Iklan Atas Artikel

Kisah Pilu Akhir Hidup Pengusaha Terkaya Asal Saudi Adnan Khashoggi

Kisah akhir hidup sang milyader Adnan Khashoggi mati dalam kemiskinan

Nyongmart.com- Beliau adalah orang terkaya di Arab Saudi di masanya. Beliau dijuluki Qarun al-'ashr (Qorun modern) ia tinggal di sebuah istana yang sangat luas dan megah. Lahir pada tanggal 25 Juli 1935 dan meninggal pada 6 Juni 2017 di usia 81 tahun.

Seorang wartawan asal Kuwait bernama Jarullah menceritakan pengalamanya 30 tahun yang lalu saat berkunjung kerumahnya. Betapa kagetnya sang wartawan ketika menyaksikan suasana didalam rumah yang seperti istana itu. Seluruh perabotan rumah tangga dan semua perlengkapannya menggunakan teknologi modern. Yang Ia belum pernah melihat sebelumnya di istana para raja manapun yang pernah ia kunjungi. Seluruh perlengkapan rumah di kendalikan dengan remot.

Adnan Khashoggi merupakan pengusaha senjata yang memiliki cabang di beberapa negara Arab dan Amerika. Beliau juga pemilik kapal pesiar yang dibeli dari Walid bin Thalal pada tahun 1980.

Pengusaha kenamaan asal Saudi ini lahir pada tahun 1935 M. Ayahnya bernama dr. Muhammad Khashoggi dokter kerajaan Arab Saudi dimasa Raja Abdul Aziz Alu Saud. Adiknya seorang wartawan Jamal Muhammad Khashoggi. Adiknya bernama Samiroh Muhammad Khashoggi. Anaknya bernama Daudi Fayed yang meninggal pada kecelakaan yang menimpa putri Diana.

Adnan pernah menikah dengan istri pertamanya yang bernama Tsuraya Khashoggi dan menceraikannya dengan membayar uang denda sebesar 548 juta dolar Australia atau setara dengan 12 milyar Posterling mesir.

Ia memiliki kapal pesiar yang ukurannya lebih besar dari kapal Aunasis, dibagian atasnya terdapat lapangan terbang yang memuat empat pesawat dan terdiri dari 610 awak kapal.

Pada suatu hari putrinya ingin makan es krim asal Perancis dan coklat asal Jenewa. Maka Adnan menerbangkan pesawat khususnya dengan kecepatan tinggi sehingga hanya membutuhkan waktu 7 jam saja untuk membeli es krim dan cokelat.

Kekayaan harta yang dimiliki Adnan hanya dinikmati dirinya dan keluarganya saja. Tidak pernah speserpun ia sedekahkan untuk kaum fakir miskin. Bahkan terhadap para pembantunya yang jelas-jelas dari kalangan orang miskin. Salah satu ucapannya yang mashur adalah "Aku bukan utusan Adam untuk melayani anak keturunannya"

Dan pada akhirnya sang Milyader ini bangkrut habis seluruh hartanya tak tersisa sedikitpun seperti orang termiskin di dunia.

Pernah suatu ketika ada salah satu karyawannya yang sedang membutuhkan uang yang hendak dikirim untuk berobat istrinya yang sedang sakit, maka ia datang menemui Adnan untuk meminjam dengan pembayaran secara diangsur diambil dari gaji bulanannya. Namun apa yang dilakukan Adnan ia mencemoohnya dan menghinakannya dibawah istananya serta diusir dimalam hari dengan sangat kejam.

Maka berdoalah pembantu yang terdzolimi tersebut: "Aku memohon kepada Alloh yang Maha Agung agar tidak mewafatkan diriku kecuali setelah menyaksikan Adnan menjadi miskin papa."

Mengetahui sang pembantu berdoa demikian maka Adnan mengusir dan memecat sang pembantu tersebut saat itu juga.

Saat Adnan menjadi miskin Alloh mengirimkan seseorang untuk menolongnya. Salah seorang pengusaha besar di Saudi membelikan tiket perjlanan dari Jeddah menuju Mesir. Serta memberinya beberapa lembar uang untuk menyewa apartemen. Seraya berkata: Wahai Adnan saya tidak memperlakukanmu istimewa hanya Alloh menyuruhku agar memberi bantuan kepadamu, setiap bulan kamu akan menerima uang yang aku transfer lewat Bank ar-Rajhi

Pada suatu hari di Kairo sang istri bertanya tentang keadaan suaminya yang miskin itu. Lalu Adnan menceritakan kejadian dengan pembantunya yang diusir tersebut dan menceritakan laki-laki pengusaha yang membelikan tiket pesawat dan memberi uang. Lalu adnan melanjutkan cerita sebelum perjalanan pulang ke Kairo, "Aku datang kerumah pengusaha tersebut untuk mengambil tiket dan uang yang sudah dijanjikan. Betapa terkejutnya aku ternyata yang menyerahkan tiket dan uang itu adalah pembantuku yang dulu aku usir. Dan sang pembantu itupun terkejut sambil menatap wajahku seolah tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat itu. Lalu pembantu itu keluar dalam keadaan ketakutan sembari matanya menangis."

Sungguh pada kisah diatas ada pelajaran yang sangat berharga untuk kita renungkan. Bahwa harta hanya titipan semata, maka janganlah menyombongkan diri dengan harta titipan itu. Jadilah hamba Alloh bukan hamba harta. Semoga kita dijauhkan dari sifat sombong yang demikian.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel