Iklan Atas Artikel

Berbentuk Gunungan Ini Makna Logo Muktamar Muhammadiyah Ke-48

Muktamar Muhammadiyah masih satu tahun lagi akan digelar di Solo. Namun launching logo muktamar ke 48 sudah dilakukan pada tanggal 31 juli bertepatan pada hari Rabu.

Sebagaimana yang sudah dimaklumi bahwa keberadaan Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi Islam, sudah memberikan kontribusinya sepanjang sejarah Indonesia. Seperti yang disampaikan ketua umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: "Muhammadiyah juga bukan organisasi kemasyarakatan biasa dan lahir kemarin sore. Muhammadiyah itu organisasi, pekumpulan, perhimpunan, dan pergerakan yang keberadaannya lahir dari ruh perjuangan kebangkitan nasional dan telah mengakar kuat dalam kehidupan bangsa sejak sebelum hingga setelah Indonesia merdeka."

Muktamar adalah media untuk menguatkan persaudaraan sesama warga Muhammadiyah sekaligus menghasilkan gagasan dan keputusan untuk kemaslahatan ummat dan bangsa. 

Adapun launching logo muktamar di UMS Kab. Sukoharjo pada Rabu lalu adalah untuk menggelorakan semangat dakwah dan persiapan demi kesuksesan muktamar tahun depan. Lalu apa makna dan filososfi logo muktamar Muhammadiyah ke-48 tersebut?

Mengutip dari laman resmi suaramuhammadiyah.id bahwa logo baru muktamar Muhammadiyah memiliki filosofi yang menggambarkan kiprah pergerakan Muhammadiyah dari awal mula didirikan. Selain itu harapan dan cita-cita Muhammadiyah dimasa mendatang. Berikut ini makna lengkap dari logo muktamar Muhammadiyah ke-48.
1. Filosofi Gambar Gunungan

"Gunungan atau kayon dalam konsep Jawa adalah simbol kehidupan (pohon kehidupan) yang melambangkan seisi alam semesta. Dalam pagelaran wayang, gunungan digunakan sebagai pembuka dan penutup adegan, sebagai penanda setiap pergantian babak (jejeran)."

"Artinya kehadiran Muhammadiyah sebagai pergerakan hadir untuk menggelorakan dakwah yang membangkitkan mehidupan ke arah kemajuan sebagaimana inspirasi lahirnya Gerakan Islam ini oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan yang dijiwai spirit Al-Quran sebagaimana firman Allah:


yang artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali Imran: 104).

Artikel terkait: Menguak Makna Kedatangan Taliban Di Jakarta

"Bentuk gunungan dan angka 48 dalam tulisan Arab, merupakan simbol dari muktamar ke-48 yang menjelaskan estafeta dari periode ke periode menuju babak baru, yang menunjukkan langkah pergerakan dinamis dalam mencapai tujuan Muhammadiyah sebagaimana yang dicita-citakan oleh pendiri K.H. Ahmad Dahlan."

2. Background Alam Semesta dan Lintasan Cahaya

Alam semesta yang menjadi background dalam logo: "Background dari gunungan adalah simbolisasi dari alam semesta, sekaligus menggambarkan lintas gerak cahaya (sinar) yang mencerminkan dinamisasi gerakan dakwah dan tajdid (pembaharuan) pencerahan Muhammadiyah di bumi Indonesia yang terus bergerak dinamis melewati ruang dan waktu guna mencerahkan semesta.

Filosofi dan makna lingkaran : "Bentuk lingkaran melambangkan kesinambungan tanpa putus dan melintas batas sebagaimana watak kesemestaan. Semburat cahaya bersudut 48 menggambarkan energi, kekuatan, martabat, dan kecerdasan serta dapat diartikan pula sebagai simbol pencerahan yang menggembirakan dan memancarkan kemajuan dalam Muktamar ke-48 tersebut."

Makna pancaran cahaya dibalik gunungan angka 48: "Pancaran cahaya dan simbol-simbol tersebut sebagai penanda dari pergerakan Muhammadiyah di abad kedua untuk “Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta” sebagaimana tema Muktamar ke-48, sebagai aktualisasi dari gerak dinamis Islam Berkemajuan yang menyebarkan misi rahmatan lil-‘alamin sebagaimana risalah dakwah Nabi Muhammad yang menjadi rujukan gerakan Muhammadiyah terkandung dalam Al-Quran,
yang artinya: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS Al-Anbiya: 107)."

3. Jenis Font

Penulisan kata Muktamar, Tema dan lain-lainnya menggunakan semua menggunakan jenis huruf “Futura” yang mempunyai karakter kokoh, modern, dan futuristik. Artinya Muhammadiyah sebagai gerakan keagamaan dan kemasyarakatan melalui Muktamar ke-48 senantiasa istiqamah, dinamis, dan berorientasi ke masa depan dalam usaha dakwah dan tajdid yang memancarkan Islam Berkemajuan untuk “Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta”. (SM)

Itulah makna dan filosofi logo muktamar Muhammadiyah ke 48 yang akan diselenggarakan di Solo pada tahun 2020 mendatang.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel