Iklan Atas Artikel

Mengenal 10 Jenis Wayang Nusantara Dan Sejarahnya

Mengenal Sejarah 10 jenis wayang indonesia


Nyongmart.com- Berbicara soal budaya Indonesia seakan tidak ada habisnya untuk dikaji. Baik dalam bentuk tulisan atau buku, diskusi-diskusi publik, seminar dan komunitas pecinta budaya nusantara. Salah satunya adalah wayang. Ya, wayang merupakan hasil budaya nusantara yang sudah puluhan bahkan ratusan tahun membudaya sampai hari ini. Sebagai produk budaya tentu memiliki dua sisi yang perlu disikapi dengan bijak. Jika tidak bertentangan dengan nilai-nilai luhur dan tentunya agama maka boleh untuk diambil sebagai pelajaran. Namun, jika terdapat sisi negatif disinilah kita dituntut untuk bijak dalam menyikapinya.

Baik kita kembali ke wayang, mungkin pembaca pernah mendengar tentang jenis-jenis wayang dan tokoh-tokohnya. Tahukah sobat, bahwa wayang memiliki beberapa jenis yang dikelompokan berdasarkan beberapa kriteria, diantaranya: bahan pembuatannya, latar belakang ceritanya dan tentunya tokoh-tokoh perwayangannya dan beberapa kriteria lainnya. Nah untuk lebih jelasnya berikut ini adalah macam-macam jenis wayang yang saya ambil dari sebuah buku dengan judul "Senang Wayang" karya Bambang Susilo.

Macam-macam wayang

1. Wayang Purwa

Wayang purwa juga disebut wayang kulit karena terbuat dari kulit lembu. Penyaduran sumber cerita dari Ramayana dan Mahabarata ke dalam bahasa Jawa Kuna dilakukan pada zaman Raja Jayabaya. Pujangga yang terkenal pada waku itu Empu Sedah dan Empu Panuluh serta Empu Kanwa. Sunan Kanjaga, salah seorang walisanga (Demak, abad XV) adalah orang yang pertama kali menciptakan wayang dengan bahan dari kulit lembu.

2. Wayang Golek

Banyak orang menyebut juga wayang tengul. Wayang ini terbuat dari kayu dan diberi baju seperti manusia. Sumber ceritanya diambil dari sejarah, misalnya cerita Untung Suropati. Batavia, Sultan Agung, Banten, Trunajaya, dll. Cerita wayang golek juga (dapat) mengambil dongeng-dongeng dari negara Arab. Pementasan wayang golek tidak menggunakan kelir/layar seperti wayang kulit.

3. Wayang Krucil

Wayang krucil terbuat dari kayu, bentuknya sama dengan wayang kulit. Banyak orang menamakan juga wayang klitik. Menceritakan riwayat Damarwul dan Majapahit. Untuk menancapkan wayang klitik, tidak pakai batang pisang seperti wayang kulit, tetapi menggunakan kayu yang diberi lubang-lubang.

4. Wayang Beber

Wayang beber terbuat dari kain atau kulit lembu yang berupa beberan. Tiap beberan merupakan satu adegan cerita. Bila sudah tidak dimainkan, beberan itu digulung lagi. Wayang beber dibuat pada zaman Majapahit.

5. Wayang Gedog

Bentuknya hampir sama dengan wayang kulit. Sumber ceritanya diambil dari cerita-cerita raja di Jawa, seperti Banten, Singasari, Mataram. Kediri, dll. Wayang gedog sekarang hampir tidak ada. Kita hanya dapat menjumpai di musium-musium. Wayang ini dibuat sekitar tahun 1400-an.

6. Wayang Suluh

Pementasan wayang suluh biasanya bertujuan untuk penerangan masyarakat. Wayang ini tergolong wayang modern. Terbuat dari kulit dan gambarnya seperti orang (manusia) sekarang, Wayang suluh juga diberi pakaian seperti lazimnya manusia. yaitu celana, rok, dll. Sumber ceritanya diambil dari kisah perjuangan rakyat Indonesia melawan pemajah.

7. Wayang Titi

Wayang titi adalah wayang Cina Sumber ceritanya berasal dari cerita-cerita Cina. Wayang ini dapat kita jumpai pementasannya di perkampungan Cina atau klenteng.

8. Wayang Madya

Wayang madya diciptakan oleh KG. Mangkunegara IV pada awal abad XVIII. Sumber ceritanya diambii dari cerita Pandawa setelah Perang Baratayuda, misalnya Prabu Parikesit.

9. Wayang Wahyu

Pakem ceritanya diambiI dari kitab injil dengan cerita-cerita tertentu. Diciptakan oleh Bruder Tamotheos untuk menyiarkan agama Kristen. Wayang wahyu sering disebut sebagai wayang bibel.

10. Wayang Orang

Cerita wayang purwa yang dipanggungkan dengan pemeran orang-orang dewasa dan dicampur dengan gerakan tari disebut wayang orang. Sumber ceritanya seperti halnya wayang purwa yaitu Ramayana dan Mahabarata. Dulu perkumpulan wayang orang yang terkenal, misalnya, Ngesti Pandawa (Semarang). Sriwedari (Surakarta).

Bagaimana sobat sekarang sudah tahu kan macam-macam jenis wayang? Ternyata ada banyak sekali jenis wayang yang ada di nusntara ya? Jadi semakin cinta dengan budaya lokal. Yuuk kita lestarikan budaya-budaya yang memiliki nilai luhur yang bersifat sosial. Semoga tulisan ini bermanfaat ya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel