Iklan Atas Artikel

Faktor Penyebab Disleksia Dan Ciri-Cirinya yang Harus Anda Ketahui


Nyongmart.com- Halo bunda, senang bisa menyapa kembali melalui tulisan ini. Nah, topik bahasan masih tentang parenting ya bund. Dan tulisan ini sebagai jawaban atas masalah yang dihadapi sebagian orang tua atas perkembangan anak-anaknya.

Salah satu tantangan orang tua dalam mendidik anaknya adalah saat anak mengalami kesulitan belajar karena adanya gangguan disleksia. Apa itu disleksia?

Definisi disleksia

Disleksia biasanya ditunjukan kepada anak yang tidak dapat membaca. Gangguan ini bukan disebabkan karena ketidakmampuan untuk melihat, pendengaran, ataupun intelegensinya, serta keterampilan bahasa, tetapi lebih kepada gangguan dalam proses otak ketika mengolah informasi yang diterimanya.

Diantara bentuk kesulitan belajar yang biasa dialami oleh anak adalah gangguan disleksia. Para pakar psikologi telah menemukan berbagai hasil analisanya terkait dengan masalah disleksia pada anak. Dikutip dari buku karya Dyah R Hilmi bahwa disleksia bisa diketahui dari beberapa ciri-ciri yang bisa diamati oleh orang tua. Namun sebelum kita jelaskan ciri-ciri disleksia ada baiknya kita simak terlebih dahulu mengenai faktor penyebab disleksia.

Masih dalam bukunya Dyah R Hilmi menjelaskan tentang 3 faktor kemungkinan terjadinya disleksia pada anak.

1. Faktor Keturunan

Anak dengan gangguan disleksia biasanya cenderung terdapat di keluarga yang mempunyai anggota kaluarga yang kidal. Namun, orangtua yang disleksia tidak secara otomatis menurunkan gangguan ini kepada anak-anaknya. Begitu juga dengan anak yang kidal, belum pasti mengalami gangguan disleksia.

2. Masalah Pendengaran Sejak Dini

Jika ada masalah dengan pendengaran dan tidak terdeteksi, otak yang sedang berkembang akan sulit menghubungkan bunyi atau suara yang didengar dengan huruf atau kata yang dilihat. Jika hal ini terus menerus terjadi dapat menyebabkan kesulitan jangka panjang, terutama jika disleksia tidak segera ditangani. Konsultasi dan penanganan dari para ahli sangat diperlukan.

3. Faktor Kombinasi

Disleksia juga disebabkan oleh dua hal diatas yaitu faktor keturunan dan masalah pendengaran. Jika penyabeb ini yang terjadi, anak berada dalam kondisi yang sangat serius, sehingga perlu penanganan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Jika tidak segera ditangani, gangguan ini bisa berlangsung sampai dewasa.

Ciri-ciri disleksia:

Setidaknya ada 15 ciri-ciri anak yang mengalami gangguan disleksia. Sebagian ciri-ciri ini sangat mudah untuk diketahui. Berikut ini uraian selengkapnya:

1. Ketika membaca dengan lisan, ada kata-kata yang terlewat, dan menambah atau penyimpangan kata-kata.

2. Anak membaca dengan lambat.

3. Tidak dapat mengucapkan irama kata-kata secara benar dan proporsional.

4. Kesulitan dalam mengurutkan irama kata-kata secara benar dan proporsional.

5. Sulit menyuarakan fonem (satuan bunyi) dan memadukannya menjadi sebuah kata.

6. Sulit mengeja secara benar. Bisa jadi anak mengeja satu kata dengan bermacam ucapan, walaupun kata tersebut berada di halaman yang sama.

7. Sulit mengeja kata atau suku kata dengan benar, terbalik-balik ketika membunyikan huruf atau suku kata, bingung melihat huruf yang mempunyai kemiripan bentuk, seperti d-b atau m-n, serta rancu membedakan huruf atau fonem yang memiliki kemiripan bunyi, seperti v dan f.

8. Membaca suku kata dengan benar di satu halaman, tetapi salah di halaman lainnya.

9. Kesulitan saat harus memahami apa yang dibacanya. Mungkin anak bisa membaca dengan benar, tetapi tidak mengerti dengan apa yang dibacanya.

10. Sering terbalik-balik dalam menuIiskan atau mengucapkan kata. Misalnya, “hal” menjadi ”lah“, ”kelinci berdiri di atas meja menjadi "berdiri kelinci di atas meja“. Rancu terhadap kata-kata yang singkat, seperti ke, dari, dan, serta jadi.

11. Bingung menentukan harus menggunakan tangan yang mana untuk menulis.

12. Sering lupa mencantumkan huruf besar atau mencantumkannya di tempat yang salah.

13. Sering lupa meletakkan tanda baca seperti titik, koma, tanda tanya, atau tanda seru.

14. Menulis huruf dan angka dengan hasil yang kurang bagus.

15. Menulis dengan adanyajarak pada huruf-huruf dalam satu rangkaian kata dan tulisannya kadang kadang naik, kadang-kadang turun. Menempatkan paragrap secara keliru.

Itulah uraian seputar tanda-tanda gangguan disleksia pada anak. Semoga tulisan ini membantu anda yang sedang mencari referensi dalam masalah disleksia. Baca ulasan selanjutnya : Langkah Penanganan Disleksia Menurut Para Ahli

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel