Iklan Atas Artikel

Berbagai Metode Belajar Membaca Untuk Anak Yang Cocok Diterapkan Di Rumah dan Sekolah


Ayah bunda yang berbahagia. Pada tulisan ini nyongmart.com akan menyajikan sebuah informasi menarik seputar metode belajar membaca yang bisa ayah bunda terapkan untuk buah hati, terutama yang masih usia balita.

Berbicara metode belajar membaca saat ini ada banyak metode belajar membaca yang dapat kita terapkan pada anak kita. Berikut merupakan beberapa metode belajar membaca yang banyak di terapkan di dunia pendidikan khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Masing-masing dari metode ini memiliki kekurangan dan kelebihan. Inilah 6 metode belajar membaca yang sering diterapkan di sekolah-sekolah.

1. Mengenal Huruf dan Mengeja Suku Kata 


Metode mengeja bisa dibilang sebagai metode yang termasuk paling lama digunakan oleh orangtua atau para guru. Pada metode ini anak belajar membaca dimulai dengan mengeja huruf demi humf. Anak dikenalkan lambang-lambang huruf dan cara membaca dengan pengenalan bunyi huruf atau fonem.

Namun metode ini sebetulnya mempunyai kelemahan yaitu karena siswa diharuskan mengetahui setiap lambang huruf kemudian menyusunnya menjadi kata, maka untuk menguasai pengenalan huruf dan mengeja suku kata membutuhkan waktu yang lama. Jika tidak diulang terus menerus maka anak akan mudah lupa bentuk dan bunyi huruf tersebut.

Selain itu anak mengalami kesulitan dalam mengenal rangkaian huruf pada suku kata dan kata. Juga kesulitan dalam melafalkan diftong dan fonem rangkap seperti “ng, ny, ai” dan Iain-lain. Terkadang anak juga sulit untuk membaca karena terbiasa dengan perkenalan huruf dulu.

Misal:

Anak terbiasa menyebut huruf “d” menjadi “de”, maka ketika membaca da bisa saja ada anak yang membacanya menjadi dea.

2. Membaca Keseluruhan Baru Bagian


Metode ini dikenal sebagai metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) yang sudah ada sejak tahun 1974, yaitu anak belajar membaca dari keseluruhan baru kemudian ke bagian-bagian.

Anak dilatih mengurai kata-kata dari sebuah kalimat, lalu kata, suku kata, hingga huruf dalam suku kata. Lanjut suku kata menjadi kata dan kata menjadi kalimat kembali. Awalnya anak diminta membaca satu kalimat sederhana. Semakin lama, bentuk kalimat semakin panjang.

Metode ini berdasarkan landasan linguistic sebetulnya menolong anak menguasai bacaan dengan lancar. Namun pada metode ini orangtua atau guru harus kreatif, terampil dan sabar, karena banyak yang harus disiapkan untuk pelaksanaan metode ini.

Metode ini mungkin dapat diterapkan untuk anak usia SD namun sayangnya tidak dapat diterapkan untuk anak usia dini. Untuk usia dini. metode Ini lebih sulit.

Bedasarkan penelitian, banyak anak usia dmn yang dncoba menggunakan metode ini belajar membaca mengalami stuck belajar dan sering menyerah di tengah jalan.

3. Membaca Dengan Gambar


Metode ini sebetulnya salah satu metode yang disukai anak, khususnya di usia dini. Karena anak diberi gambar dengan warna yang menarik dan sudah diberi judul di bawahnya. Makin sering diulang-ulang membaca gambar, anak akan mudah menghafalnya.

Namun setiap metode pasti memiliki kelemahan. Pada metode membaca dengan gambar memiliki dua kelemahan yaitu masing-masing kadangkala memiliki perbedaan persepsi antara gambar dan tulisan, dan juga membutuhkan waktu dan biaya lebih untuk membuat gambar. Misalnya, guru atau orangtua menunjukkan gambar seorang ibu, ada anak yang menyebutnya ibu. Ada anak yang menyebutnya mama atau ummi. Sehingga tidak terlalu efektif untuk mengajarkan anak membaca dengan metode gambar.

Selain itu untuk membuat gambar membutuhkan waktu. dana dan ketelatenan guru atau orangtua dalam membuat gambar. Untuk orangtua atau sekolah yang tidak memiliki dana berlebih tentu cara ini agak berat dalam hal finansial.

4. Flash Card (Kartu Kata)


Lahirnya metode Flash Card (Kartu Kata) karena anak-anak lebih suka belajar sambil bermain karena memang kodrat seorang anak di usia dini adalah bermain. Jika momen belajar jadi menyenangkan maka proses belajar jadi lebih mudah dan lebih capat.

Kita sebagai guru atau orangtua membuat kartu-kartu yang memuat satu kata dengan huruf kecil. Huruf dan warna yang jelas akan lebih menarik perhatian anak-anak.

Meski banyak yang mengatakan metode ini efektif untuk mengajarkan anak membaca sejak kecil (bahkan dari bayi). namun sebetulnya metode Ini memiliki cukup banyak kelemahan.

Metode ini dibutuhkan ketelatenan dan kreatifitas dari kita sebagai pendidik atau orangtua. Karena sebaiknya flash card dibuat berdasarkan kelompok yang sama, misalnya nama buah, nama hewan, nama benda, dll.

Karena untuk metode ini akan efektif dalam suasana yang menyenangkan, maka ada baiknya kita mengajarkan kepada anak ketika suasana hati kita atau anak sedang nyaman, tidak dalam keadaan lelah. Jangan melakukan metode ini ketika anak sedang kurang sehat dan rewel.

Selain itu metode ini membutuhkan dana untuk membeli flash card yang sudah dijual di toko buku atau membuat sendiri flash card tersebut dengan berbagai tema.

5. Metode Global


Banyak yang menyebut metode ini sebagai “metode kalimat”. karena metode ini memang diawali dengan menyajikan beberapa kalimat global.

Terkadang untuk membantu bisa dengan cara menggunakan gambar. Misalnya ketika ada gambar kucing, orangtua atau guru menunjuk gambar tersebut sambil berkata “ini kucing”.

Selain itu, metode global berbeda dengan metode yang lain. Kalau metode yang lain biasanya dimulai dengan mengenalkan huruf, suku kata, baru kata dan selanjutnya kalimat. Metode global justru dimulai dari kalimat terlebih dahulu baru orangtua dan pendidik mengupas lebih lanjut menjadi kata, suku kata dan huruf.

Misal:

ini Tina

Ini     Tina

I-ni  Ti-na

I-n-i  T-i-n-a

Karena dimulai dan global ke khusus, yaitu dalam belajar membaca dari keseluruhan kalimat-kata-suku kata-hingga ke huruf, ternyata metode ini memiliki kelemahan. Setiap anak memiliki daya tangkap yang berbeda-beda, dan kemampuan menghafal yang berbeda juga. Sehingga sebagai orangtua atau guru, kita harus bisa kreatif membuat kalimat yang beragam sehingga semua alphabet bisa dikuasai anak, hingga anak dapat membaca dengan sendirinya.

6. Membaca Suku Kata


Metode ini sekarang mulai banyak diterapkan di sekolah Pendidikan Usia Dini, dimana pelajaran membaca diawali dengan pengenalan suku kata sederhana, kemudian perlahanlahan suku-suku kata tersebut dirangkai menjadi kata-kata dan terakhir menjadi kalimat utuh.

Jadi metode membaca suku kata ini memiliki beberapa tahap. yaitu tahap pertama adalah pengenalan suku kata. tahap kedua merangkai suku kata menjadi kata, tahap ketiga merangkai kata menjadi kalimat sederhama, tahap keempat pengupas lafal diftong dan fonem rangkap seperti “ng, ny, ai” dan lain-Iain.

Metode yang serupa dengan metode membaca IQRA ini memang banyak memiliki kelebihan dibandingkan metode yang lain. Karena tidak harus mengeja huruf demi huruf membuat anak yang baru belajar membaca menjadi lebih cepat menguasai pelajaran membaca untuk permulaan, bahkan untuk yang buta aksara (orangtua yang belum bisa baca sama sekali).

Dengan konsep membaca, diulang-ulang materi yang sudah dipelajari sebelumnya, (dan suku kata vokal (a-i-u-e-o) dan konsonan (b hingga z) yang membentuk suku kata tersebut, maka anak akan hafal dengan sendirinya materi suku kata yang sudah diajari.

Karena itulah buku “Anak Islam Gemar Membaca” memilih konsep ini dalam penerapan metode membaca. Pada buku yang kami buat dalam 5 jilid ini, kami memulai pejaran membaca dengan cara memaparkan suku kata yang dimulai dari vokal a-i-u-e-o dengan menggabungkan dengan huruf konsonan yang lainnya dari b hingga z.

Hal ini untuk meminimalisir kesulitan bagi anak dengan tingkat kecerdasan rata-rata. Sehingga semua anak, dengan beragam tingkat kecerdasan dapat membaca dengan mudah. secara perlahan-lahan dari suku kata-kata-kalimat hingga menjadi suatu paragraf.

Catatan Penting Bagi Para Pendidik

1. Buat suasana belajar menyenangkan tanpa paksaan. Hindari belajar sambil menonton TV, agar anak bisa konsentrasi dalam belajar membaca.

2. Pilih waktu yang tepat seperti saat kondisi anak sedang sehat, tidak mengantuk dan tidak rewel.

3. Beri pujian di setiap perkembangan yang sudah dilalui anak. Berupa ucapan pintar, bagus, pelukan atau ciuman. Hal ini berguna agar anak merasa bangga dan jadi semangat setiap akan mulai belajar keesokan harinya.

4. Beri contoh jika anak tidak bisa membaca atau lupa suku kata yang sedang dan sudah dipelajari sebelumnya. Jangan memberi ucapan-ucapan yang membuat anak down, seperti bodoh, nakal dan sebagainya.

5. Beri semangat jika terlihat anak putus asa. Yakini bahwa anak pasti akan mampu membaca jika sering belajar.

6. Pada bagian pertama buku belajar membaca biasanya berisi tentang pelajaran membaca huruf vokal a. Guru memberi contoh membaca suku kata tanpa dieja dan kemudian anak mengikutinya.

7. Di awal proses belajar membaca biasanya membutuhkan waktu lama. Disinilah dibutuhkan kesabaran bagi pendidik dan orangtua bahwa perkembangan masing-masing anak berbeda-beda. Anak akan bisa karena terbiasa.


Nah bagaimana dengan bunda, kira-kira metode mana yang cocok dan tepat untuk buah hatinya? Silahkan bunda lakukan observasi dan pertimbangkan juga sisi kelebihan dan kekurangannya. Semoga buah hati bunda cepat bisa membaca ya. Untuk selanjutnya bunda bisa baca Tips Menumbuhkan Semangat Membaca Pada Anak Sejak Dini

Sumber: Buku Anak Islam Gemar Membaca

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel