Iklan Atas Artikel

Mengenal Kota Pariaman, Satu-Satunya Kota Di Indonesia Tanpa Etnis Cina

Masjid Raya Pariaman
Nyongmart.com- Membaca judul pada artikel ini mungkin sebagian pembaca ada yang merasa aneh dan mengarah kepada rasisme. Namun tulisan ini semata-mata sebagai informasi sejarah yang menjadi bagian dari sejarah Indonesia.

Sebelum menuju pembahasan inti dari artikel ini yaitu Mengapa kota Pariaman tidak ada etnis tionghoanya. Ada baiknya kita kenali lebih dulu kota Pariaman dari segi geografis dan budayanya.

Pariaman merupakan kota otonom yang telah resmi ditetapkan oleh pemerintah pusat pada tanggal 2 Juli 2002. Sebelumnya pariaman merupakan kota administratif yang menjadi bagian dari kabupaten Padang Pariaman.

Kota dengan hamparan dataran rendah nan landai ini berada tepat disebelah pantai barat Sumatera. Dengan luas daratan 73.36 km dan luas laut 282,69 km. Dengan total luas kota Pariaman 73,36 km.

Kota dengan iklim tropis basah ini dihuni oleh 97.901 penduduk (data tahun 2010) yang mayoritas suku minangkabau. Terdapat empat kecamatan yaitu pariaman selatan, tengah, timur dan kecamatan pariaman utara.

Adapun dari segi kebudayaan kota Pariaman masih sangat kental dengan budaya Aceh. Hal ini bisa dilihat dari bahasa dan panggilan sehari-hari yang berlaku. Selain itu adat aceh yang sangat kental terasa disana adalah saat upacara pernikahan.

Mengapa kota Pariaman bersih dari etnis tionghoa?

Sebetulnya prosentasinya tidaklah mutlak 100%. Karena ada juga etnis lain yang berada disana.

Mungkin sebagian kita sudah pernah membaca sejarah peristiwa kansas? Jika belum nanti akan sedikit dijelaskan dibagian akhir tulisan ini. Namun sebelumnya perlu diketahui bahwa sebelum meletusnya peristiwa kansas atau dikenal juga istilah kanso, penduduk etnis cina sudah ada di Pariaman. Ini menunjukan keharmonisan yang terjalin antara kedua etnis disana. Sehingga kepergian etnis tionghoa dari pariaman tentu ada sebab yang melatarbelakanginya.

Tercatat dalam sejarah, bahwa komunitas China sangat ramai di Pariaman. Bahkan mereka memiliki pandam pakuburaan tersendiri yang berada tepat di belakang Makodim 0308 Pariaman (sekarang). Penduduk etnis cina di Pariaman sudah ada sejak zaman Belanda. Etnis china yang ada di Pariaman umumnya adalah para pedagang, pemilik pabrik roti, pabrik sabun, hingga distributor rempah-rempah dan kebutuhan sehari-hari (kumango).

Pemukiman komunitas China Pariaman terletak di area Kampung Chino yakni di Jl. SB Alamsyah Kp Balacan, Kp Jawo, dan Kp Pondok. Faktanya sebelum meletusnya  Kansas, mereka hidup rukun berdampingan dengan pribumi. Tempat sembahyang China di Pariaman terletak di Simpang Tabuik yang sekarang persis berada di deretan Toko Ali.

Penyebab hengkanya etnis cina dari Pariaman

Penyebab hengkangnya etnis cina dari pariaman dipicu sebuah insiden yang dilakukan oknum etnis tionghoa kepada pribumi. Peristiwa ini tercatat dalam sejarah terjadi pada tahun 1944. Berada di Simpang Kampuang Cino Pariaman tepatnya di simpang tugu tabuik sekarang.

Saat para pejuang dari pribumi sedang bersusah payah berusaha melawan penjajah belanda, justru perjuangan ini dikhianati oleh oknum etnis cina dengan bertindak sebagai mata-mata bagi penjajah yang mengakibatkan kerugian dan kematian para pejuang dari pribumi.

Melihat kematian yang dianggap aneh ini, karena para pejuang melakukan aksi dengan mencari tempat persembunyian yang tidak mungkin diketahui oleh penjajah.  Maka sebagian dari pejuang berinisiatif untuk mencari penyebabnya. Maka dengan melibatkan anak-anak kecil untuk mencari informasi dengan bermain di depan kedai milik salah seorang etnis cina yang menjadi tempat nongkrong para penjajah.

Dengan cara ini terungkaplah sebuah fakta bahwa ada oknum etnis cina yang bertindak sebagai jongos yang memata-matai persembunyian para pejuang. Mendapatkan bukti ini maka oknum tersebut lantas diculik di malam hari lalu diintograsi dan akhirnya mereka mengakui perbuatanya.

Setelah ditangkapnya tiga mata-mata, maka ketiganya mendapatkan hukuman dengan cara dibunuh menggunakan alat yang disebut kanso. Peristiwa ekskusi ini terjadi di Simpang Kampuang Cino Pariaman tepatnya di simpang tugu tabuik sekarang pada tahun 1944.

Semenjak itu gesekan antar penduduk pribumi pariaman dengan tionghoa tidak terelakakan. Sebagai buntut dari kejadian itu etnis tionghoa memutuskan untuk pergi menyelamatkan diri meninggalkan harta mereka di Pariaman.

Itulah sejarah singkat kota Pariaman yang tidak dihuni oleh etnis tionghoa hingga saat ini. Semoga tulisan ini menambah wawasan anda. Dan jika merasa tidak cukup dengan informasi ini silahkan merujuk pada referensi lain yang dianggap perlu. Terima kasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel