Iklan Atas Artikel

Di Vonis 3 Tahun Penjara, Ini Biografi Tokoh Kontroversi Habib Bahar bin Smith Al'alawiy


Satu lagi tokoh pendakwah nusantara harus mendekam dibalik jeruji besi penjara. Kasus penganiyaan terhadap dua orang remaja yang telah mencemarkan nama baiknya justru mengantarkannya pada penjara. Vonis hukuman 3 tahun masa tahanan yang dijatuhkan kejaksaan Negeri Bogor telah diketok palu pada hari Selasa, tanggal 9 Juli 2019. Dzuriyat Rasulullah yang bernama lengkap Baḥr bin ‘Alī bin ‘Alawī bin ‘Abd ar-Raḥman bin Sumayṭ telah lama menjadi pemberitaan media massa. Da'i dengan gaya rambut panjang berwarna pirang dengan peci khas diatasnya telah menyita perhatian banyak kalangan. Berbagai kontroversi mencuat ke permukaan memicu beragam persepsi. Lalu bagaimana biografi dan track record habib Bahar yang sebenarnya? Berikut profil singkatnya

Biografi Habib Bahar bin Smith

Mengutip keterangan dari halaman wikipedia.org pria kelahiran Manado, 23-07-1985; atau 34 tahun usianya saat ini, merupakan seorang ulama sekaligus da'i yang aktif berdakwah keseluruh pelosok negeri. Suami dari istri Fadlun Faisal Balghoits telah dikaruniai 4 orang anak, yaitu: Maulana Malik Ibrahim bin Smith, Aliyah Zharah Hayat Smith, Ghaziyatul Gaza Smith dan Muhammad Rizieq Ali bin Smith.

Sebagai anak pertama dari 7 bersaudara habib Bahar bin Smith sudah memberikan kontribusi yang besar terhadap dakwah islamiyah di Nusantara. Kontribusinya dalam dakwah islam dimulai dengan mendirikan Pondok Pesantren yang dikelola sendiri dengan nama Tajul Alawiyyin di daerah Kemang, kota Bogor.

Aktiv dalam organisasi

Habib Bahar merupakan pendiri dan sekaligus pimimpinan ormas yang bernama Majelis Pembela Rasulullah berdiri sejak tahun 2007. Keberadaan ormas ini banyak diikuti kaum muslimin. Bersama dengan para anggota Majelis Pembela Rasulullah, habib Bahar sering melakukan razia dan penutupan paksa di beberapa tempat hiburan yang ada di wilayah DKI. Diantara aksinya yang mengundang banyak perhatian masyarakat adalah ketika dia menggerakan sekitar ratusan orang dari anggota jamaah Majelis Pembela Rasulullah pada bulan Ramadhan tahun 2012. Dalam aksinya ini habib Bahar dan anggotanya mentarget sebuah Cafe De Most Pesanggrahan, yang terletak di Jakarta Selatan. Aksi sweeping dan razia ini dipicu oleh keberadaan kafe tersebut yang menjadi pusat maksiat. Dalam aksinya habib Bahar berhasil menutup paksa Cafe De Most dan meminta agar tempat tersebut ditutup sebulan penuh selama bulan Ramadan.

Sosok kontroversi

Ghiroh keislaman dalam dadanya terpancar jelas dalam setiap kalimat yang disampaikan dalam dakwahnya. Dengan intonasi suara yang tinggi dan berapi-api menjadi ciri khas dalam dakwahnya. Selain keberaniannya dalam mencegah kemunkaran dengan aksi nyata di lapangan, habib Bahar juga dikenal aktif mengisi kajian di acara hari-hari besar keislaman. Tidak jarang dalam ceramahnya berisi kritakan pedas terhadap kebijakan pemerintah jokowi yang dinilai banyak mendzolimi ummat islam.

Pantang menyerah

Satu hal yang menjadi pelajaran penting dari Habib Bahar adalah keberanian yang tak berujung dalam amar ma'ruf dan nahi munkar. Ketegaran dan keteguhannya juga nampak saat menjalani proses hukum yang menimpanya. Disela-sela hebatnya tekanan mental selama proses persidangan habib Bahar selalu menyempatkan diri memberikan nasehatnya untuk kaum muslimin. Kini sang singa podium harus menjalani hukuman penjara selama 3 tahun. Semoga tidak menyurutkan semangatnya dan justru menjadi amunisi yang akan mengobarkan semangat perjuangan dalam menegakan kalimat Alloh.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel