Iklan Atas Artikel

Benarkah Aplikasi FaceApp Diharamkan Dalam Islam?


Kembali menjadi perbincangan publik. Aplikasi faceapp yang di luncurkan dua tahun yang lalu oleh perusahaan Rusia kini kembali menguap. Namun kepopulerannya justru mengundang banyak kontroversi dan spekulasi. Belum selesai kontroversi mengenai system keamanan data penggunanya netizen kembali dihebohkan dengan merebaknya broadcast yang menyinggung soal hukumnya dalam pandangan islam.

Berbicara mengenai perkara hukum maka harus bersandar kepada dalil dari al-Quran maupun hadits. Nah pada tulisan ini penulis menguraikan alasan kenapa menggunakan faceapp bisa menjadi haram dan dilarang dalam islam. Berikut ini sedikitnya ada 5 pelanggaran syari'at dalam penggunaan Aplikasi Wajah Tua FaceApp:

1. Termasuk syirik apabila diyakini pasti akan seperti itu wajahnya.

Karena bagaimana wajah kita di masa depan hanya Allah 'azza wa jalla yang mengetahui, bahkan kita pun tidak tahu akan hidup sampai tua atau mati muda.

Masa depan termasuk perkara ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah 'azza wa jalla, sebagaimana firman-Nya,

قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ الْغَيْبَ إِلا اللَّهُ

“Katakanlah: Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” [An-Naml: 65]

Oleh karena itu mempercayai para dukun atau tukang ramal adalah kekafiran, sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam,

مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا، فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ، فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَعَلَى مُحَمَّد

Barangsiapa mendatangi dukun atau peramal, lalu ia mempercayai ucapan dukun atau peramal tersebut maka ia telah kafir terhadap (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad -shallallahu’alaihi wa sallam-.” [HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan Al-Bazzar dari Jabir radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 3387]

Andai seseorang meyakini ramalan Aplikasi maka patut kita khawatir menjadi sama dengan kepercayaan kepada dukun atau tukang ramal.

2. Minimalnya menjadi pintu yang menjerumuskan kepada syirik.

Apabila tidak diyakini wajah masa depannya akan seperti ramalan Aplikasi maka tidak termasuk syirik besar tapi dapat menjerumuskannya kepadanya.

Oleh karena itu sekedar datang dan bertanya kepada dukun walau tidak percaya maka hukumnya tetap haram dan termasuk dosa besar, bahkan termasuk syirik kecil karena bisa menjadi pintu menuju syirik besar.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ، لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa mendatangi paranormal, lalu bertanya tetang sesuatu, maka tidak diterima sholatnya selama 40 malam.” [HR. Muslim dari Hafshoh radhiyallahu’anha]

3. Merubah ciptaan Allah 'azza wa jalla.

Inilah yang diinginkan oleh setan, sebagaimana Allah sebutkan dalam Al-Qur'an tentang ucapan setan,

وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ

"Dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya." [An-Nisa: 119]

4. Membuat gambar bernyawa.

Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَصْحَابَ هَذِهِ الصُّوَرِ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيُقَالُ لَهُمْ أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ – وَقَالَ – إِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي فِيهِ الصُّوَرُ لاَ تَدْخُلُهُ الْمَلاَئِكَةُ.

“Sesungguhnya para pembuat gambar-gambar bernyawa ini akan diazab di hari kiamat dan dikatakan kepada mereka: Hidupkan yang telah kalian ciptakan.”

Dan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

“Sesungguhnya rumah yang terdapat padanya gambar-gambar bernyawa tidak akan dimasuki oleh malaikat.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu'anha]

5. Setidaknya menggunakan Aplikasi Wajah Tua FaceApp termasuk perbuatan sia-sia.

Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ، تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

"Termasuk baiknya keislaman seseorang adalah ia meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya." [HR. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu].

* * *

Sebagai pengayaan pengetahuan berikut  ini tanggapan Ust. Abdullah Al-jirani tentang hukum faceapp

Aplikasi pengubah wajah (Faceapp) yang salah satu fiturnya bisa mengubah (baca : mengedit) foto seorang yang masih muda menjadi tua, termasuk masalah duniawi yang asal hukumnya mubah (boleh).
Dalam kaidah disebutkan : “bahwa asal segala sesuatu (masalah keduniaan) hukum asalnya mubah, sampai ada dalil yang mengharamkannya.” Secara pribadi, kami tidak mendapatkan hal-hal yang layak dijadikan landasan untuk mengharamkannya.

Kalau dikatakan aplikasi tersebut mendahulu taqdir Allah, menurut hemat kami tidak tepat. Karena aplikasi itu hanya “memperkirakan” saja. Artinya, wajah kita nanti kalau tua “kira-kira” seperti itu, bukan “memastikan”.  Karena masa tua dan bagaimana kondisi tua seseorang, hanya Allah yang tahu.

Kalau dikatakan aplikasi tersebut merubah ciptaan Allah, juga tidak tepat. Karena yang dirubah (baca : diedit) itu fotonya, bukan wajah asli orang yang difoto. Lalu dari sisi mana bisa dikatakan merubah ciptaan Allah ?? Hal ini, sebagaimana berbagai aplikasi editor foto yang lain. Kalau ini diharamkan, seharusnya seluruh aplikasi editor foto juga harus diharamkan, karena intinya sama, yaitu mengubah foto. Adapun surat An-Nisa’ : 119, yang dimaksud “merubah ciptaan Allah” di situ “mengubah bintang ternak dengan cara mengebiri”. Kalau dipakai untuk berdalil dalam masalah ini, salah penempatan.

Dalam Islam, bersolek bagi wanita hukumnya boleh, bahkan bisa mustahab jika akan menyenangkan suami. Bersolek itu secara tidak langsung juga ada bentuk ‘editing’ wajah dengan memakai media makeup. Yang kurang cantik jadi tampak semakin cantik, yang kurang terang tampak jadi terang dst. Yang jelas-jelas obyeknya wajah saja boleh, bagaimana jika foto saja ? tentu lebih boleh lagi.

Dalam Islam, bersolek bagi wanita hukumnya boleh, bahkan bisa mustahab jika akan menyenangkan suami. Bersolek itu secara tidak langsung juga ada bentuk ‘editing’ wajah dengan memakai media makeup. Yang kurang cantik jadi tampak semakin cantik, yang kurang terang tampak jadi terang dst. Yang jelas-jelas obyeknya wajah saja boleh, bagaimana jika foto saja ? tentu lebih boleh lagi.

Kalau dikatakan penipuan, ini juga kurang tepat. Kalau masalah penipuan itu faktor yang terjadi di luar hukum aplikasi tersebut. Penipuan itu perilaku menggunakan foto hasil aplikasi untuk menipu orang lain. Jadi ini dua perkara yang hukumnya berbeda. Kalau niatnya untuk menipu orang lain, maka ini akan menjadi haram, akan tetapi bukan karena aplikasi itu haram, akan tetapi karena tujuannya.

Kalau dikatakan data kita bisa terancam, ini juga tidak pas. Pembahasan kita sekarang ini hukum faceapp, bukan masalah data kita yang terancam. Media-media lain, juga berpeluang mengacam data-data kita, seperti facebook, twitter, instagram, dll. Bahkan facebook sendiri telah mengalami kebocoran data dalam skala besar. Tapi, sampai hari ini tidak ada yang mengharamkan facebook.

Mereka yang memakai aplikasi ini, biasanya hanya sebatas untuk candaan alias main-main. Ada juga yang ingin mengambil pelajaran dengan melihat kira-kira masa tuanya seperti apa sehingga mereka akan merenungi sisa umur mereka. Itupun jika mereka masih sampai usia tua. Kalau kami pribadi terus terang tidak menggunakannya. Tapi bukan karena kami mengharamkannya. Wallahu a’lam bish shawab.

Wallohu a'lam. Itulah uraian yang setidaknya bisa kita jadikan pegangan dan agar lebih berhati-hati dalam menggunakan teknologi. Karena teknologi ibarat pisau bermata dua. Bisa bermanfaat namun juga bisa membahayakan, tergantung penggunanya. Maka lebih baik gunakan aplikasi yang sudah jelas bermanfaat untuk menambah keilmuan dan informasi. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel