Iklan Atas Artikel

Benarkah Didalam Gambar Salib ada Jinnya, Dan Apa Hukumnya Melihat Salib Dalam Islam?


Ramai menjadi perbincangan ceramah Ust. Abdul Somad Lc. tentang salib. Hal ini bermula saat ada seorang jamaah yang bertanya tentang pengalamannya saat melihat salib perasaannya menggigil hati, maka beliau menjawab bahwa didalam salib ada setan atau jinnnya.

Berikut ini translite ceramah UAS:


Terlepas dari pernyataan diatas, lalu bagaimana sebenarnya hukum melihat atau memakai salib dalam pandangan islam?

Hukum Melihat Salib dalam Pandangan Islam

Dalam fatwa yang diterbitkan dewan fatwa lajnah daimah, bahwa sekedar melihat salib hukumnya boleh, hal ini sebagaimana yang pernah dialami Rasululloh saat menetap di Makkah sebelum fathu makkah terdapat 360 berhala disekitar ka'bah Yang kemudian berhala-berhala itu dihancurkan.

Adapun mengenakan salib atau simbol-simbol agama lain adalah haram hukumnya. Rasululloh bersabda,
Dalam sunan at-Tirmidzi dari 'Adi bin Hatim radiyallohu anh berkata aku datang kepada Nabi dan di leherku terdapat kalung salib yang terbuat dari emas, lalu Nabi berkata: Wahai 'Adi buang berhala itu darimu."

Hukum Membuat Salib dan Menjualnya

Hukum membuat, membeli atau melukis salib di pakaian atau di dinding dan semisalnya, itu termasuk diharamkan, seorang muslim dilarang melakukannya. Jangan membuat untuk dirinya dan jangan membantunya. Bahkan hendaknya dia bertakwa kepada Allah Ta’ala dan menjaga dari syiar kekufuran yang dibuat-buat oleh orang Kristen dalam agamnya.

Syaikhul islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,
“Tidak boleh membuat salib, baik dengan atau tanpa upah. Tidak dibolehkan menjual salib sebagaimana tidak dibolehkan menjual patung dan membuatnya. Sebagaimana Terdapat ketetapan dalam shahih dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam sesungguhnya beliau bersabda:

إن الله حرم بيع الخمر والميتة والخنزير والأصنام

“Arti: Sesungguhnya Allah mengharamkan penjualan khomr, bangkai, babi dan patung.” (Majmu fatawa, 22/141 silahkan melihat Al-Mausuah Fiqhiyah, 12/84-88).

Kedua:

Perlu kita ketahui bahwa salib memiliki aneka bentuk dan banyak macamnya. Bermacam-macam sepanjang zaman dan tempat, dan perbedaan sekte atau kelompok Nashrani. Sehingga mereka mambuat gambar yang beraneka ragam.

Lambang yang Menyerupai Salib Apakah setatusnya sama seperti Salib?

Berdasarkan pada keterangan sebelumnya kami memandang hukum menggambar dan menggantungkan Salib adalah sebagai berikut,

1. Jika telah digambar bahwa itu salib, seorang muslim dilarang membawa, memakai, membeli, menjual dan menggambarnya. Karena sebab pengharaman menggambar salib dan memakainya adalah menjauhi menyerupai orang Nashrani dan pengagungan simbol keagamaan yang batil. Sebab ini dapat mengenai semua bentuk salib yang dikenal oleh kelompok Nashrani kalau dibuat manjadi salib untuk mengagungkan dan menjadi rumus apa yang mereka inginkan.

2. Jika menggambar dengan hiasan tertentu atau mambuat sebagian peralatan rumah dan peralatan biasa, bertepatan menghasilkan seperti bentuk salib tadi, maka hal ini dapat dibedakan sebagai berikut,

a. Jika pertama kali terlihat itu hiasan salib yang dikenal sekarang di kebanyakan gereja dan kebanyakan orang Kristen. Salib yang dimaksud adalah bentuk dua garis salah satu lebih panjang dan yang lain melintang. Maksudnya perpaduan garis melintang dengan garis memanjang dan sisi atas lebih pendek dari yang bawah. Inilah bentuk yang dikenal salib semenjak orang Kristen membuatnya. Terbuat dari kayu dan disalib orang yang ingin dibunuhnya. Jika seseorang saat melihat pertama kali seperti ini, maka harus dihapus dan dihilangkan. Atau diperbaiki agar keluar tidak seperti salib. Dimana dahulu Nabi sallallahu alaihi wa sallam (Tidak membiarkan di rumahnya apapun yang di dalamnya ada salib kecuali dihapusnya).

b. Jika gambar salib tidak nampak, tetapi hasil dari hiasan yang bukan dimaksudkan. Atau bangunan dengan arsitek yang terpotong itu lebih banyak manfaat dan lebih elastis. Atau digunakan sebagai lambang olah raga tertentu. Seperti lambang perkumpulan atau perkalian dalam ilmu matematika. Jika demikian keadaannya, maka tidak diwajibkan menghapus dan menghilangkannya. Dan tidak mengapa membuatnya, menjual yang terkandung seperti itu karena tidak adanya illat (sebab) yaitu menyerupai orang kafir dan mengagungkan simbul mereka. Karena simbul Salib dalam kondisi seperti ini sedikit tidak terlihat juga tidak dianggap.

Pendapat Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah,

Pertama, kita harus mengetahui bahwa ini adalah salib. Karena sebagian orang menyangka ini adalah salib padahal bukan (salib).

Kedua, kita tahu ia digunakan karena ia salib. Bukan karena hiasan di pakaian sebagai contoh. Karena orang Kristen mengagungkan salib. Tidak mungkin mereka menjadikan sebagai hiasan di baju. Akan tetapi mereka menaruhnya di tempat yang terhormat. Maka ada dua sikap yang harus kita tunjukan, kalau telah kita tegaskan bahwa ia adalah salib, maka harus disobeknya atau minimal sesuai sunah disobeknya. Kedua kita wajib boikot baju ini –yang ada gambar salib- kalau kita boikot, maka para pedagang tidak dapat mengambil manfaatnya. Boikot juga sesuatu yang ada bintang segi enam dikatakan sebagai symbol kaum Yahudi. Maka hukumnya sama seperti hukum salib. Meskipun orang Yahudi tidak mempergunakannya untuk beribadah akan tetapi menjadi ciri khusus bagi mereka.

Simbol Salib Menurut Nashrani

Masih menurut Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah, "Kita pernah menanyakan tentang salib kepada orang Kristen yang telah masuk Islam, mereka mengatakan, “Salib bagi kami adalah salib yang dikenal, ada dua garis, salah satu membentang dan satunya memanjang. Dimana sisi memanjang lebih panjang dari pada yang membentang. Sampai ketika kita menanyakan kepada mereka tentang jam salib dimana mereka menamakan –jam salib- mereka mengatakan, “Ini tidak dimaksudkan sebagai salib. Ini sekedar tanda suatu perusahaan saja. Karena salib menurut orang Kristen mereka mengatakan, “Bahwa garis memanjang lebih tinggi kemudian garis membentang. Dimana salah satu sisi dalam garis memanjang lebih panjang dari yang lainnya. Dan ini realita yang ada. Seseorang yang disalib ditaruh kayu membentang karena diikut kedua tangannya. Apakah mungkin kayu yang dibuat untuk kedua tangan dibuat separuhnya? Tidak bahkan ia berada lebih tinggi. Oleh karena itu kita meragukan yang disebarkan ini sebelum dua tahun lalu dengan berbagai macam bentuk. Mereka mengatakan, “Ini namanya salib. Kemudian tanda ( + ) apakah termasuk salib? Ia bukan salib. Begitu juga dahulu timba yang ditaruh air dari sumur, di atasnya seperti dua kayu dinamakan ‘Arqot’ dimana salah satunya membentang dan satunya memanjang. Seperti ini tidak termasuk salib. Sesuatu itu dikataikan salib, adalah sesuatu yang diletakkan sebagai salib.” (Liqo Bab Maftuhu, pertemuan no 21/ soal no. 7)

Beliau juga mengatakan,

“Adapun apa yang tidak dimaksudkan sebagai salib, tidak diagungkan dan tidak dijadikan simbol, seperti sebagian tanda dalam matematika atau sebagian yang nampak di jam elektronik dengan ada tanda tambahan. Maka hal ini tidak mengapa, tidak termasuk sedikitpun dari salib.” (Majmu fatwa Wa Rosail Ibnu Utsaimin juz. 18/114 jawaban soal no. 11574. Wallahu a’lam. (Islamqa.info)

Demikian penjelasan lengkap mengenai hukum memandang salib menurut islam, dan hukum-hukum terkait lainnya. Tulisan ini ditunjukan khusus bagi ummat islam agar berhati-hati dalam bertindak terlebih jika sudah menyangkut masalah aqidah. Karena konsekuensinya berat terhadap status keislamannya.
Semoga tulisan tentang hukum melihat salib ini benar-benar bisa menjadi pedoman bagi kaum muslimin. Dan tidak memberikan statmen atau sikap diluar ketentuan dalil-dalil agama. Semoga Alloh membimbing kita semua agar senantiasa istiqamah dalam iman dan islam. Aamiin

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel