Iklan Atas Artikel

Manfaat Hapus Ujian Nasional dan Libur Ramadhan Bagi Anak


Apakah anda termasuk orang yang setuju dengan wacana penghapusan UN dan Libur Ramadhan? Setuju maupun tidak itu hak anda. Namun jika kita mau amati, wacana penghapusan UN memiliki nilai positif untuk perkembangan anak terutama dari segi akhlaknya.

Pro kontra pasti ada. Masing-masing berpijak pada argumen yang dimiliki. Namun persoalannya bukan sekedar argumentatif. Tapi sejauh mana nilai kebermanfaatan yang dihasilkan.

Jika kita cermati kegiatan belajar kelas 6, 9, dan 12 di semester 2 praktis siswa disibukkan dengan mengerjakan soal-soal UN setiap hari, karena hasil UN merupakan faktor penentu kelulusan yang mutlak. Ini menimbulkan kompetisi yang tidak sehat pada sekolah / daerah. Demi mengejar nama baik, banyak kecurangan terjadi.

Padahal dampak UN sungguh tidak signifikan terhadap masa depan anak. Dan yang menyedihkan lulus UN tidak menjamin siswa akan diterima oleh Perguruan Tinggi Negeri. Pelaksanaan UN juga menghabiskan dana yang tidak sedikit, untuk perencanaan, pelaksanaan maupun monev UN, seperti : pencetakan naskah soal, pengawalan naskah soal, kepengawasan, tim independen, dan lain lain. Pada tahun 2015, untuk menyelenggarakan UN, pemerintah mengeluarkan dana sebesar 560 miliar rupiah.

Apa yang terjadi jika UN dihapus? :

1. Akan menghemat anggaran biaya negara. Alangkah lebih bagus jika anggaran sebesar itu dialihkan untuk pengembangan SDM.

2. Siswa tidak lagi merasa lelah dan jenuh belajar setiap hari hanya mengerjakan soal-soal UN. Siswa akan merasa jenuh sebelum menghadapi ujian efeknya saat ujian sudah sampai pada puncak kejenuhan.

3. Siswa merasa diperlakukan adil karena kondisi di daerah-daerah Indonesia berbeda-beda. Selama ini kelemahan UN adalah penyamarataan dalam bentuk soal ujian yang diberikan untuk semua sekolah tanpa melihat kondisi sekolah.

4. Guru lebih fokus menggali potensi anak secara optimal. Akan banyak waktu bagi guru melakukan observasi dan memaksimalkan potensi siswa.

5. Orangtua tidak harus mencari bimbel dan mengeluarkan biaya tambahan untuk anaknya

6. Menghindarkan sekolah mau pun daerah dari melakukan kecurangan

7. Menghemat anggaran biaya sekolah yang dikeluarkan untuk pelaksanaan UN

Manfaat diatas dilihat dari segi materi, bagaimana dengan manfaat immateri? Guru akan lebih fokus pada pengembangan minat bakat, dengan :

1. Siswa mencapai Higher Order Thinking Skill

2. Kegiatan belajar mengoptimalkan potensi yang ia miliki dan bermanfaat bagi kehidupannya

3. Anak lebih senang dan semangat belajar karena sesuai dengan minat dan bakatnya yang ”gue banget”

4. Anak akan mampu menghasilkan banyak mahakarya sesuai potensi yang dia miliki jika akhir proses belajar bukan UN, tapi project akhir (karya)

5. Penilaian otentik lebih real dan adil menunjukkan potensi anak sebenarnya, karena anak dinilai berdasarkan proses dan portofolio yang ia miliki

Libur Ramadhan 1 bulan akan bermanfaat untuk pendidikan akhlak jika dibuat kegiatan terprogram dengan baik. Ini bisa dilakukan secara terpadu dengan masjid, pesantren, masyarakat, dan sekolah.

Banyak sekali manfaat libur Ramadhan 1 bulan, yaitu :

1. Anak-anak memiliki waktu yang lebih banyak untuk menggali agamanya; menghafal dan taddabur Al Qur’an, membedah Hadits, mempelajari shirah, dsb.

2. Anak mempraktekkan langsung ilmu agama yang ia pelajari dalam kehidupan sehari-hari; membantu orangtua, bakti social, kerja bakti, dsb

3. Anak memiliki waktu untuk eksplorasi life skills sesuai minat dan bakatnya, berdagang, ketrampilan, seni, dsb

4. Memberi kesempatan keluarga untuk kembali ke kampung halaman lebih lama, mendidik anak-anak untuk mengenal dan mencintai keluarga besar dan kampung halaman.

5. Libur 1 bulan ini juga bermanfaat bagi anak-anak agama lain untuk memperdalam agamanya.

Baca juga: Kiat Menangani Disleksia Pada Anak

Penutup

Segala sesuatu tergantung penilaian dan cara pandang masing-masing. Ujian bagi anak bisa jadi akan membawa kebaikan maupun sebaliknya. Namun tanpa ujian juga bisa mendatangkan kebaikan maupun sebaliknya. Yang terpenting peran orang tua dan guru harus lebih aktif dalam mendidik dan membimbing putra putrinya dengan pendidikan yang benar. Dan penentu kesuksesan tidak semata-mata dengan lulus UN, namun sukses yang sesungguhnya adalah lahirnya karakter dan perubahan menjadi lebih baik dan bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel