Iklan Atas Artikel

Kumpulan Kata-Kata Penggugah Jiwa Para Ulama


Menyelami kedalaman samudera ilmu para ulama melalui kalamnya adalah penghilang dahaga dalam jiwa. Kata demi kata akan sangat bermakna untuk direnungi. Mereka telah tiada namun nasehatnya terukir indah dalam lembaran-lembaran dan jiwa. Inilah kata-kata penggugah jiwa para ulama.

Berkata Imam Syafi’i, “Empat hal yang akan menjadikan seseorang pandai. Meninggalkan sikap berlebihan dalam berbicara, bersiwak, duduk bersama orang-orang shalih, dan hadir di majlis para ulama.”

AWALI DENGAN KEBAIKAN

Sifat iri orang mukmin adalah ingin memiliki kelebihan orang lain, sedangkan sifat iri orang munafik adalah menginginkan hilangnya kelebihan orang lain. (Imam al-Fudhail bin Iyadh, Tokoh Sufi Kufah (w. 187 H)

Suatu ketika Muhammad bin Ali ditanya, “Siapa orang yang paling zuhud? Beliau menjawab, “Orang yang tak peduli siapakah orang yang memiliki harta dunia.” Beliau ditanya lagi, “Siapa orang yang paling dihormati?” Yaitu orang yang tak memandang dunia sebagai sesuatu yang dihormati.”

ORANG BERUNTUNG

"Orang yang pandai bisa hidup di manapun dengan bekal kepandaiannya, sebagaimana singa bisa hidup di manapun dengan bekal kekuatannya." (Kutipan Imam az-Zamakhsyari dalam Rabî’ul Abrâr)

Ali bin Abi Thalib ta berkata, “Medan da’wah anda yang pertama adalah diri anda sendiri. Bila anda menang atasnya, berarti anda lebih mampu menang terhadap selainnya. Bila anda tak mampu mengatasinya, berarti anda lebih tidak mampu lagi mengatasi selainnya. Maka cobalah dahulu untuk berjuang bersamanya.”

INI BIANG KELADINYA

"Andaikan orang yang tidak tahu tak ikut bicara, maka perbedaan pendapat takkan pernah terjadi." (Kutipan Syekh Bahauddin al-Amili)

HANYA UNTUK ALLAH

"Orang yang sibuk dengan dirinya, dia tidak akan punya waktu untuk orang lain. Tapi, orang yang sibuk dengan Tuhannya, dia tidak akan punya waktu untuk dirinya dan orang lain." (Abu Sulaiman ad-Darani)

Ibrahim bin Adham berkata, “Siapa yang mampu memelihara perutnya, berarti ia mampu memelihara agamanya. Siapa yang mampu menahan lapar, berarti ia mampu menahan akhlak yang baik pada dirinya. Sesungguhnya maksiat kepada Allah itu jauh dari orang yang lapar, dekat dengan orang yang kenyang. Kekenyangan itu mematikan hati dan dari sanalah munculnya sombong, senang dan tertawa."

KENYANG

Abu Sulaiman ad-Darini mengatakan, “Orang yang kekenyangan akan dijangkiti enam penyakit. Hilang kenikmatannya dalam bermunajat kepada Allah, tidak mampu memelihara sikap hikmah, tak memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama sebab ia menyangka orang lain juga dalam kondisi kenyang, malas beribadah, bertambahnya rongrongan syahwat. Sesungguhnya seluruh mu‘min berkeliling di sekitar masjid, sedangkan orang yang kenyang berkeliling di sekitar tempat sampah.”

TETANGGA BAIK

"Tetangga yang baik bukanlah orang yang tidak mengganggu, tetapi orang yang tidak membalas saat diganggu." (Imam Hasan al-Bashri)

MENJAMU TAMU

Seseorang yang mengunjungi Abu Yusuf, diam. Ia tak mengeluarkan satu patah kata pun, Abu Yusuf berkata kepadanya, “Mengapa anda enggan berbicara?” Orang itu menjawab, “Ya, kapan orang yang puasa berbuka?” Abu Yusuf menjawab, “Saat matahari terbenam.” Orang itu berkata lagi, “Kalau matahari belum terbenam juga hingga waktu separuh malam” Abu Yusuf tertawa dan berkata, “Anda benar dalam diam anda, dan saya salah dalam mengajak anda agar mau berbicara.”

HATI-HATI DEKAT PENGUASA

"Orang yang mendapatkan kemuliaan duniawi bersama penguasa, maka dia sedang mendapatkan kehinaan akhirat bersamanya." (Kutipan Bahauddin al-Amili)

PENGUASA DAN RAKYAT

Suatu hari, al-Manshur berceramah di hadapan rakyatnya, “Sejak aku dinobatkan sebagai khalifah, Allah telah mancabut penyakit menular dari kalian.” Tiba-tiba seseorang dalam majlis itu berdiri dan berkata, “Sesungguhnya Allah sangat baik atas kita, dan tidak menghimpun al-Manshur dan penyakit menular menimpa kita.”

JANGAN LUPA INTROSPEKSI

"Jika Anda masih menunggu waktu senggang untuk beribadah (atau menunggu sejahtera untuk beramal), berarti hati Anda sudah penuh dengan karat & kotoran." (Ibnu Athaillah as-Sakandari)

LEBIH PANDAI DAN MULIA

“Siapa orang yang lebih pandai dan lebih mulia di dunia, ya Rasulullah?” tanya seorang pemuda Anshar. “Mereka yang lebih banyak dzikrul maut dan yang paling getol mempersiapkan bekal untuk akhirat, mereka itu orang yang paling pandai. Mereka pergi dengan kemulian dunia dan mencari kampung akhirat, jawab Raulullah saw. (HR Ibnu Majah).

AMBIL SISI POSITIFNYA

"Hal yang sangat membebani ialah meng­hadapi orang pintar yang pura² bodoh & orang bodoh yang sok pintar." (Ibnu Hamdun dalam at-Tadzkirah)

Salman al-Farisi berkata, “Ada tiga hal yang membuat aku heran hingga aku tertawa: orang yang cinta dunia, sementara kematian sedang memburunya, orang yang lalai, sementara Allah swt. tak pernah lengah; orang yang tertawa sepenuh mulutnya dan ia tak tahu apakah Allah ridha kepadanya atau tidak. Dan ada tiga hal yang membuat aku sedih hingga aku menangis, tidak cinta kepada Muhammad saw. dan para sahabatnya, akan datangnya hari kiamat, dan di tangan Allah ada keputusan aku tak tahu apakah aku diperintahkan ke surga atau ke neraka.”

PELIT TAPI RASIONAL

"Bagi orang yang kikir, melempar uang miliknya ke air, masih lebih baik daripada terus menerus menggenggamnya dengan tangan sekaligus hati." (Imam Abu Hamid al-Ghazali, Teolog-Sufi, Baghdad, (w. 505 H)

Umar bin Abdul Aziz ia berkata ketika ia menasehati anaknya "tiga hal yang membuat seseorang dikatakan baik. Bila ia marah, maka tak akan keluar marahnya kecuali karena kebenaran. Bila ia ridha, maka tak akan masuk ridhanya ke dalam kebathilan Bila ia telah ditakdirkan, maka ia lapang dada dan merasa cukup.”

YUK SHALAT MALAM

"Terus menerus meninggalkan ibadah di malam yang sunyi, akan membuat Anda tak punya peluang di jalan kaum saleh dan sufi." (Imam Abdul Wahhab asy-Sya’rani, Ulama Fikih dan Tasawuf, Mesir (w. 898 H).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel