Iklan Atas Artikel

Baru Tahu Ternyata Ini Rahasia Pengetuk Pintu Di Masa Khilafah Utsmaniyah


Siapa yang tidak kenal dengan khilafah Utsmaniyah. Adalah sebuah sistem pemerintahan Islam yang menguasai sepertiga luas dunia. Diantara wilayah kekuasaanya meliputi Eropa, Afrika dan Asia.

Dibawah naungan khilafah inilah peradaban islam mendunia. Islam berada diatas puncak kejayaan. Nilai-nilai islam menjadi nafas kehidupan. Islam merasuk kedalam sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Namun saat pasukan kemal attaturk berhasil menggulingkan sultan Mahmud VI. Kejayaan islam mulai redup. Khususnya wilayah Turki. Nilai-nilai Islam sedikit demi sedikit mulai terkikis. Berbalik menjadi negara sekuler dengan memisahkan urusan agama dan negara.

Dan kini cerita kegemilangan islam itu tinggal nama dan menjadi sejarah yang akan dikenang oleh dunia dan ummat islam khususnya.

Tahukah sobat, diantara jejak kejayaan islam di masa khalifah yang hari terkuak adalah pintu rumah yang menjadi ciri khas dimasa khilafah utsmaniyah.

Di zaman pemerintah (Khilafah) Turki Utsmaniy, setiap pintu rumah terdapat dua alat pengetuk pintu. Ada yang berukuran kecil dan satunya lagi yang besar.

Apa tujuannya? Dua jenis pengetuk pintu yang berbeda tersebut memiliki tujuan yang sesuai dengan syariat islam.

Saat ada tamu mengetuk pintu dengan ketukan yang berukuran kecil, bunyi suara yang dihasilkan tentu juga kecil kan? Nah jika ketukan pintu yang digunakan bagian yang kecil itu menandakan tamunya adalah seorang wanita. Maka sebagai tuan rumah yang akan menemui tamu tersebut adalah wanita yang ada dirumah itu bukan laki-lakinya.

Nah, sebaliknya jika yang diketuk gagang pintu yang berukuran besar dan tentu menghasilkan suara yang besar. Itu menandakan sang tamu adalah laki-laki. Maka tuan rumah yang membukakan pintu adalah laki-laki yang ada di dalam rumah itu.

Selain itu terdapat tanda isyarat lain untuk rumah yang anggota keluarganya ada yang sakit akan diberi tanda seikat bunga merah di pintu. Hal ini bertujuan agar orang yang lewat, penjual dan orang yang sedang jalan mengetahui bahwa di rumah itu ada yang sedang sakit, sehingga mereka tidak mengganggu dengan mengeraskan suaranya.

Inilah potret kejayaan islam di masa khilafah Utsmaniyah. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Menghargai dan menghormati hak sesama. Memuliakan kaum wanita dan menghormati tetangga.

Baca artikel tentang : Parenting Islam, Tips Melatih Konsistensi Pada Anak

Begitulah ajaran islam rahmatan lil'alamin. Menjadi rahmat bagi seluruh alam. Islam tidak hanya berbicara soal ubudiyah semata namaun juga menata hubungan sosial. Hablun minalloh wa hablun minan naas. Baik hubungannya denga Alloh dan baik hubungannya dengan sesama manusia.

Semoga kejayaan islam kembali hadir dimuka bumi ini. Menyiramkan kesejukan ditengah-tengah kegersangan akhir zaman.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel