Iklan Atas Artikel

Kisah Inspiratif Perjuangan Seorang Penjual Semangka Hingga Jadi Dokter


Awal kisah kehidupan lbnu Nabruh dimulai dari sebuah desa yang bernama Nabruh. la adalah seorang anak yang sehari-harinya bekerja mencangkul dan menanami sawahnya bersama kedua orangtuanya, lalu menjual hasilnya ke kota Thantha untuk mendapatkan keuntungan yang bisa mengimpaskan rasa lelah mereka dan biaya sawahnya.

Ibrahim hidup, seperti ribuan anak miskin lainnya, dalam jerat kesengsaraan dan jepit kemiskinan. Ia belajar menghafal AI-Quran di Kuttab, di samping ia juga mempelajari prinsip-prinsip membaca, menulis, dan berhitung.

Suatu ketika terlintas di benaknya keinginan membantu pekerjaan orang tuanya. Ia ingin menjualkan hasil sawah orang tuanya ke Kairo hingga mampu meraih keuntungan berlipat dan meringankan beban keluarganya. Alasannya, penduduk Kairo lebih mampu membeli semangkanya dengan harga lebih tinggi daripada penduduk kota lainnya. Dan, ia pun mampu meyakinkan bapaknya.

Mereka pun menanam semangka. Kala semangka di ladang mereka telah matang, ia sekeluarga segera memanennya lalu menaikkannya di atas unta yang disewanya dan membawanya ke Kairo melalui Delta Kairo hingga sampai ke sebuah desa yang bernama Jamaliyah yang memiliki penduduk yang cukup padat.

Ternyata, angin tidak berhembus sesuai arah biduk perahu. Ia menjual semangkanya, tapi harganya tidak cocok. la pun menunda penjualannya dengan harapan harganya akan naik. Sehari dua hari ia menunggu, tapi harganya tak kunjung naik. la pun menjual semangkanya dengan harga pasaran. Dan sudah pasti, ia pun mengalami kerugian besar.

la malu kembali pada orang tuanya. la pun membayar penyewa unta dengan uang yang ada padanya. Dan, ia meminta si penyewa itu untuk pulang dan menyampaikan permintaan maafnya pada orangtuanya karena tidak mampu memenuhi janjinya. Sementara ia sendiri akan tinggal di Kairo mencari takdirnya hingga kelak ia mampu membayar kerugian yang ia buat.

Ia terus berjalan mengikuti langkah kakinya hingga merasa capek. Kakinya menuntunnya ke lorong-Iorong samping masjid Azhar untuk mencari kerja, namun ia tak kunjung mendapatkannya.

Saat ia duduk santai, ia melihat pemandangan aneh di mana ada seorang syaikh yang membawa buku, sedang orang-orang berjubel mengikutinya dari kanan, kiri, dan belakangnya dengan penuh rasa hormat. la diam termenung memikirkannya. hingga akhirnya ia pun melangkahkan kakinya mengikuti orang-orang itu. Ia menghentikan langkahnya saat sampai di pintu masjid, lalu bertanya: siapakah dia? Tempat apa ini? Dan siapakah mereka itu?

"Ini adalah masjid Azhar. Dia salah seorang syeikhnya (guru). Dan mereka adalah murid murid yang sedang belajar ilmu" jawab seseorang di sampingnya.

Gambaran di depannya menakjubkannya, kewibawaan syeikh dan baju para pemuda itu mengusik perhatiannya.

Khayalan itu terus mengusiknya, hingga ia bangkit dan berjalan menuju masjid. Ia masuk bersama para pemuda tersebut. Ia melihat halaqah-halaqah ilmu. Setiap syeikh duduk di samping tiang masjid, dan Ibrahim pun duduk di halaqah yang terdekat. Ia mendengarkan ceramah syeikhnya hingga ia menuju ha|aqah kedua dan ketiganya. Ia tidak berhenti pada hari itu hingga ia meniatkan dirinya menjadi seorang Azhari yang belajar ilmu di masjid itu. Saat itu dia berpikir, saat kembali ke desanya, ia akan menjadi seorang syeikh yang tangannya akan dicium oleh banyak orang. Dunia akan datang padanya dan impaslah kerugian semangkanya.

Beberapa bulan ia jalani rutinitasnya. Para syeikh pun menemukan kejeniusannya dan kecerdasannya dalam menuntut ilmu. Mereka menyemangatinya agar lebih giat belajar hingga suatu ketika Muhammad Ali-gubernur Mesir saat itu- mengutus orang-orang untuk mencari anak-anak jenius yang akan menjadi cikal bakal lahirnya sekolah kedokteran di Mesir.

Perubahan besar terjadi, singkat cerita Seorang anak yang bermimpi menjadi syeikh kini menjadi murid di sekolah kedokteran modern. Ia mempelajari kimia, biologi, anatomi, macam-macam penyakit dan obatnya.

Dari para syeikh yang mengajarnya ke dosen asing yang datang dari Perancis untuk menyiapkan mahasiswa pertama untuk mempelajari kedokteran dan yang akan dikirim ke Perancis untuk memperdalam spesialisasinya.

Karena ia jenius saat belajar di halaqah Azhar, maka kejeniusannya segera tampak saat belajar kedokteran di Perancis. la menyelesaikan studinya dengan penuh kesuksesan dan prestasi. la pulang untuk menjadi dosen di sekolah kedokteran Mesir.Ia adalah dokter Mesir pertama yang bekerja di dunia akademis dan meraih kesuksesan menjadi dokter dan dosen sekaligus. Ia begitu pintar hingga menjadi rujukan banyak orang.

Kepopulerannya didengar oleh Muhammad Ali, hingga ia menjadikannya sebagai dokter pribadinya. Pada saat itulah, ia meraih gelar Basya. Kedudukannya makin popular di kalangan kaum jetset, hingga gubernur Abbas I memilihnya sebagai dokter pribadinya. Saat ibu gubernur menunaikan haji, sang gubernur mengutusnya untuk menemani ibu sang gubernur, menjaga kesehatannya dan kesehatan orang yang berhaji bersamanya.

Bukan hanya itu saja, ia juga menerjemahkan buku kedokteran ke dalam bahasa Arab. Misalnya.

Buku Al-Arbithah Al-Jirahiyah yang diterjemahkan dari bahasa Perancis.

Buku tentang Filsafat Alam yang dikarang Klautbek.

Buku tentang Anatomi Penyakit yang diterjemahkan dari bahasa Perancis.

Ia juga menerjemahkan istilah-istilah kedokteran dari kamus perancis yang berjumlah 8 jilid, dan memuat istilah-istilah ilmiah, seni, kedokteran, tumbuhan, hewan, dan ilmu lain yang memiliki kaitan dengan kedokteran, yang dilakukannya di bawah bimbingan Dr. Brown yang menjadi direktur setelah Klautbek.

Saat Ibrahim meninggal dunia, ia meninggalkan tanah seluas 1700 fidan.

Dari pengangkut semangka yang rugi menjadi orang yang meninggalkan warisan 1700 fidan dan digelari Basya.

Penjual semangka gagal yang menjadi murid Azhar hingga menjadi dokter bedah yang jenius.

Orang yang lari dari rumahnya, menggelandang di jalan-jalan Kairo hingga menjadi dokter keluarga borjuis yang memimpin Mesir kala itu.

Beliaulah sosok inspiratif, manusia hebat yang memiliki semangat luar biasa Ibrahim Basya an-Nabrawi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel