Iklan Atas Artikel

Usaha Sampingan yang Tidak Cocok Untuk Mahasiswa


Menjalani usaha sampingan bagi mahasiswa merupakan sesuatu banget. Trend entrepreneur muda juga sebagian lahir dari kehidupan mahasiswa. Siapa yang tidak ingin sukses membangun usaha dari muda. Seorang mahasiswa idelais tentu menggantungkan cita-citanya untuk menjadi pribadi yang mandiri dan tidak membebani orang lain. Saat ini ada banyak sekali jenis usaha yang cocok dijalankan oleh mahasiswa. Dan kesuksesan berbisnis bagi mahasiswa juga sudah banyak yang membuktikan. Hal ini disebabkan adanya berbagai kemudahan untuk memulai usaha dan tentunya motivasi dan semangat yang besar untuk menjadi orang yang mandiri. Selain itu tersedianya banyak waktu kosong yang dimiliki para mahasiswa juga menjadi peluang untuk menjalankan usaha sampingan.

Namun sebagai pengusaha pemula, mahasiswa juga harus jeli dan waspada untuk meminimalisir resiko saat ingin menjalankan sebuah usaha. Ingat karena status utamanya adalah mahasiswa dan usaha baru sebatas sampingan saja. Ada beberapa catatan kecil yang harus diperhatikan oleh mahasiswa saat hendak memulai sebuah usaha. Agar resiko kerugian dan gagal menjadi sarjana bisa di cegah dari sekarang. Nah, berikut ini adalah beberapa jenis usaha yang tidak cocok dijalankan oleh mahasiswa

1. Banyak pesaing

Persaingan dalam dunia bisnis adalah sebuah keniscayaan. Bahkan usaha tanpa adanya pesaing akan menjadi tidak berkembang. Oleh karena itu semakin maju sebuah usaha akan semakin banyak pesaingnya. Namun bagi mahasiswa sebelum memulai bisnis ada baiknya untuk mempertimbangkan banyak atau sedikitnya persaingan terhadap satu jenis usaha yang hendak dipilih. Untuk mengetahui hal ini bisa melalui survei, dan analisa dilapangan. Atau bisa juga dengan mencari informasi melalui internet dengan keyword "contoh usaha sedikit persaingan" atau "macam-macam usaha yang sedikit persaingan" atau dengan keyword "jenis usaha dengan persaingan ketat" dan lain sebagainya. Intinya salah satu pertimbangan dalam menentukan sebuah usaha bagi mahasiswa adalah besar atau sedikitnya pesaing. Hal ini dimaksudkan agar anda lebih fokus untuk membangun usaha dan kuliah, bukan sibuk mengurusi masalah persaingan yang menyita banyak waktu, tenaga dan fikiran.

2. Menyita banyak waktu

Seperti penjelasan diatas salah satu pertimbangan yang harus dilakukan oleh mahasiswa adalah waktu. Saat menjalani bisnis usahakan memilih jenis usaha dengan intensitas waktu yang fleksibel sehingga tidak mengganggu waktu kuliah anda. Bahkan carilah usaha yang memang bisa dijalankan disela-sela waktu kuliah anda. Misalkan usaha yang potensial di hari minggu atau hari libur saja. Selain itu carilah usaha yang tidak membutuhkan kios atau toko, seperti menjadi dropshiper dan lain sebagainya. Untuk mengetahui usaha apa yang cocok bagi mahasiswa anda bisa mencari di google search dengan keyword "usaha sampingan yang cocok untuk mahasiswa". Dari situ anda bisa menentukan dan memulai usaha baru anda.

3. Resiko kerugian besar

Sesungguhnya tidak ada satupun jenis usaha didunia ini tanpa ada resikonya. Bahkan setiap tindakan kita sekecil apapun juga memiliki resiko. Sebagai contoh makan juga memiliki resiko seperti kegigit, keselek dan lain sebagainya. Namun memilih usaha dengan resiko kerugian yang kecil sangat penting dilakukan oleh mahasiswa. Kenapa? Sebagai mahasiswa usaha masih sebatas sampingan atau tambahan uang saku saja, belum menjadi kebutuhan pokok untuk menopang kebutuhan hidup keluarga. Itu artinya tingkat keseriusannya masih rendah dan belum siap untuk menanggung resiko besar. Selain itu sebagai pembisnis pemula masih minim pengalaman dan sedikitnya modal. Oleh karena itu carilah jenis usaha yang modal kecil dan memiliki resiko kecil. Coba carilah di google dengan keyword "usaha modal kecil" atau "usaha yang sedikit resikonya". Selanjutnya tentukan usaha anda dengan pertimbangan resiko yang kecil.

4. Bertentangan dengan hukum

Diantara usaha yang tidak cocok dijalankan bagi mahasiswa dan semua orang adalah usaha yang secara hukum perundang-undangan melanggar hukum. Seyogyanya bagi mahasiswa jangan tergiur dengan iming-iming keuntungan yang besar dan menjanjikan. Sebesar apapun keuntungan yang dijanjikan. Pelajari dengan cermat legalitasnya. Jika beruapa obat-obatan, kosmetik maupun makanan apakah sudah ada ijin resmi dari BPOM apa tidak. Bagi anda yang muslim perhatikan kehalalan usaha yang akan anda jalankan menurut agama. Jika berupa produk lihatlah kemasannya sudahkan ada label halal MUI apa tidak. Karena usaha yang melanggar legalitas hukum agama dan negara resikonya dunia akhirat.

5. Modal hutang

Terakhir usaha yang pantang dijalankan oleh mahasiswa adalah usaha dengan modal hutang. Terlebih hutang dengan bunga alias riba. Diantara faktor terbesar kegagalan dalam membangun usaha adalah saat usaha dibangun dari hutang yang tidak produktif. Sebagai solusinya bagi mahasiswa yang ingin memulai usaha carilah usaha yang sesuai dengan modal yang ada. Atau jika modal masih belum mencukupi alangkah lebih baik menunggu dengan cara menabung dan mengumpulkan uang sampai mencapai batas untuk modal awal. Atau saat ini juga banyak usaha yang bisa dijalankan tanpa modal cash. Anda bisa mencarinya di google dengan keyword "usaha tanpa modal" atau "usaha modal kecil". Lalu tentukan jenis usaha yang sesuai dengan kebutuhan dilingkungan kampus tempat anda belajar.

Itulah setidaknya 5 jenis usaha yang tidak cocok bagi mahasiswa. Tulisan ini hanya sebatas nasehat dan untuk dijadikan bahan pertimbangan saja. Dan bukan bermaksud untuk menyurutkan niat dan semangat keinginan anda untuk berwirausaha. Bahkan kami sangat menganjurkan jadilah entrepreneur muda. Jadilah mahasiswa yang mandiri dengan berwirausaha. Salam sukses untuk kita semua.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel