Iklan Atas Artikel

Cara Budidaya Rumput Odot yang Potensial


Pesatnya pertumbuhan para peternak menjadi peluang tersendiri bagi pelaku bisnis, utamanya para pembudidaya tanaman pakan hewan tenak. Salah satu rumput yang bisa di budidayakan untuk pakan ternak adalah rumput odot. Peluang budidaya rumput odot sangat menjanjikan selain perawatannya yang mudah juga persaingan yang masih sedikit. Bagi anda yang hidup di pedesaan bisa mencoba usaha ini sebagai usaha sampingan maupun usaha utama. Atau bagi anda sebagai peternak yang ingin menanam sendiri rumput odot juga bisa dicoba.Selain kandungan gizi yang lengkap untuk memenuhi kebuthan hewan ternak juga untuk menekan pengeluaran biaya pakan.

Rumput odot serumpun dengan rumput gajah yang biasa kita temui, bedanya terletak pada tinggi, lebar daun dan jarak ruas serta jumlah anakan. odot pendek, daun lebar, anakan banyak, empuk, cepat tumbuhnya, minim gelugut dan tidak gatal, kecuali sudah tua. ruas pendek, ( ruas bisa jadi agak panjang, saat kurang sinar mentari). 

Menurut sejarahnya Awal mula tersebarnya rumput odot di Indonesia, dibawa oleh seorang TKI asal Tulungagung, Jatim yang bekerja di Amerika Serikat yang bernama Pak Odot. Pertama-tama rumput odot dicoba ditanam di sebuah pot, ternyata bisa tumbuh dan hidup, kemudian diberikan ke kambing ternyata disukai. Dari sinilah ide untuk budidaya rumput odot bermula. Hingga saat ini sudah dibudidayakan di beberapa daerah di Indonesia.

Saat ini Rumput Odot adalah jenis rumput yang paling dicari para peternak, banding dengan King grass, rumput gajah, sataria, guetamala, dan jenis rumput lainnya. Mudah tumbuh dan anakan banyak, mungkin jadi alasannya. Namun sebagian peternak ada yang belum mengetahui cara budidayanya yang sesungguhnya simpel itu.

1. Persiapan lahan..dibersihkan dari rumput liar/gulma, baik dengan cara disiangi manual atau disemprot obat rumput, agar proses awal pertumbuhannya mulus, tidak terganggu. lanjut digemburin, (jika belum gembur), dan dibedeng, (ini pilihan) artinya bisa dibedeng, bisa tidak…ukuran bedeng normal 60 cm, jika ada pupuk kandang bisa dicampurkan dengan tanah, sebagai pupuk dasaran…. dan jangan lupa diairi. Sehingga saat tanem lahan dalam kondisi basah, ada baiknya bibit dicelupkan air dulu sebelum ditanem, untuk mengantisipasi jika sebagian tanah tidak basah merata..kondisi basah saat tanam, ini penting, diperlukan agar bibit terpancing untuk ber-akar dan bertunas.

2. Steak Bibit odot yang telah dipotong ukuran tanem, yaitu sekitar 15 – 20 cm ( 5-10 ruas). ditancap miring 2/3nya masuk tanah atau ditidurkan dikanan kiri bedengan, atau ditengah bedengan, atau bisa juga seperti Tebu (ditancep dibagian rendahnya bedengan). Dengan jarak tanem 30- , bisa juga 1 m, sedang jarak lajur/bedengan 60 cm ,,, dari pengalaman, saya memilih tancep miring, dibagian rendahnya bedengan, ini membuat akar lebih bisa dapet tanah. Selain dengan batang/steak, Odot bisa juga ditanem dengan mengambil anakan dari induk odot yang bergerombol. Ini lebih cepat tumbuh, tapi ribet, dan menghabiskan banyak tenaga.

3. Ditahap awal tumbuh ini, mesti sering dicheck, yang mati disulami. Jika bibitnya masih ada. Jika terlihat kurang air, diairi. Disaat tunas berumur 3 mingguan, bisa dikasih pupuk ZA, UREA, Ponska, satu sendok teh cukup untuk mempercepat pertumbuhan.

4. Saat berumur kisaran 1 bulanan, anakan bisa diambil untuk sulaman, dengan mengikutkan sebagian akarnya. Sulaman model gini, lebih cepat tumbuh, tapi memakan tenaga dan waktu,,tetep lebih praktis pake’ stek/batang.

5. Panen odot perdana minimal berumur 2 bulan, standar 3 bulan, saat mulai muncul batangnya, berikutnya tiap bulan atau 40 hari bisa dipanen, masih empuk, enak, dan kambing suka banget, apalagi sapi. ..  untuk bibit 4 bulan keatas, atau setelah muncul batang layak tanam. Motongnya mepet tanah agar tunasnya bagus. Kalau perawatan bagus bisa bertahan sampai 2 tahun lebih…kalau kurang perawatan, mungkin setahun lebih sudah perlu peremajaan.

6. Perawatan sangat simpel, cukup dikasih pupuk kisaran 40 hari sekali, satu sendok makan disetiap gerombolnya, kondisi air diperhatikan, idealnya cukup air tetapi tidak tergenang. Butuh sinar matahari untuk proses masak, jika sinar mentari kurang, pertumbuhan juga kurang bagus, seperti batang kecil, anakan sedikit kendati tetep bisa subur.

7. Kandungan Nutrisi Rumput Odot:
  • Protein kasar 14 %
  • Protein kasar daun 14.35%
  • Protein kasar batang 8.1 %
  • Kadar lemak kasar daun 2.72%
  • Kadar lemak kasar batang 0.91
  • Digestibility daun 72.68%
  • Digestibility batang 62.56%
Pertumbuhan relatif cepat, tumbuh berumpun dan bertunas atau rhizoma, perakaran kuat dan dalam, daun dan batang halus tidak berbulu, batang lunak mudah dimakan dan disukai oleh hewan ternak.

Kelebihan lainnya, rumput odot memiliki kadar air lebih tinggi hingga diatas 80% dengan kandungan protein bahan segar diatas 14%, sehingga sangat membantu untuk menghilangkan dehidrasi sekaligus memberikan energi dan protein yang cukup untuk rekondisi, ditambah teksturnya yang empuk membuat ternak lahap memakan rumput tersebut. Semakin banyak makan, cairan tubuh makin stabil, rekondisi makin cepat.

Jika anda berminat untuk budidaya rumput odot langsung saja pesan Bibit odot ke: Masduki : Toko Prestasi Perempatan Jambewangi timur Selopuro blitar. Hp/wa : 081333279278 bisa juga lewat Facebook, atas nama Mas Duki, Admin n owner: Dunia Usaha Ternak.

Keunggulan produk kami: Harga Bibit odot cukup murah yaitu: Rp100.000/sak/23-25kilo, isi 500-600 (batang gede banget dan gede), 700-800-san batang (batang sedang dan kecil), kalau gede paling 600 batang jadi tergantung besar kecilnya batang, belum ongkir, bisa untuk lahan kisaran 20X20 meter. Gambar bibit, serta contoh rumput odot bisa dilihat di group Dunia Usaha Ternak, atau group-group ternak lainnya.

Demikian panduan budidaya rumput odot yang bisa anda coba sekarang juga. Dengan mengikuti langkah-langkah yang dijelaskan disini diharapkan anda bisa dengan mudah mempraktekannya sendiri. Semoga percobaan yang anda lakukan berhasil.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel