrisi sudah terbuang saat lapisan-lapisan biji gandum ini diolah. Resiko lainnya dapat Meningkatkan kadar gula darah dengan cepat, dikarenakan rendahnya kandungan serat dan protein mengakibatkan kadar gula dan karbohidrat lebih cepat diserap oleh tubuh. Menambah berat badan berlebihan dan adanya penggunaan bahan pemutih dalam pembuatan roti tawar.

3. Makaroni

Salah satu makanan yang harus ditinggalkan saat ini adalah makaroni. Hal ini disebabkan karena adanya kandungan kimia yang berbahaya bagi kesehatan yaitu phthalate. Phthalate adalah bahan kimia yang biasa digunakan dalam pembuatan shampo dan sabun.

4. Cokelat

Salah satu makanan olahan yang banyak digemari orang adalah cokelat. Namun perlu diwaspadi komsumsi coklat berlebihan bisa beresiko timbulnya penyakit-penyakit berbahaya seperti diabetes, kandungan kalium yang terdapat dalam cokelat dapat memperparah penderita penyakit ginjal, selain itu kandungan cokelat yang bersifat asam membuat lambung mengalami peningkatan produksi asam lambung jika dikonsumsi berlebihan. Bahaya lainnya adalah kandungan kafein yang bisa mengikis permukaan usus besar.

5. Keripik kentang

Sensasi gurih pada keripik menjadi alasan cemilan ini sangat diminati oleh semua orang. Namun tahukah anda dibalik gurihnya kripik kentang ternyata terdapat bahan kimia dalam proses pembuatannya. Akrilamida atau acrylamide adalah bahan kimia yang biasa digunakan untuk mengolah keripik kentang. Senyawa kimia ini disinyalir dapat meningkatkan risiko terkena kanker dan kerusakan saraf. Sebuah penelitian di Department of Food Engineering at the Mersin University di Ciftlikkoy, Turki menyebutkan bahwa kandungan akrilamida akan meningkat dan bersifat karsinogen ketika kentang digoreng dalam suhu 170 derajat celcius. Dalam penelitian lain didapatkan hasil konsumsi akrilamida yang terdapat pada keripik kentang dapat menginduksi kondisi yang bisa meningkatkan risiko aterosklerosis, radang pada pembuluh darah.

6. Es krim

Konsumsi es krim secara berlebihan sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh terutama bagi anak-anak. Kandungan bahan-bahan kimia yang menjadi bahan pembuatannya sangat beresiko terhadap berbagai macam penyakit. Diantra bahan kimia zat aditif untuk pengawet. Perasa dan pewarna buatan Kedua zat ini jika dapat mengakibatan penyakit asma, alergi dan reaksi hiperaktif bagi anak kecil.

7. Mie instan

Penyajiaanya yang praktis mie instan kerap kali menjadi alternatif makanan pokok saat lapar. Namun tahukah anda berlebihan konsumsi mie instan dapat beresiko timbulnya penyakit berbahaya. Hal ini karena kandungan bahan berbahaya, seperti adanya MSG dapat memicu reaksi alergi dengan gejala rasa sakit pada dada, berkeringat, jantung berdebar, dan sakit kepala). Selain itu perhatikan bahan kemasan yang digunakan, jika berupa styrofoam yang mengandung bahan kimia bisphenol A (BPA). BPA dapat mengganggu cara kerja hormon, memengaruhi perkembangan otak pada bayi dan anak-anak, serta menghambat perilaku. Bagi orang dewasa, berisiko meningkatkan penyakit jantung.

Kesimpulan

Artikel ini hanya sebatas informasi yang diambil dari beberapa sumber terpercaya. Semua dikembalikan kepada para pembaca. Segala sesuatu yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel